sinusitis tagged posts

Operasi Sinus Mungkin Tidak Selalu Dibutuhkan

Sinus adalah salah satu bagian dalam serangkaian anatomi hidung manusia. Ia semacam rongga pada tulang wajah yang terdapat di area hidung. Ada satu kondisi kesehatan yang mengakibatkan terjadinya peradangan di sinus, itu disebut sinusitis. Kondisi itu kadang memaksa penderitanya harus melakukan prosedur operasi sinus.

Kondisi sinusitis menyebabkan mukosa yang melapisi sinus membengkak sehingga menghambat pengaliran lendir ke hidung dan tenggorok, akhirnya menimbulkan hidung tersumbat. Sinusitis akan membuat penderitanya amat terganggu lantaran kondisi itu membuat fungsi sinus tak maksimal. Pasalnya, sinus berfungsi untuk menghangatkan atau melembabkan udara yang dihirup, membantu pengaturan tekanan intranasal, berperan dalam pertahanan tubuh, meringankan tengkorak, hingga memberikan resonansi suara.

Gangguan yang dirasakan menjadi pendorong yang kuat bagi seseorang untuk memutuskan menjalani operasi sinus. Padahal, tak semua sinusitis harus diselesaikan melalui jalan operasi. Sinusitis umumnya dapat diobati dengan pemberian antibiotik (bila disebabkan oleh infeksi bakteri) dan pelega napas (dekongestan). Pada beberapa kasus dapat pula diberikan steroid sebagai antiradang dan juga obat-obatan antinyeri lainnya. Selain itu, rutin melakukan cuci hidung menggunakan larutan air garam juga membantu mengatasi sinusitis.

Kriteria Seseorang Harus Melakukan Operasi Sinus

Bila sinusitis tidak mengalami perbaikan setelah pemberian obat yang memadai dan rutin melakukan cuci hidung, barulah operasi bisa menjadi pilihan terapi. Selain itu, operasi sinus baru benar-benar dibutuhkan oleh mereka yang telah sampai pada tahap:

  • Sinusitis kronis yang tidak membaik setelah terapi yang memadai;
  • Sinusitis kronis disertai kelainan struktur, contoh septum deviasi (tulang hidung bengkok);
  • Sudah cukup parah dan menyebabkan komplikasi ke mata (kebutaan), otak (abses otak atau penumpukan nanah di otak), telinga (radang telinga), tenggorokan dan bronchitis;
  • Adanya polip hidung;
  • Adanya komplikasi sinusitis, seperti meningitis, abses otak, atau infeksi ke tulang di sekitar sinus;
  • Pada sinusitis kronik yang menimbulkan kista;
  • Sinusitis yang disebabkan oleh jamur.

Adapun operasi sinus pada kenyataannya tidak dapat dijadikan patokan untuk seseorang terbebas dari masalah sinusitis. Sebab, sinusitis merupakan kondisi kesehatan kambuhan atau bisa kembali sewaktu-waktu bila faktor-faktor terjadinya tercukupi.

Penyebab Kegagalan Operasi Sinus

Seseorang biasanya akan menemui “kegagalan” dari prosedur operasi sinus yang telah dilewatinya lantaran hal-hal seperti:

  • Tidak adanya perawatan pasca-operasi;
  • Pengobatan pada penderita alergi yang kurang baik;
  • Kembali terpapar oleh faktor-faktor penyebab, seperti debu di ruangan dan kain atau ruangan yang dingin.

Jika sudah demikian, artinya orang yang menjalani operasi sinus akan mendapatkan bermacam kerugian, mulai dari tenaga, materi, hingga waktu yang dimilikinya. Belum lagi jika ditengok dari risiko yang mungkin didapat sepanjang melakoni prosedur operasi sinus tersebut.

Risiko di Balik Prosedur Operasi Sinus

Meski jarang terjadi, tetapi kemungkinan akan risiko yang didapat pasien tetap ada. Risiko-risiko tersebut antara lain:

  • Perdarahan: Pendarahan adalah salah satu risiko paling umum dari sebuah prosedur operasi, termasuk operasi sinus. Oleh karena itu, pastikan Anda menjalankan prosedur tersebut di tempat dan/atau dengan tenaga ahli yang kompeten di bidangnya.
  • Gangguan penglihatan: Pernah ada laporan bahwa seseorang mengalami gangguan penglihatan setelah operasi sinus. Kemungkinan itu tentu amat mengerikan jika menimpa diri kita.
  • Kehilangan kemampuan penciuman: Kehilangan kemampuan penciuman sementara maupun permanen bisa saja terjadi setelah operasi sinus.
  • Kebocoran cairan otak (CSF leak): Semua jenis operasi sinus berpeluang untuk menimbulkan terjadinya kebocoran cairan yang mengelilingi otak (CSF). Kebocoran CSF dapat mengakibatkan terjadinya infeksi di otak hingga terjadi meningitis (radang otak).
  • Risiko lain: Pasien bisa pula mengalami mati rasa atau merasa tidak nyaman pada gigi untuk jangka waktu tertentu. Pembengkakan, memar, atau mati rasa sementara pada bibir dan perubahan suara juga dapat terjadi.

***

Dengan kenyataan tersebut menjadi amat penting bagi seorang penderita sinusitis untuk mengetahui secara menyeluruh terkait kondisi yang dialaminya sebelum membuat keputusan melakukan operasi sinus. Konsultasi dengan dokter terkait (THT) menjadi prosedur wajib sebelum operasi dilakukan.

Read More