penyumbatan pembuluh darah tagged posts

Hindari Stres agar Tak Terserang Iskemia Jantung

Jantung adalah organ vital manusia. Keberadaannya di dalam tubuh manusia memungkinkan terjadinya sirkulasi darah, dan selanjutnya termasuk oksigen pula. Namun, jantung merupakan organ yang mudah terserang penyakit, salah satunya iskemia.

Iskemia berkaitan dengan sitem aliran darah. Jantung yang terkena iskemia sangat mungkin tak mendapat pasokan atau suplai darah. Penyebab utamanya adalah sumbatan pada pembuluh darah arteri koroner yang menyuplai oksigen untuk otot jantung. Namun, tahukah Anda jika iskemia jantung juga bisa dipicu oleh stres?

Beberapa penilitian yang digelar oleh tenaga medis didapatkan kenyataan bahwa stres dapat membahayakan setidaknya 70% orang dengan penyakit jantung. Artinya, tujuh dari 10 orang yang memiliki penyakit jantung dapat mengalami episode aliran darah yang tidak memadai ke jantung ketika mereka mengalami stres.

Dalam dunia medis, iskemia jantung atau biasa disebut iskemia miokardium, yang dipicu oleh stres adalah iskemia tekanan mental. Stres, baik emosional maupun mental, bekerja dengan cara yang sama seperti aliran darah yang tidak memadai yang disebabkan oleh stres fisik. Hal ini juga kemungkinan dapat memicu serangan jantung.

Seorang profesor kedokteran di Harvard Medical School dan Brigham and Women’s Hospital, Dr. Peter Stone, menjelaskan bahwa efek fisiologis dari tekanan mental membuat jantung membutuhkan lebih banyak oksigen, akan tetapi karena arteri tersumbat, maka jantung tidak mendapatkannya. Kondisi itulah yang memungkinkan iskemia miokardium atau iskemia jantung terjadi.

Selain itu, tekanan emosional atau mental juga dapat menyebabkan vasokonstriksi atau kondisi di mana arteri koroner mengalami sedikit kejang dan tidak memberikan aliran darah yang cukup ke otot jantung.

  • Waspada! Iskemia Jantung Merupakan Silent Killer

Jantung yang tidak mendapat pasokan darah dan/atau okesigen yang cukup akan menyebabkan kematian sel otot jantung dan berujung pada serangan jantung. Selain itu, iskemia jantung juga dapat menyebabkan gangguan irama jantung yang akan memengaruhi pompa jantung. Jika pompa jantung menjadi tidak normal, maka darah tidak dapat mengalir dengan normal ke seluruh tubuh. Keadaan ini disebut gagal jantung.

Masalahnya, iskemia jantung yang dipicu oleh stres ini berpotensi besar menyebabkan kondisi berbahaya dan kritis secara tiba-tiba. Pasalnya, banyak orang yang tidak sadar bahwa mereka tengah diintai oleh sebuah bahaya. Hal ini berkaitan dengan tidak ada gejala atau perasaan khusus yang mungkin bisa menjadi tanda.

Sebagai contoh, jika saat berolahraga dan seseorang merasakan seseuatu yang tidak nyaman di dada, mereka biasanya tahu bahwa sedang ada yang tidak beres dan biasanya mereka akan memperlambat (olahraga) dan berhenti. Berbeda dengan stres yang tidak mendapatkan gejala yang dapat menyuruh seseorang untuk berhenti.

Jika seseorang dengan penyakit arteri koroner mengalami tekanan emosional sehingga menyebabkan orang tersebut stres, maka bisa jadi orang tersebut kemungkinan bersar mengalami iskemia miokardium.

Meski begitu, ketika kondisi tersebut benar-benar terjadi, ada beberapa tanda umum yang bisa dijadikan sebagai peringatan, yakni tekanan atau nyeri pada dada, biasanya di sisi kiri tubuh (angina pectoris).

Kondisi-kondisi seperti nyeri leher atau rahang, nyeri bahu atau lengan, jantung berdetak cepat, napas pendek, mual hingga muntah, berkeringat, hingga merasakan kelelahan yang amat sangat, itu juga bisa menandakan bahwa seseorang kemungkinan menderita iskemia jantung/

Jika seseorang mengalami gejala iskemia jantung atau miokardium yang berlangsung selama lebih dari 5 menit, segera hubungi dokter. Karena, seseorang mungkin akan mengalami serangan jantung dan berujung pada situasi yang gawat.

Read More