masalah pencernaan tagged posts

Mengenal Listeria, Penyakit Akibat Bakteri di Makanan

Infeksi listeria, juga dikenal dengan sebutan listeriosis, adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes. Bakteri ini umumnya ditemukan di makanan seperti produk susu yang tidak dipasteurisasi, melon, sayur mentah, dan daging deli tertentu. Infeksi listeria bukanlah sebuah penyakit yang serius pada beberapa orang. Bahkan, kebanyakan orang tidak akan menunjukkan gejala dari infeksi tersebut. Selain itu, komplikasi kesehatan juga jarang ditemukan. Namun, bagi kebanyakan orang lainnya, infeksi listeria dapat menjadi sebuah kondisi yang mengancam nyawa. Perawatan infeksi listeria tergantung seberapa parah infeksi tersebut serta kesehatan keseluruhan seseorang. Dengan memastikan keamanan makanan yang akan dikonsumsi dapat membantu pencegahan serta mengurangi risiko Anda untuk menderita listeriosis.

Gejala infeksi listeria

Tanda-tanda atau gejala infeksi listeria yang paling umum dijumpai adalah demam, mual, diare, dan sakit otot. Bagi kebanyakan orang, gejala terasa ringan sehingga infeksi tidak diketahui. Gejala dapat muncul dalam waktu satu hingga tiga hari setelah Anda makan makanan yang terkontaminasi. Gejala yang paling ringan dari infeksi listeria mirip penyakit flu, yang dibarengi dengan diare serta demam. Beberapa orang tidak merasakan gejala pertama hingga setelah beberapa hari atau minggu setelah paparan terjadi.

Gejala-gejala tersebut akan terus ada hingga infeksi benar-benar hilang. Bagi mereka yang didiagnosa menderita infeksi listeria, perawatan menggunakan antibiotik akan direkomendasikan. Ada risiko komplikasi pada sistem saraf, jantung, dan aliran darah. Infeksi ini khususnya sangat berisiko pada ibu hamil, orang yang berusia lebih dari 65 tahun, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Dalam beberapa kasus tertentu, infeksi listeria dapat menyebar di luar usus. Infeksi lebih lanjut ini, yang dikenal dengan sebutan listeriosis invasif, dapat menyebabkan gejala yang lebih parah seperti sakit kepala, bingung, leher kaku, perubahan kewaspadaan, hilangnya keseimbangan dan sulit berjalan, serta kejang. Komplikasi kondisi ini termasuk meningitis bakteri, infeksi pada katup jantung (endocarditis), dan sepsis. Anda akan diminta untuk menjalani rawat inap di rumah sakit apabila memiliki infeksi yang serius karena kondisi tersebut dapat mengancam nyawa.

Apabila Anda sedang hamil, Anda mungkin tidak akan menunjukkan banyak gejala, atau gejala dalam bentuk ringan sehingga Anda tidak menyadari memiliki infeksi tersebut. Infeksi listeria pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran dan kelahiran mati. Apabila bayi selamat pasca persalinan, mereka dapat menderita infeksi serius pada otak dan darah yang akan membutuhkan perawatan lebih lanjut dan penggunaan antibiotik.

Penyebab infeksi listeria

Listeriosis terjadi setelah Anda melakukan kontak langsung dengan bakteri Listeria monocytogenes. Umumnya, orang-orang melakukan kontak dengan bakteri ini setelah memakan makanan yang terkontaminasi. Bayi yang baru lahir juga dapat tertular dari ibu. Bakteri listeria hidup di tanah, air, dan kotoran hewan. Bakteri ini juga dapat hidup di makanan, alat-alat produksi makanan, dan ruangan pendingin makanan. Infeksi listeria umumnya disebarkan lewat:

  • Daging-daging olahan, seperti daging deli, hot dog, dan makanan laut asap yang dibekukan
  • Produk susu yang tidak dipasteurisasi, termasuk susu dan keju lunak
  • Beberapa produk susu olahan seperti es krim
  • Buah dan sayur mentah

Bakteri listeria tidak akan mata pada lingkungan dingin lemari es atau freezer, meskipun mereka tidak akan berkembang biak dengan cepat pada lingkungan tersebut. Namun, bakteri ini akan mati pada kondisi yang panas. Memasak makanan hingga suhu lebih dari 73.8 derajat Celsius dapat membunuh bakteri listeria tersebut.

Read More