jerawat tagged posts

Manfaat Hidrogen Peroksida, Benarkah Bisa Menyembuhkan Jerawat?

Manfaat Hidrogen Peroksida, Benarkah Bisa Menyembuhkan Jerawat?

Hidrogen peroksida dikenal sebagai bahan antiseptik atau pemutih. Zat ini diklaim mampu membunuh mikroorganisme termasuk bakteri. Beberapa orang percaya akan manfaat hidrogen peroksida yang mampu menyembuhkan jerawat karena sifatnya yang mudah mengeringkan sebum serta sebagai antibakteri. Di sisi lain, ditemukan beberapa kasus hidrogen peroksida yang justru memperparah kondisi kulit berjerawat.

Apakah terbukti ilmiah?

Jerawat terbentuk karena produksi sebum yang berlebihan sehingga memicu tumbuhnya bakteri. Peradangan pun muncul di permukaan kulit menyebabkan warna kemerahan disertai nyeri. Hidrogen peroksida diklaim mampu membantu mengeringkan sebum dan membunuh bakteri penyebab jerawat. 

Berdasarkan Journal Antimicrobial Chemotherapy, hidrogen peroksida termasuk jenis agen pengoksidasi, artinya secara efektif dapat membunuh sel hidup pada bakteri. Proses ini dikenal sebagai stres oksidatif. 

Akan tetapi, agen pengoksidasi juga berpotensi merusak jaringan fibroblas di kulit. Fibroblas berperan saat proses penyembuhan luka. Jika fibroblas berkurang, maka proses ini akan berjalan lamban dan luka berisiko terbuka dalam waktu lebih lama. 

Sebuah studi yang dipublikasikan oleh The Journal of Trauma, Injury, Infection, and Critical Care menyebutkan, hidrogen peroksida dapat memperlambat penyembuhan luka. Studi lain menambahkan, hidrogen peroksida dapat menyisakan bekas luka setelah diaplikasikan ke kulit. Padahal bekas luka merupakan salah satu masalah besar yang dihindari para pejuang jerawat.

Sementara, bukti ilmiah mengenai sifat antibakteri hidrogen peroksida masih sedikit bahkan penggunaannya berisiko mengiritasi sel sehat. 

Sebenarnya tubuh memproduksi hidrogen peroksida alami. Hidrogen peroksida yang diproduksi neutrofil merupakan indikator adanya peradangan jerawat. Jumlah zat hidrogen peroksida di dalam tubuh seseorang yang berjerawat secara signifikan lebih tinggi daripada mereka berkulit normal Oleh karena itu, obat jerawat yang berfungsi menghambat produksi hidrogen peroksida justru akan menurunkan aktivitas peradangan pada jerawat. 

Penggunaannya untuk jerawat tidak meradang

Jerawat yang tidak meradang terdiri dari komedo hitam dan komedo putih yang mana keduanya tidak menimbulkan bengkak maupun inflamasi. Benjolan yang ditimbulkan berukuran kecil dan tidak disertai kemerahan atau nyeri. 

Seseorang yang memiliki jerawat tidak meradang dapat mencoba hidrogen peroksida tanpa khawatir menimbulkan inflamasi. Namun, pastikan untuk mengencerkan hidrogen peroksida sampai konsentrasinya mencapai 1% dengan cara menambahkan air. Misalnya, jika Anda memiliki hidrogen peroksida 3%, maka bagi menjadi 3 bagian. Masing-masing hidrogen peroksida ditambahkan air dengan perbandingan 1:3. 

Penting untuk diketahui bahwa keterangan 3% tidak bisa didapatkan dari bahan hidrogen peroksida yang dijual di toko kimia secara mentah-mentah. Hidrogen peroksida yang digunakan cenderung lebih ringan, biasanya juga dipadukan dengan jenis bahan kimia lain seperti adapalen.   

Hentikan penggunaan jika terjadi iritasi, kulit kering parah, atau efek samping lainnya. Saat mengencerkan hidrogen peroksida, hindari terkena pakaian karena dapat mengubah warna pakaian tersebut. 

Hidrogen peroksida vs benzoil peroksida

Benzoil peroksida merupakan zat kimia yang hampir mirip dengan hidrogen peroksida serta sama-sama diklaim mampu menyembuhkan jerawat. Benzoil peroksida mempunyai sifat anti inflamasi dan mampu mengelupas lapisan kulit paling luar sehingga membantu mengurangi keparahan jerawat. 

Sifatnya yang larut minyak memudahkan menembus sebum di lapisan kulit sehingga dapat bekerja lebih dalam di bagian pori-pori. Beberapa produk benzoil peroksida biasanya telah menambahkan jenis zat kimia lain sehingga dapat mencegah kerusakan kulit. 

Perbedaannya, benzoil peroksida cenderung lebih stabil dibandingkan hidrogen peroksida. Berdasarkan Journal of Cosmetic Science, paparan udara dan cahaya membuat hidrogen peroksida bersifat tidak stabil. Hal ini mengakibatkan kemampuan anti bakteri hidrogen peroksida menurun saat diaplikasikan ke kulit dengan kondisi terbuka.    

Read More