hipoalbuminemia tagged posts

Apa Itu Hipoalbuminemia dan Apa Penyebabnya?

Hipoalbuminemia terjadi ketika Anda tidak memiliki cukup protein albumin di dalam aliran darah. Albumin merupakan sebuah protein yang dibuat di dalam hati. Albumin merupakan sebuah protein yang penting di plasma darah. Tergantung usia Anda, tubuh membutuhkan albumin sebesar 3,5 hingga 5,9 gram per decilitre. Tanpa cukup albumin, tubuh tidak dapat menjaga cairan agar tidak bocor keluar dari pembuluh darah. Tidak memiliki cukup albumin juga dapat mempersulit pergerakan zat-zat penting di seluruh tubuh.

Gejala

Albumin digunakan di seluruh tubuh. Hipoalbuminemia memiliki gejala seperti edema (penumpukan cairan) di kaki atau wajah, kulit yang terasa kasar dan kering dibandingkan dengan biasanya, rambut yang menipis, jaundice (kulit tanpak kuning), kesulitan bernapas, merasa lemah atau lelah, detak jantung yang tidak teratur, pertambahan berat badan yang tidak normal, tidak memiliki nafsu makan, diare, mual, dan muntah.

Gejala yang Anda rasakan akan sangat bergantung pada apa yang menyebabkan kondisi tersebut. Misalnya, apabila hipoalbuminemia disebabkan karena diet yang buruk, gejala akan muncul perlahan seiring berjalannya waktu. Di sisi lain, apabila hipoalbuminemia disebabkan karena luka bakar serius, gejala dapat dirasakan langsung. Kunjungi dokter apabila Anda mulai merasa lelah dan memiliki kesulitan bernapas tanpa ada peringatan apapun. Hipoalbuminemia juga dapat menunda pertumbuhan anak. Apabila Anda menyadari anak tidak tumbuh dan berkembang seperti anak lain seusianya, konsultasi dengan dokter dan memastikan apakah ia perlu mendapatkan pemeriksaan untuk hipoalbuminemia atau tidak.

Penyebab

Level albumin di bawah 3,4 gram per decilitre (g/dL) dianggap level yang rendah. Ada banyak gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan hipoalbuminemia. Menentukan apa yang menyebabkan hipoalbuminemia sangat penting untuk menemukan perawatan yang efektif untuk kondisi Anda. Adapun beberapa penyebab hipoalbuminemia di antaranya adalah:

  • Kegagalan hati. Hati memproduksi albumin. Sehingga tes albumin biasanya merupakan bagian dari pemeriksaan fungsi hati. Banyak penyakit dapat menyebabkan kegagalan hati, seperti sirosis, kanker hati, hepatitis, penyakit hati yang berhubungan dengan alkohol, dan penyakit hati berlemak.
  • Gagal jantung. Beberapa orang dengan gagal jantung akut dapat memiliki level albumin yang rendah, meskipun alasan mengapa hal ini terjadi masih belum diketahui.
  • Kerusakan ginjal. Adanya masalah dengan ginjal dapat menyebabkan ginjal membuang protein dalam jumlah besar melalui urin. Albumin akan diambil dari darah, untuk kemudian menyebabkan hipoalbuminemia.
  • Enteropathy kehilangan protein. Beberapa kondisi gangguan lambung dan gastrointestinal, seperti penyakit seliak dan penyakit radang usus, dapat menyebabkan sistem pencernaan kehilangan banyak protein. Kondisi ini menyebabkan sebuah sindrom yang bernama enteropathy kehilangan protein yang dapat menyebabkan rendahnya level albumin.
  • Malnutrisi. Seseorang dapat menderita hipoalbuminemia ketika mereka tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, atau memiliki kondisi medis yang membuat tubuh kesulitan dalam menyerap nutrisi. Selain itu, beberapa orang yang sedang mendapatkan chemotherapy dapat kekurangan nutrisi.

Selain itu, meskipun jarang terjadi, seseorang dapat menderita hipoalbuminemia sebagai hasil akibat luka bakar serius, infeksi darah yang disebut dengan istilah sepsis, reaksi alergi, lupus, hypothyroidism, dan diabetes.

Apabila tidak diobati, hipoalbuminemia dapat memperburuk efek dari penyakit lain. Menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2015, ditemukan bahwa penyakit paru obstruktif kronis (COPD) dan hipoalbuminemia dapat meningkatkan risiko kegagalan pernapasan. Komplikasi lain di antaranya adalah penumpukan cairan di paru-paru dan lambung, pneumonia, dan kerusakan otot. hipoalbuminemia juga dapat menurunkan keefektifan beberapa obat-obatan yang dapat mengikat albumin.

Read More