Sekilas Sama, tetapi Frenotomy dan Frenuloplasty Itu Berbeda!

Frenotomy dapat dilakukan untuk menangani tongue-tie

Pada setiap kelahiran, orang-orang terkasih berharap yang terbaik untuk ibu dan bayinya. Namun, ada saja kondisi-kondisi yang tidak diharapkan terjadi, seperti tongue-tie atau ankyloglossia. Kendati bukan masalah berarti, tetapi kondisi ini juga berpotensi mengganggu di kemudian hari. Dunia medis memiliki frenotomy dan frenuloplasty untuk mengatasi gangguan itu.

Secara sederhana, tongue-tie merupakan masalah bawaan lahir yang terjadi di rongga mulut bayi, tepatnya di selaput bagian bawah lidah yang menghubungkan lidah dengan dasar mulut, selaput ini disebut frenulum lidah atau tali lidah. Tongue-tie ditandai dengan frenulum lidah yang lebih pendek dan tebal, atau melekat pada ujung lidah.

Kondisi tersebut berpotensi membuat bayi kesulitan dalam menyesap ASI dari puting payudara ibu. Situasi ini berdampak pada timbulnya masalah bagi bayi maupun ibunya. Mulai dari bayi kekurangan nutrisi, hingga luka yang terjadi di puting ibu.

Selain itu, anak yang mengalami tongue-tie juga kemungkinan besar akan sulit dalam berbicara, mulai dari cadel dan lain sebagainya. Anak juga mungkin butuh adaptasi khusus agar dapat memainkan alat musik tiup. Rongga mulut anak yang menderita tongue-tip juga cenderung tidak bersih karena lidah sulit membersihkan sisa-sisa makanan pada gigi.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, masalah tersebut bisa segera diatasi dengan dua metode pengobatan, yakni frenotomy dan frenuloplasty. Keduanya sekilas mirip, tetapi terdapat perbedaan di antara keduanya. Apa saja perbedaan dari kedua metode tersebut? Berikut ulasannya:

  • Frenuloplasty

Lema atau kata “plasty” dalam frenuloplasty secara garis besar dapat dipahami sebagai upaya merekondisi sesuatu, seperti operasi “plastik” lain. Bisa membuat baru atau sekadar memperbaiki, dalam hal ini frenulum.

Prosedur operasi frenuloplasty ini lebih kompleks dan membutuhkan pembiusan total. Tidak hanya memotong frenulum lidah, tindakan frenuloplasty juga melibatkan penjahitan. Jadi, luka bekas tindakan tersebut tidak dibiarkan terbuka. Berbeda dengan frenotomy yang tidak melakukan penjahitan.

Setelah tindak frenuloplasty selesai dilakukan, biasanya anak akan seperti memiliki tali lidah baru. Hanya saja, posisinya sudah menjadi lebih baik. Yang perlu diingat, pada tindakan frenuloplasty dokter tidak akan menghilangkan frenulum. Sebab frenulum memiliki kegunaan untuk menjaga lidah tidak ke mana-mana. 

  • Frenotomy

Prosedur ini merupakan tindakan yang paling sederhana dalam mengatasi tongue-tie. Kendati dapat dilakukan di bawah pengaruh anestesi umum atau lokal, tetapi biasanya frenotomy ini dilakukan tanpa anestesi atau obat bius.

Secara keseluruhan, prosedur ini dilakukan untuk merobek sedikit frenulum lidah dan tidak melakukan jahitan, seperti yang sudah disinggung sebelumnya. Prosedur ini bertujuan untuk mengurangi hambatan pada bagian bawah lidah, sehingga gerakan lidah menjadi lebih bebas.

Proses tindakan ini cepat, hanya meninggalkan sedikit rasa tidak nyaman, dengan sedikit perdarahan. Tindakan ini juga dinilai minim efek samping, terbukti dengan kenyataan bahwa setelah tindakan, bayi juga bisa langsung menyusu.

***

Jika dilihat dari penjelasan dan pengertian di atas, perbedaan frenotomy dan frenuloplasty hanya terdapat pada prosedur tindakannya saja. Jika frenotomy dilaksanakan dengan sederhana, frenuloplasty cenderung lebih rumit dan kompleks karena melibatkan tindakan-tindakan lain selain pemotongan.

Adapun mengenai hasil atau efektivitas pengobatan, keduanya tidak dapat dibandingkan begitu saja. Sebab pemilihan dua prosedur di atas amat tergantung dengan kondisi rongga mulut pasien dan diagnosis dari dokter. 

Jadi untuk pertanyaan, “mana yang lebih baik antara frenotomy dan frenuloplasty?” tak memiliki jawaban. Pasalnya, dua metode ini memiliki spektrum yang berbeda, meski secara garis besar kegunaan dari keduanya sama saja, yakni mengatasi tongue-tie.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>