Penyebab, Gejala hingga Cara Pengobatan Demam Kelenjar

Demam kelenjar (Glandular fever) adalah infeksi umum yang sering terjadi di kalangan remaja, mahasiswa, serta dewasa awal. Glandular fever ini biasanya disebabkan oleh virus Epstein-Barr, yang membuat sel darah putih dengan satu nukleus (monosit) dalam tubuh meningkat.

Biasanya demam kelenjar dikenal juga dengan istilah kissing disease karena ditularkan melalui ludah dan saat berciuman.

Demam kelenjar ini lebih mirip flu, tidak berbahaya dan biasanya sembuh dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Orang yang sudah sembuh biasanya akan menjadi kebal terhadap penyakit ini.

Penyebab Demam Kelenjar

Penyebab penyakit ini disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). Infeksi virus ini dapat terjadi bila seseorang terkena dan terpapar air liur penderita. Penularan ini bisa melalui ciuman, batuk, bersih, menggunakan peralatan makan bersama.

Namun, penyakit demam kelenjar tidak dengan mudah begitu saja menular kepada orang lain seperti flu. Selain dalam air liur, virus EBV ini juga terdapat dalam darah dan sperma penderita. Sehingga penularan juga bisa melalui donor darah, donor organ tubuh, atau melakukan aktivitas seksual.

Penyakit demam kelenjar ini dapat menginfeksi siapa saja, namun yang seringnya menyerang orang yang berusia 5-25 tahun.

Masa inkubasi virus EBV ini sekitar 4-6 minggu sebelum munculnya berbagai gejala. Inilah kenapa penderita tidak menyadari dirinya telah terserang virus ini. Bahkan dapat menular ke orang lain hingga 18 bulan setelah penderita sembuh.

Gejala Menderita Demam Kelenjar

Gejala dan tanda-tanda baru muncul sekitar 4-6 minggu setelah seseorang terinfeksi. Berikut beberapa gejala yang dapat muncul adalah:

  • Kelelahan
  • Demam
  • Amandel membesar
  • Muncul ruam kulit dan terasa gatal
  • Tenggorokan terasa nyeri, biasanya disalahartikan karena infeksi bakteri
  • Kepala terasa nyeri
  • Kelenjar getah bening membengkak di area sekitar leher dan ketiak
  • Organ limpa mengalami pembesaran dan pelunakan
  • Penyakit kuning

Mencegah Demam Kelenjar

Demam kelenjar ini hingga sekarang belum ditemukan vaksin pencegahannya. Bagi penderita demam ini, hindari mencium orang lain, berbagi makanan, menggunakan peralatan makan bersama, dan hal-hal lainnya yang dapat menularkan virus pada orang lain hingga benar-benar sembuh. Lalu, rajinlah mencuci tangan dan menutup mulut ketika bersin dan batuk agar penularan dapat dicegah.

Komplikasi Demam Kelenjar

Meskipun demam kelenjar tidak tergolong serius, namun penderita dapat mengalami komplikasi lain yang dipicu oleh demam kelenjar ini. Misalnya penderita bisa terserang infeksi sekunder di amandel (tonsilitis) atau bahkan sinusitis. Ada juga komplikasi lain yang jarang terjadi, namun dipicu oleh demam kelenjar, diantaranya adalah:

  • Hepatitis
  • Pembesaran limpa bahkan bisa robek
  • Otot jantung mengalami peradangan (miokarditis)
  • Penyumbatan saluran pernapasan akibat dari amandel yang membesar
  • Jumlah sel darah mengalami penurunan sehingga menjadi kurang darah
  • Mengalami gangguan pada sistem saraf, seperti ensefalitis, meningitis, serta sindrom Guillain-Barre.

Pengobatan untuk Demam Kelenjar

Sebenarnya, demam kelenjar ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Pasien disarankan untuk melakukan perawatan mandiri dalam kurun waktu tersebut untuk meredakan gejala. Berikut perawatan yang dapat dilakukan di rumah:

  • Beristirahat dengan cukup
  • Perbanyak konsumsi air putih
  • Berkumur-kumur dengan menggunakan air garam
  • Konsumsi makanan bergizi dan seimbang
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, misalnya paracetamol

Dengan beristirahat dengan maksimal saat mengalami demam kelenjar, akan mempercepat proses pemulihan. Jangan terburu-buru untuk kembali beraktivitas dan melakukan kerja berat. Tanya dokter dan berkonsultasilah kapan waktu yang tepat untuk mulai beraktivitas. Sebisa mungkin hindari konsumsi minuman beralkohol sebelum benar-benar sembuh. Sebab, demam kelenjar ini mengganggu fungsi hati.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>