Category Penyakit

Lakukan gerakan ini saat mengalami cedera IT band!

cedera it band

ITBS (Ilio Tibial Band Syndrome) merupakan risiko cedera yang sangat umum. Cedera yang umumnya ditemui pada pelari, pesepeda, maupun pesepakbola ini ditandai dengan rasa sakit di area tempurung lutut atau paha bagian luar.

Lalu apakah Iliotibial Band(ITB) itu? ITB adalah struktur tebal seperti tendon yang terbentang dari dari samping panggul sampai ke lutut bagian samping luar yang mendukung stabilitas pada lutut. ITB berperan terutama dalam gerakan meluruskan lutut, menggerakkan pinggul ke samping dan menstabilkan tungkai saat gerakan berlari.

Beberapa pemicu terjadinya ITBS adalah kebiasaan buruk dalam latihan atau dikarenakan rendahnya fleksibilits otot paha.

Penelitian menyebutkan ITB bisa menjadi parah ketika terus-terusan mendapat gesekan dari lutut bagian luar dan digunakan untuk aktivitas secara berlebihan. Ada pula pendapat yang menyebutkan bahwa ITB menekan jaringan lunak yang ada dibawah lutut ketika lutut menekuk sekitar 20 sampai 30 derajat. Hal inilah yang menyebabkan bagian tersebut terasa sakit. Situasi ini dapat terjadi ketika Anda berlari di turunan, karena posisi lutut yang tertekuk dan tumit yang menyentuh tanah.

Ketika Anda berlari, otot di area pantat Anda akan bergerak kedalam dan berputar terlalu banyak. Aktivitas ini mengakibatkan area ITB jadi kaku karena ditarik secara terus menerus. Tekanan yang berat akan mengakibatkan cedera sampai pada otot bagian kaki.

Begitu juga saat Anda berlari di jalanan yang datar dan teratur, tubuh Anda akan merasa satu kaki akan lebih pendek dari lainnya. Hal ini membuat titik tumpu pada area pelvis yang terus menerus sehingga mengakibatkan cedera ITB.  Jika Anda tidak istirahat cukup sesudah berlari dalam waktu yang lama (lari marathon misalnya), maka tekanan berulang-ulang bisa membuat cedera lebih parah.

ITBS yang dibiarkan tanpa penanganan akan mengakibatkan rasa sakit yang terus muncul dan berkepanjangan pada lutut dan pinggul. Beberapa cara untuk mengatasinya bisa dengan beristirahat, penggunaan foam roller untuk mengurangi rasa nyeri pada sekitar bagian paha dalam, latihan fisik yang berkonsentrasi pada peningkatan fleksibilitas ITB dan otot-otot gluteus, serta mengonsumsi penghilang rasa sakit jika dibutuhkan. Gejala yang muncul akan berangsur-angsur hilang dalam waktu delapan minggu.

Bagaimana agar tetap bisa bermain

Selain mengecek jarak tempuh yang ada di sepatu Anda dan mengikuti program peregangan, lakukan latihan yang memperkuat bagian otot di bagian pantat ke bawah.

Lakukan latihan fisik di bawah ini selama 2 set dengan hitungan 10 tiap set-nya:

  • One-Legged Squat 

Lakukan halfsquat perlahan sambil memastikan lutut tidak berguling ke dalam dan tidak maju melewati jempol kaki.

  • Side Leg Lift

Berbaringlah ke samping. Angkat kaki bagian atas Anda. Jangan biarkan kaki maju. Tahan selama 3 detik.

  • Clam Shell 

Berbaringlah miring, rapatkan lutut dan pergelangan pada kedua kaki, tekuk paha 45 derajat dan tekuk lutut 90 derajat. Putar kaki bagian atas membentuk lingkaran, tetapi jangan gerakkan pinggul Anda.

  • Get Rolling 

Berbaringlah di atas roller dan gulung ITB dan otot-otot kaki Anda di atas roller untuk memecah jaringan fibrosa. Lakukan selama satu menit

Konsultasikan pada dokter mengenai latihan-latihan yang sedang Anda lakukan, agar proses pemulihan berjalan dengan baik dan tidak terjadi cedera lebih lanjut.

Read More

Para Wanita, Jangan Sepelekan Tes Kesehatan Ini!

cek kesehatan wanita

Melakukan tes kesehatan secara rutin sangat penting untuk wanita. Hal ini penting dilakukan agar beberapa penyakit yang khusus menyerang wanita dapat diwaspadai sejak dini dan dilakukan pencegahan lebih awal. Salah satunya adalah kanker payudara yang mengancam wanita. Seperti pepatah mengatakan, lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Lakukanlah tes kesehatan secara rutin untuk mencari tanda-tanda awal kanker, penyakit jantung, osteoporosis, dan kondisi lainnya.

Cek Kolesterol dan Tekanan Darah

Kunjungi dokter terkait dan dokter akan memberi tahu Anda seberapa sering Anda perlu melakukan tes ini. Tes kolesterol memang terbilang sederhana. Anda dapat melakukan tes darah untuk mengetahui kadar lemak darah dalam tubuh seperti LDL “kolesterol jahat”, HDL “kolesterol baik” dan juga trigliserida. Jika jumlahnya tidak sesuai dengan yang seharusnya, perubahan dalam diet atau obat Anda dapat membantu mengembalikannya. Tes kesehatan yang satu ini juga baik untuk memeriksa kadar diabetes dalam tubuh yang memiliki kaitan erat dengan penyakit jantung.

Wanita yang mengonsumsi obat penurun kolesterol juga berisiko lebih tinggi terkena diabetes. Seperti diketahui, penyakit jantung dan diabetes adalah beberapa wabah kesehatan terbesar. Sehingga, penting bagi Anda untuk rutin mengecek gula darah Anda. Sama seperti memeriksa kolesterol Anda, dokter akan melakukan tes A1c dengan mengambil sampel kecil darah Anda dan mengirimkannya untuk diperiksa di laboratorium.

Cek Payudara Anda

Mammogram adalah cara penting untuk memeriksa kanker payudara. Mammogram penting untuk dilakukan, karena tindakan pencegahan sejak dini membuat penyakit lebih mudah untuk diobati. Pengecekan ini menggunakan sinar-X untuk membuat gambar bagian dalam payudara Anda.

Periksa dengan dokter Anda tentang seberapa sering Anda harus mendapatkan tes dan pada usia berapa. Ada berbagai rekomendasi dari organisasi kesehatan. American Cancer Society menyerukan mammogram tahunan dimulai pada usia 45, dan setiap 2 tahun pada 55. Satuan Tugas Layanan Pencegahan AS (USPSTF), di sisi lain, mengatakan wanita usia 50 hingga 74 harus memiliki mammogram setiap tahun.

Sebagian besar kelompok kesehatan tidak merekomendasikan pemeriksaan payudara sendiri. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk terbiasa dengan penampilan payudara agar Anda akan menyadari jika ada benjolan atau pertumbuhan baru.

Pengecekan untuk Kanker Serviks

Tes Pap dapat memeriksa sel-sel abnormal di serviks Anda yang bisa berubah menjadi kanker. Ini cara ampuh untuk mencegah penyakit tersebut. Wanita berusia 21 hingga 65 tahun dianjurkan untuk mendapatkan tes kesehatan ini satu kali setiap 3 tahun.

Jika Anda berusia 30 hingga 65 tahun, Anda punya pilihan. Anda dapat terus mendapatkan tes Pap setiap 3 tahun sekali, atau Anda bisa melakukannya dengan tes HPV setiap 5 tahun. Tes lain itu bermanfaat karena sebagian besar kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV (human papillomavirus).

Jika Anda berusia di atas 65 tahun, tanyakan kepada dokter Anda untuk melihat apakah Anda perlu melanjutkan tes Pap dan HPV.

Kolonoskopi

Kanker kolorektal biasanya dimulai dengan pertumbuhan di usus besar Anda yang disebut polip. Salah satu tes kunci yang dapat mendeteksi mereka disebut kolonoskopi.

Dokter Anda akan menggunakan tabung fleksibel dengan kamera kecil di ujungnya untuk memeriksa polip. Dokter biasanya dapat menghapus semua yang dia lihat. Mereka akan dikirim ke laboratorium untuk dicek apakah ada tanda-tanda kanker.

Pemeriksaan Kanker Kulit

Ini adalah kanker paling umum terjadi. Dapatkan pemeriksaan kulit setiap tahunnya dan waspadai tahi lalat yang mungkin telah berubah, atau perbedaan dalam tekstur atau kualitas kulit Anda.

Read More

Cara Meredakan Batuk Dilihat dari Penyebabnya

cara meredakan batuk

Batuk bisa terjadi karena ada sesuatu yang mengganggu tenggorokan, seperti debu, minuman dingin, dan makanan berminyak. Umumnya batuk pilek akan hilang dengan sendirinya. Namun, bila batuk tak kunjung sembuh, Anda perlu mengobatinya. Berikut ini tips meredakan batuk yang perlu Anda tahu!

Home Treatment (Perawatan Rumahan)

Untuk meredakan batuk, Anda bisa menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar rumah. Anda bisa memulai dengan meminum banyak cairan. Selain itu, Anda bisa menggunakan humidifier dalam ruangan Anda untuk menenangkan tenggorokan yang teriritasi dan mengendurkan lendir.

Anda juga bisa menaruh kepala Anda di atas bantal tambahan di malam hari dan meminum madu sebelum tidur. Studi menunjukkan sesuatu yang manis dapat membantu meredakan batuk. Akan tetapi, jangan berikan madu kepada anak-anak di bawah 12 bulan ya!

Meredakan Batuk Berdahak

Jika Anda mengalami batuk berdahak dan sulit mengeluarkan lendir; atau jika lendir kental. Carilah obat yang mengandung ekspektoran. Zat ini dipercaya dapat mengendurkan lendir dan membantu Anda menyingkirkannya.

Jika Anda memiliki post-nasal drip dengan banyak lendir encer, sebaiknya Anda meminum obat seperti pseudoephedrine. Jika Anda mengalami batuk demam atau sesak napas segera hubungi dokter.

Meredakan Batuk Kering

Berbeda dengan batuk berdahak, umumnya batuk kering dapat membuat tenggorokan terasa sakit. Batuk kering bisa disertai flu atau pilek, dan disebabkan oleh udara yang kering. Jika Anda mengalaminya, sebaiknya minumlah obat pereda batuk. Obat tersebut bisa menghentikan rasa gatal di belakang tenggorokan dan membuat batuk sedikit mereda.

Apakah Antibiotik dapat Menyembuhkan Batuk?

Tidak selalu demikian, karena sebagian besar batuk disebabkan oleh infeksi virus seperti pilek atau flu, dan akan membaik dalam seminggu. Antibiotik hanya berfungsi pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Jika batuk Anda tidak membaik setelah satu minggu, temui dokter untuk memastikan penyebabnya bukan penyakit bakterial, seperti infeksi sinus atau pneumonia. Jika ya, Anda mungkin memerlukan antibiotik.

Batuk dari Alergi dan Asma

Alergi juga bisa menyebabkan bersin, batuk atau keduanya. Jika Anda mengalami kondisi tersebut, obat antihistamindapat membantu meredakan batuk Anda.  Jika saat batuk napas Anda terdengar seperti bersiul (tersedat-sedat), mungkin Anda terkena asma dan segeralah pergi ke dokter.

Penyebab Batuk Lainnya

Apabila batuk tidak kunjung sembuh dan berlangsung lebih dari 8 minggu, sejumlah hal bisa saja terjadi. Batuk tersebut dapat disebabkan oleh refluks asam atau penyakit gastroesophageal reflux. Batuk bisa juga menjadi efek samping dari inhibitor ACE, sejenis obat tekanan darah. Batuk juga bisa juga menjadi gejala batuk rejan dan bahkan gagal jantung.

Kapan Waktu yang Tepat Pergi ke Dokter?

Apabila Anda mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh, bahkan sampai berbulan-bulan serta memiliki gejala di bawah ini, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter Anda.

  • Batuk dengan banyak lendir
  • Lendir berdarah
  • Napas tersengal-sengal atau sesak napas
  • Mengalami demam yang tidak hilang setelah 3 hari
  • Merasa kedinginan atau batuk di malam hari
  • Masih batuk setelah 7 hari, tanpa membaik

Jika Anda mengalami gejala seperti disebutkan di atas, segera kunjungi dokter dan dapatkan penanganan secepatnya.

Read More