Pentingnya Mengetahui Jenis Makanan Bayi dan Usia Konsumsinya

Makanan bagi bayi dan orang dewasa tentu berbeda. Bagi tubuh, kebutuhan nutrisi didapatkan salah satunya melalui makan dan minum. Makanan bayi sumber nutrisi utama adalah Air Susu Ibu (ASI). Pemberian ASI sebaiknya baru dihentikan setelah usia minimal 20 bulan. Selain ASI, terdapat Makanan Pendamping ASI (MPASI). MPASI adalah makanan padat yang dikonsumsi oleh bayi. Pemberian MPASI disarankan setelah bayi memasuki usia 6 bulan. 

Makanan bayi berusia 0-6 bulan

Untuk bayi berusia 0 hingga 6 bulan, dokter menyarankan untuk memberikan ASI secara ekslusif. Pemberian makanan padat berupa MPASI sebaiknya dihindari sebelum bayi menginjak usia 6 bulan. Mengapa demikian? Bayi yang belum berusia 6 bulan masih memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna. Dengan demikian, jika Anda memberi makanan padat selain ASI, pencernaan bayi masih belum bisa memprosesnya. Meski demikian, pada beberapa kasus, MPASI bisa dimulai sejak bayi berusia 4 atau 5 bulan. Akan tetapi, Anda harus memastikan bahwa bayi sudah siap menerima MPASI. Beberapa tanda yang muncul yaitu dapat menahan kepalanya, dapat duduk tegak, pemabahan berat badan signifikan, mulut membuka dan menutup ketika sendok didekatkan, dan memberikan sinyal lapar dengan berusaha meraih makanan. Selain itu, beberapa tanda yang tidak kalah pentingnya yaitu bayi bisa menelan makanan, dapat memindahkan makanan dari sendok ke mulut, dan berat badan minimal 6,5 kg. Tanda-tanda tersebut biasanya baru muncul setelah usia 6 bulan, meski demikian beberapa bayi memang bisa menerima MPASI lebih cepat yaitu usia 4 atau 5 bulan. 

Makanan bayi berusia 6-9 bulan

Saat bayi memasuki usia 6 bulan, Anda bisa mulai memberikan MPASI. Untuk sebulan pertama, Anda dapat memberikan puree dan bubur sereal. Puree adalah makanan yang dilembutkan. Untuk memastikan puree lembut, Anda juga bisa menyaringnya. Umumnya, puree MPASI untuk 6-9 bulan berbahan buah-buahan seperti pisang, pepaya, dan ubi. Selama pemberian MPASI, Anda juga tetap harus memberikan ASI untuk penunjang nutrisi pada bayi. Sesuai anjuran World Health Organization (WHO), tekstur puree sebaiknya dibuat tidak terlalu kental maupun terlalu cair. Pada usia 6-9 bulan, MPASI dapat diberikan 2 sampai 3 kali dalam sehari. 

Makanan bayi berusia 9-12 bulan

Saat bayi memasuki usia 9 bulan, pemberian MPASI dapat ditingkatkan sebanyak 3 sampai 4 kali sehari. Jenis MPASI yang diberikan juga bisa lebih beragam tergantung kesukaan bayi dan kebutuhan nutrisinya. Tekstur yang Anda buat pun bisa lebih kasar sebab pada usia ini, pencernaan bayi sudah bisa makan MPASI yang dicincang halus. Akan tetapi, pastikan Anda selalu memberi bayi porsi sedikit terlebih dahulu setiap memperkenalkan jenis makanan yang baru. Hal tersebut bertujuan untuk mengecek apakah bayi memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu atau enggak. Pada usia 9-12 bulan, bayi juga masih membutuhkan nutrisi tambahan berupa ASI meski tidak sebanyak pada rentang usia sebelum 9 bulan. 

Ketika telah memasuki usia MPASI, tidak semua bayi bersemangat untuk makan. Terdapat beberapa bayi yang tidak menyukai MPASI sehingga sering menolak ketika disuapi. Jika hal tersebut terjadi, jangan memaksa bayi untuk makan sebab bisa membuatnya semakin tidak suka MPASI dan dapat berakibat tersedak. Anda dapat memberikan MPASI sedikit demi sedikit saja, namun intensitas ditambah. Anda juga sebaiknya tidak memberi makanan terlalu banyak sebab dapat menyebabkan berat badan berlebih. Berikan MPASI secukupnya sesuai kebutuhan nutrisi harian bayi. 

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>