Penting! Inilah Cara Menggunakan Fasilitas BPJS Ibu Hamil

Ibu hamil, tentunya salah satu hal yang menjadi perhatian penting adalah biaya yang dikeluarkan selama masa kehamilan hingga proses persalinan tiba. Nah, untuk membantu pengeluaran ini, tidak ada salahnya Anda menggunakan layanan BPJS ibu hamil. Yaps, ibu hamil bisa menggunakan fasilitas BPJS kesehatan untuk membantu biaya perawatan selama kehamilan hingga melahirkan. Tentunya, agar layanan BPJS ibu hamil dapat digunakan, harus mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku. Seperti apa sih prosedurnya? Mari kita telusuri di sini!

bpjs ibu hamil

Tata cara menggunakan layanan kesehatan BPJS ibu hamil.

Untuk mempermudah proses menggunakan layanan BPJS kesehatan, ibu hamil harus memperhatikan tata caranya. Adapun langkah-langkah menggunakan BPJS ibu hamil adalah sebagai berikut.

  1. Mendatangi fasilitas kesehatan tingkat pertama sesuai kebutuhan.

Apabila ibu hamil ingin memeriksakan kehamilannya secara rutin, maka dapat mendatangi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) terdekat. Umumnya, FKTP ini sudah tertera pada kartu BPJS ibu hamil. Faskes tingkat pertama dapat berupa puskesmas, dokter perorangan, klinik swasta, maupun bidan.

Jika ibu hamil akan melahirkan, maka segeralah kunjungi FKTP terdekat. Untuk persalinan yang normal tanpa gangguan, Anda dapat langsung diproses oleh FKTP tersebut tanpa ada rujukan ke rumah sakit lainnya. Namun, apabila persalinan membutuhkan tindakan lanjut atau tidak dapat dilakukan secara normal, maka akan dirujuk ke faskes tingkat kedua. Tentunya, fasilitas kesehatan tingkat kedua memiliki peralatan medis yang lebih memadai untuk menangani hal tersebut.

Selanjutnya, ibu hamil yang mengalami kondisi darurat, seperti perdarahan, ketuban pecah, kejang, atau lainnya yang berisiko tinggi untuk ibu dan janin, maka bisa langsung dibawa ke rumah sakit terdekat tanpa harus melalui faskes tingkat pertama. Hal ini bertujuan memberikan pertolongan segera untuk ibu dan janin, serta mencegah risiko yang lebih buruk terjadi.

  • Siapkan dokumen-dokumen penting.

Dokumen-dokumen ini diperlukan sebagai persyaratan pencairan dana subsidi BPJS ibu hamil. Anda bisa menyiapkan seluruh dokumen yang diperlukan jauh-jauh hari. Ini untuk mencegah kehilangan dokumen penting yang diperlukan untuk menggunakan BPJS kesehatan. Selain itu, jika nanti HPL tiba, Anda tidak perlu repot lagi menyiapkan semua dokumen tersebut.

  • Kartu identitas diri atau KTP dan fotokopinya.
  • Kartu BPJS dan fotokopinya.
  • Kartu keluarga (KK) dan fotokopinya.
  • Buku kesehatan ibu dan janin.
  • Surat rujukan dari FKTP jika ada.

Untuk surat rujukan, hanya bisa diperoleh apabila ibu hamil mengunjungi FKTP dan ternyata, kondisinya tidak dapat ditangani dengan peralatan medis FKTP. Surat rujukan berlaku selama 1 bulan untuk tiga kali pemeriksaan. Jika ternyata ibu hamil membutuhkan lebih dari masa tersebut, maka perlu diurus kembali dari FKTP terdekat.

  • Biaya yang ditanggung oleh BPJS kesehatan.

Seperti yang kita ketahui, tidak semua biaya dapat ditanggung oleh BPJS. Oleh sebab itu, Ibu hamil harus tahu jumlah dana yang dapat disubsidi oleh BPJS ibu hamil. Jika ternyata ibu hamil membutuhkan biaya perawatan lebih dari dana subsidi, maka dapat dipersiapkan dari jauh hari.

Pemeriksaan antenatal care (ANC) atau sebelum persalinan.

  • 1 paket dengan maksimal 4 kali kunjungan yang dilakukan pada satu tempat sebesar Rp200.000,-
  • Pemeriksaan ANC dilakukan pada tempat yang berbeda sebesar Rp50.000,- per pemeriksaan kunjungan.

Proses persalinan normal.

  • Tenaga bidan sebesar Rp700.000,-
  • Tenaga dokter sebesar Rp 800.000,-
  • Persalinan normal membutuhkan tindakan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi) dari puskesmas sebesar Rp950.000,-.

Persalinan dirujuk ke faskes tingkat II.

  • Ibu hamil akan dikenakan subsidi berdasarkan kelas rumah sakit, regional rumah sakit, kelas perawatan, kepemilikan rumah sakit, dan tingkat keparahan kondisi ibu hamil.
  • Umumnya, ibu hamil tidak dikenakan biaya tambahan lagi jika sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Pemeriksaan postnatal care (PNC) atau setelah melahirkan.

  • Pelayanan dari puskesmas sebesar Rp175.000,-
  • Satu kali kunjungan ibu nifas ketiga dan satu kali kunjungan bayi baru lahir (usia 0-28 hari) ketiga sebesar Rp25.000,- per kunjungan.

Inilah beberapa persyaratan dan prosedur yang harus dipersiapkan jika ingin menggunakan fasilitas BPJS ibu hamil. Kebanyakan ibu hamil jarang menggunakan layanan pemeriksaan postnatal atau setelah melahirkan, padahal dapat ditanggung dengan BPJS kesehatan juga. Sekarang, Anda dapat memanfaatkan seluruh layanan BPJS kesehatan untuk ibu hamil tanpa perlu khawatir lagi dengan tingginya biaya melahirkan.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>