Hati-hati, Risiko Ini Bisa Membuat Cedera Tulang Kering

Salah satu bagian tubuh yang memiliki waktu penyembuhan paling lama jika mengalami cedera adalah bagian tulang kering. Setidaknya diperlukan waktu 4—6 bulan bagi Anda untuk bisa pulih jika mengalami cedera tulang kering tersebut. Pemulihan sempurna itu pun bisa dicapai jika Anda melakukan penanganan secara tepat.

cedera tulang kering

Memiliki waktu paling lama untuk sembuh dibandingkan tulang lainnya yang ada di tubuh, nyatanya cedera tulang kering termasuk kerusakan yang paling sering dialami seseorang. Mulai dari terjatuh sampai karena terlalu banyak aktivitas olahraga menjadi penyebab Anda mudah terkena cedera yang satu ini.

Cedera pada tulang kering akan semakin mudah menyerang Anda apabila ada sejumlah faktor risiko yang menyertai. Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang membuat Anda rentan terkena cedera yang memberikan kondisi nyeri di sepajang bagian depan dan dalam kaki di bawah lutut ini.

  1. Cedera Tulang Lain

Cedera pada tulang nyatanya bisa jadi menyebar. Ketika Anda sudah pernah merasakan cedera di salah satu bagian tulang kaki, bagian tulang kaki yang lain bisa lebih mudah mengalami cedera pula di kemudian hari. Bagi Anda yang pernah mengalami cedera tulang lain di bagian kaki, risiko untuk mengalami cedera tulang kering akan meningkat juga.

  • Kekurangan Nutrisi Tulang

Nutrisi yang membentuk kekuatan tulang adalah vitamin D serta kalsium. Kecukupan gizi untuk  dua nutrisi ini secara berturut-turut mencapai 600 IU dan 1.200 miligram. Kebutuhan tersebut cenderung akan bertambah semakin bertambahnya usia Anda. Hanya saja, angka kecukupan gizi tersebut sulit dicapai oleh kebanyakan orang. Alhasil, tulang menjadi menjadi lebih lemah dan Anda lebih berisiko terkena cedera di bagian-bagian seperti tulang kering maupun tulang lainnya.

  • Osteoporosis

Osteoporosis juga sangat mudah meningkatkan risiko terkena cedera tulang kering. Pasalnya, osteoporosis merupakan suatu kondisi merapuhnya tulang-tulang tertentu pada tubuh. Tidak terkecuali pada bagian tulang kering, bagian tersebut juga akan lebih rapuh dan mudah mengalami cedera ketika Anda terkena osteoporosis.

  • Telapak Kaki Datar

Telapak kaki datar nyatanya memunculkan banyak risiko cedera. Model telapak kaki ini juga sagat mudah meningkatkan risiko cedera tulang kering bagi Anda. Soalnya dengan model telapak kaki datar, Anda akan lebih mudah merasa lelah sampai lebih gampang terjatuh ketika menemui perubahan dataran di sekitar Anda.

  • Olahraga Berat

Orang-orang yang terlalu banyak berolahraga nyatanya memiliki risiko terkena cedera tulang kering dibandingkan mereka yang lebih senang berolahraga ringan. Dengan olahraga berat, beban kaki menjadi bertambah dan tidak memungkiri juga menimbulkan luka ataupun kerapuhan pada bagian tulang kering.

  • Obesitas

Berat tubuh yang terlalu berat menjadi risiko tersendiri bagi tulang-tulang di bagian kaki. Karena itulah, orang yang memiliki kelebihan berat badan signifikan alias obesitas akan lebih berisiko terkena cedera pada bagian tulang kering maupun tulang lainnya di kaki. Risiko ini diawali karena tulang-tulang tersebut terlalu lelah menanggung berat tubuh yang berlebih.

  • Gerakan Memutar

Berhati-hatilah bagi Anda yang sering melakukan gerakan mendadak ataupun memutar. Risiko terkena cedera tulang kering sangat tinggi mengintai Anda. Pasalnya, gerakan memutar membuat tulang kering mengalami “kaget” sehingga tidak jarang menimbulkan peradangan. Risiko terkait gerakan memutar ini rentan ada pada diri para atlet, seperti pemain sepakbola, tenis, sampai pemain ski.

  • Berjenis Kelamin Perempuan

Jenis kelamin juga berpengaruh pada tingkat risiko cedera pada tulang kering. Nyatanya perempuan memiliki tingkat risiko mengalami cedera tulang kering dibandingkan laki-laki. Alasannya karena pinggul perempuan lebih luas sehingga tulang kaki bagian atas lebih mudah masuk dan menusuk bagian lutut ke bawah. Gerakan yang sedikit salah pada akhirnya membuat tulang kaki bagian atas tersebut mencederai bagian tulang kering.

*** Mengetahui risiko terkait suatu penyakit bisa membuat Anda lebih waspada untuk menghindari penyakit tersebut. Termasuk ketika mengetahui risiko terkait cedera tulang kering, Anda bisa meminimalkan risiko yang Anda miliki guna terhindar dari cedera tulang yang penyembuhannya memerlukan waktu sampai setengah tahun tersebut.

Read More

Penyebab, Gejala hingga Cara Pengobatan Demam Kelenjar

Demam kelenjar (Glandular fever) adalah infeksi umum yang sering terjadi di kalangan remaja, mahasiswa, serta dewasa awal. Glandular fever ini biasanya disebabkan oleh virus Epstein-Barr, yang membuat sel darah putih dengan satu nukleus (monosit) dalam tubuh meningkat.

Biasanya demam kelenjar dikenal juga dengan istilah kissing disease karena ditularkan melalui ludah dan saat berciuman.

Demam kelenjar ini lebih mirip flu, tidak berbahaya dan biasanya sembuh dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Orang yang sudah sembuh biasanya akan menjadi kebal terhadap penyakit ini.

Penyebab Demam Kelenjar

Penyebab penyakit ini disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). Infeksi virus ini dapat terjadi bila seseorang terkena dan terpapar air liur penderita. Penularan ini bisa melalui ciuman, batuk, bersih, menggunakan peralatan makan bersama.

Namun, penyakit demam kelenjar tidak dengan mudah begitu saja menular kepada orang lain seperti flu. Selain dalam air liur, virus EBV ini juga terdapat dalam darah dan sperma penderita. Sehingga penularan juga bisa melalui donor darah, donor organ tubuh, atau melakukan aktivitas seksual.

Penyakit demam kelenjar ini dapat menginfeksi siapa saja, namun yang seringnya menyerang orang yang berusia 5-25 tahun.

Masa inkubasi virus EBV ini sekitar 4-6 minggu sebelum munculnya berbagai gejala. Inilah kenapa penderita tidak menyadari dirinya telah terserang virus ini. Bahkan dapat menular ke orang lain hingga 18 bulan setelah penderita sembuh.

Gejala Menderita Demam Kelenjar

Gejala dan tanda-tanda baru muncul sekitar 4-6 minggu setelah seseorang terinfeksi. Berikut beberapa gejala yang dapat muncul adalah:

  • Kelelahan
  • Demam
  • Amandel membesar
  • Muncul ruam kulit dan terasa gatal
  • Tenggorokan terasa nyeri, biasanya disalahartikan karena infeksi bakteri
  • Kepala terasa nyeri
  • Kelenjar getah bening membengkak di area sekitar leher dan ketiak
  • Organ limpa mengalami pembesaran dan pelunakan
  • Penyakit kuning

Mencegah Demam Kelenjar

Demam kelenjar ini hingga sekarang belum ditemukan vaksin pencegahannya. Bagi penderita demam ini, hindari mencium orang lain, berbagi makanan, menggunakan peralatan makan bersama, dan hal-hal lainnya yang dapat menularkan virus pada orang lain hingga benar-benar sembuh. Lalu, rajinlah mencuci tangan dan menutup mulut ketika bersin dan batuk agar penularan dapat dicegah.

Komplikasi Demam Kelenjar

Meskipun demam kelenjar tidak tergolong serius, namun penderita dapat mengalami komplikasi lain yang dipicu oleh demam kelenjar ini. Misalnya penderita bisa terserang infeksi sekunder di amandel (tonsilitis) atau bahkan sinusitis. Ada juga komplikasi lain yang jarang terjadi, namun dipicu oleh demam kelenjar, diantaranya adalah:

  • Hepatitis
  • Pembesaran limpa bahkan bisa robek
  • Otot jantung mengalami peradangan (miokarditis)
  • Penyumbatan saluran pernapasan akibat dari amandel yang membesar
  • Jumlah sel darah mengalami penurunan sehingga menjadi kurang darah
  • Mengalami gangguan pada sistem saraf, seperti ensefalitis, meningitis, serta sindrom Guillain-Barre.

Pengobatan untuk Demam Kelenjar

Sebenarnya, demam kelenjar ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Pasien disarankan untuk melakukan perawatan mandiri dalam kurun waktu tersebut untuk meredakan gejala. Berikut perawatan yang dapat dilakukan di rumah:

  • Beristirahat dengan cukup
  • Perbanyak konsumsi air putih
  • Berkumur-kumur dengan menggunakan air garam
  • Konsumsi makanan bergizi dan seimbang
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, misalnya paracetamol

Dengan beristirahat dengan maksimal saat mengalami demam kelenjar, akan mempercepat proses pemulihan. Jangan terburu-buru untuk kembali beraktivitas dan melakukan kerja berat. Tanya dokter dan berkonsultasilah kapan waktu yang tepat untuk mulai beraktivitas. Sebisa mungkin hindari konsumsi minuman beralkohol sebelum benar-benar sembuh. Sebab, demam kelenjar ini mengganggu fungsi hati.

Read More

Mengenal Listeria, Penyakit Akibat Bakteri di Makanan

Infeksi listeria, juga dikenal dengan sebutan listeriosis, adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes. Bakteri ini umumnya ditemukan di makanan seperti produk susu yang tidak dipasteurisasi, melon, sayur mentah, dan daging deli tertentu. Infeksi listeria bukanlah sebuah penyakit yang serius pada beberapa orang. Bahkan, kebanyakan orang tidak akan menunjukkan gejala dari infeksi tersebut. Selain itu, komplikasi kesehatan juga jarang ditemukan. Namun, bagi kebanyakan orang lainnya, infeksi listeria dapat menjadi sebuah kondisi yang mengancam nyawa. Perawatan infeksi listeria tergantung seberapa parah infeksi tersebut serta kesehatan keseluruhan seseorang. Dengan memastikan keamanan makanan yang akan dikonsumsi dapat membantu pencegahan serta mengurangi risiko Anda untuk menderita listeriosis.

Gejala infeksi listeria

Tanda-tanda atau gejala infeksi listeria yang paling umum dijumpai adalah demam, mual, diare, dan sakit otot. Bagi kebanyakan orang, gejala terasa ringan sehingga infeksi tidak diketahui. Gejala dapat muncul dalam waktu satu hingga tiga hari setelah Anda makan makanan yang terkontaminasi. Gejala yang paling ringan dari infeksi listeria mirip penyakit flu, yang dibarengi dengan diare serta demam. Beberapa orang tidak merasakan gejala pertama hingga setelah beberapa hari atau minggu setelah paparan terjadi.

Gejala-gejala tersebut akan terus ada hingga infeksi benar-benar hilang. Bagi mereka yang didiagnosa menderita infeksi listeria, perawatan menggunakan antibiotik akan direkomendasikan. Ada risiko komplikasi pada sistem saraf, jantung, dan aliran darah. Infeksi ini khususnya sangat berisiko pada ibu hamil, orang yang berusia lebih dari 65 tahun, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Dalam beberapa kasus tertentu, infeksi listeria dapat menyebar di luar usus. Infeksi lebih lanjut ini, yang dikenal dengan sebutan listeriosis invasif, dapat menyebabkan gejala yang lebih parah seperti sakit kepala, bingung, leher kaku, perubahan kewaspadaan, hilangnya keseimbangan dan sulit berjalan, serta kejang. Komplikasi kondisi ini termasuk meningitis bakteri, infeksi pada katup jantung (endocarditis), dan sepsis. Anda akan diminta untuk menjalani rawat inap di rumah sakit apabila memiliki infeksi yang serius karena kondisi tersebut dapat mengancam nyawa.

Apabila Anda sedang hamil, Anda mungkin tidak akan menunjukkan banyak gejala, atau gejala dalam bentuk ringan sehingga Anda tidak menyadari memiliki infeksi tersebut. Infeksi listeria pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran dan kelahiran mati. Apabila bayi selamat pasca persalinan, mereka dapat menderita infeksi serius pada otak dan darah yang akan membutuhkan perawatan lebih lanjut dan penggunaan antibiotik.

Penyebab infeksi listeria

Listeriosis terjadi setelah Anda melakukan kontak langsung dengan bakteri Listeria monocytogenes. Umumnya, orang-orang melakukan kontak dengan bakteri ini setelah memakan makanan yang terkontaminasi. Bayi yang baru lahir juga dapat tertular dari ibu. Bakteri listeria hidup di tanah, air, dan kotoran hewan. Bakteri ini juga dapat hidup di makanan, alat-alat produksi makanan, dan ruangan pendingin makanan. Infeksi listeria umumnya disebarkan lewat:

  • Daging-daging olahan, seperti daging deli, hot dog, dan makanan laut asap yang dibekukan
  • Produk susu yang tidak dipasteurisasi, termasuk susu dan keju lunak
  • Beberapa produk susu olahan seperti es krim
  • Buah dan sayur mentah

Bakteri listeria tidak akan mata pada lingkungan dingin lemari es atau freezer, meskipun mereka tidak akan berkembang biak dengan cepat pada lingkungan tersebut. Namun, bakteri ini akan mati pada kondisi yang panas. Memasak makanan hingga suhu lebih dari 73.8 derajat Celsius dapat membunuh bakteri listeria tersebut.

Read More

Hindari Stres agar Tak Terserang Iskemia Jantung

Jantung adalah organ vital manusia. Keberadaannya di dalam tubuh manusia memungkinkan terjadinya sirkulasi darah, dan selanjutnya termasuk oksigen pula. Namun, jantung merupakan organ yang mudah terserang penyakit, salah satunya iskemia.

Iskemia berkaitan dengan sitem aliran darah. Jantung yang terkena iskemia sangat mungkin tak mendapat pasokan atau suplai darah. Penyebab utamanya adalah sumbatan pada pembuluh darah arteri koroner yang menyuplai oksigen untuk otot jantung. Namun, tahukah Anda jika iskemia jantung juga bisa dipicu oleh stres?

Beberapa penilitian yang digelar oleh tenaga medis didapatkan kenyataan bahwa stres dapat membahayakan setidaknya 70% orang dengan penyakit jantung. Artinya, tujuh dari 10 orang yang memiliki penyakit jantung dapat mengalami episode aliran darah yang tidak memadai ke jantung ketika mereka mengalami stres.

Dalam dunia medis, iskemia jantung atau biasa disebut iskemia miokardium, yang dipicu oleh stres adalah iskemia tekanan mental. Stres, baik emosional maupun mental, bekerja dengan cara yang sama seperti aliran darah yang tidak memadai yang disebabkan oleh stres fisik. Hal ini juga kemungkinan dapat memicu serangan jantung.

Seorang profesor kedokteran di Harvard Medical School dan Brigham and Women’s Hospital, Dr. Peter Stone, menjelaskan bahwa efek fisiologis dari tekanan mental membuat jantung membutuhkan lebih banyak oksigen, akan tetapi karena arteri tersumbat, maka jantung tidak mendapatkannya. Kondisi itulah yang memungkinkan iskemia miokardium atau iskemia jantung terjadi.

Selain itu, tekanan emosional atau mental juga dapat menyebabkan vasokonstriksi atau kondisi di mana arteri koroner mengalami sedikit kejang dan tidak memberikan aliran darah yang cukup ke otot jantung.

  • Waspada! Iskemia Jantung Merupakan Silent Killer

Jantung yang tidak mendapat pasokan darah dan/atau okesigen yang cukup akan menyebabkan kematian sel otot jantung dan berujung pada serangan jantung. Selain itu, iskemia jantung juga dapat menyebabkan gangguan irama jantung yang akan memengaruhi pompa jantung. Jika pompa jantung menjadi tidak normal, maka darah tidak dapat mengalir dengan normal ke seluruh tubuh. Keadaan ini disebut gagal jantung.

Masalahnya, iskemia jantung yang dipicu oleh stres ini berpotensi besar menyebabkan kondisi berbahaya dan kritis secara tiba-tiba. Pasalnya, banyak orang yang tidak sadar bahwa mereka tengah diintai oleh sebuah bahaya. Hal ini berkaitan dengan tidak ada gejala atau perasaan khusus yang mungkin bisa menjadi tanda.

Sebagai contoh, jika saat berolahraga dan seseorang merasakan seseuatu yang tidak nyaman di dada, mereka biasanya tahu bahwa sedang ada yang tidak beres dan biasanya mereka akan memperlambat (olahraga) dan berhenti. Berbeda dengan stres yang tidak mendapatkan gejala yang dapat menyuruh seseorang untuk berhenti.

Jika seseorang dengan penyakit arteri koroner mengalami tekanan emosional sehingga menyebabkan orang tersebut stres, maka bisa jadi orang tersebut kemungkinan bersar mengalami iskemia miokardium.

Meski begitu, ketika kondisi tersebut benar-benar terjadi, ada beberapa tanda umum yang bisa dijadikan sebagai peringatan, yakni tekanan atau nyeri pada dada, biasanya di sisi kiri tubuh (angina pectoris).

Kondisi-kondisi seperti nyeri leher atau rahang, nyeri bahu atau lengan, jantung berdetak cepat, napas pendek, mual hingga muntah, berkeringat, hingga merasakan kelelahan yang amat sangat, itu juga bisa menandakan bahwa seseorang kemungkinan menderita iskemia jantung/

Jika seseorang mengalami gejala iskemia jantung atau miokardium yang berlangsung selama lebih dari 5 menit, segera hubungi dokter. Karena, seseorang mungkin akan mengalami serangan jantung dan berujung pada situasi yang gawat.

Read More

Memilih Makanan untuk Dikonsumsi Saat Hamil Satu Bulan

Pada masa kehamilan, konsumsi makanan bernutrisi tinggi menjadi suatu hal yang jauh lebih krusial dibanding masa lainnya. Untuk menjaga kesehatan janin, ibu hamil perlu memperhatikan jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi sejak dini, khususnya pada masa hamil 1 bulan.

Pola makan yang tidak benar di masa awal kehamilan akan berdampak besar bagi kondisi janin yang baru berkembang. Oleh sebab itu, penting bagi ibu hamil untuk mengenali jenis-jenis gizi yang penting bagi janin serta macam-macam makanan yang harus dihindari.

Nutrisi yang diperlukan pada masa hamil satu bulan

Memasuki bulan pertama kehamilan, ibu hamil bisa mencoba untuk mengonsumsi makanan dengan variasi yang beragam setiap harinya. Konsumsilah buah-buahan serta sayur-sayuran berwarna dari sumber organik apabila memungkinkan.

Secara garis besar, nutrisi yang paling penting bagi kesehatan janin pada masa awal kehamilan adalah:

  • Folat

Folat merupakan sumber gizi yang tergolong sebagai salah satu dari lima nutrisi utama yang penting bagi ibu hamil. Nutrisi ini sangat dianjurkan untuk dikonsumsi pada enam minggu pertama kehamilan. Konsumsi folat yang cukup mampu membantu mengurangi resiko neural tube defect (NTD), yaitu kondisi kelainan sistem saraf pada bayi.

Folat bisa didapatkan melalui kacang-kacangan dan biji-bijian serta sayuran daun berwarna hijau gelap. Selain itu, biasanya ibu hamil juga akan mendapatkan suplemen asam folat khusus dari dokter. Mengonsumi folat melalui obat-obatan dan makanan secara bersamaan akan membantu tubuh untuk meresap asam folat dengan lebih baik.

  • Vitamin B6

Di tengah masa hamil satu bulan, sering kali ibu hamil mengalami mual dan morning sickness. Konsumsi vitamin B6 dapat membantu mengatasi kondisi ini.

Vitamin B6 berguna untuk membantu tubuh dalam menyimpan dan menggunakan energi yang diperoleh dari makanan. Selain itu, vitamin ini juga membantu meningkatkan pertumbuhan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Makanan dengan kandungan vitamin B6 dapat ditemukan dalam daging unggas, telur, susu, kentang, dan sereal gandum seperti oatmeal.

  • Zat besi

Sama seperti folat, zat besi juga termasuk sebagai satu dari lima nutrisi terpenting bagi ibu hamil. Zat besi dapat membantu sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh dengan lancar. Kekurangan zat besi akan berdampak pada berbagai kelainan atau penyakit darah yang berbahaya bagi pertumbuhan janin. 

Zat besi bisa diperoleh melalui konsumsi daging, kacang-kacangan, buah-buahan kering, serta sayuran daun berwarna hijau gelap.

Makanan yang sebaiknya dihindari selama masa hamil satu bulan

Selain memahami jenis-jenis nutrisi yang penting bagi janin, ibu hamil juga perlu mengenali macam-macam makanan yang sebaiknya dihindari selama masa kehamilan. Secara khusus, di tengah masa hamil satu bulan, ibu hamil sebaiknya menghindari makanan:

  • Seafood

Beberapa jenis seafood memiliki kandungan yang cukup baik bagi ibu hami. Akan tetapi, sebagian besar seafood mempunyai efek negatif bagi janin apabila dikonsumsi di masa awal kehamilan.

Seafood memiliki kandungan merkuri yang tinggi. Kandungan ini bisa berdampak pada kerusakan otak janin dan perkembangan yang terhambat. Secara khusus, seafood yang paling harus dihindari di bulan pertama kehamilan adalah salmon, tuna, kerang mentah, dan sarden.

  • Telur dan daging mentah atau setengah matang

Ibu hamil tidak dianjurkan untuk mengonsumsi telur dan daging yang dimasak setengah matang. Makanan setengah matang beresiko menyebabkan kerusakan serius pada perkembangan janin karena adanya penumpukan bakteri salmonela dan listeria. Sebaiknya, konsumsilah telur dan daging yang sudah dimasak sampai matang karena memiliki gizi yang lebih bermanfaat bagi bayi.

Itulah beberapa jenis nutrisi yang perlu dikonsumsi dan makanan yang perlu dihindari pada masa hamil satu bulan. Konsultasikan juga jenis-jenis makanan yang Anda konsumsi dengan dokter kandungan untuk mencegah kerusakan pertumbuhan pada janin.

Read More

Memanfaatkan Air Akar Wangi untuk Merawat Kulit Wajah

Akar wangi umumnya dikenal sebagai ‘Khus’. Pada dasarnya, akar wangi merupakan jenis rumput yang berasal dari India. Bagian yang paling berguna dari akar wangi adalah akarnya. Pasalnya, ia mampu menguarkan aroma yang membuat nyaman indera penciuman, utamanya.

Akar wangi juga memiliki sifat antiseptik yang membantu menghentikan pertumbuhan bakteri tertentu. Komponen cicatrizing mempercepat hilangnya bekas luka pada kulit, menghentikan infeksi kulit dan membantu menyembuhkan luka-luka itu dengan cepat.

Oleh karena itu, tak salah lagi jika akar wangi juga memiliki manfaat dalam hal kesehatan dan kecantikan kulit. Berikut di antaranya:

  • Melembabkan Kulit:

Minyaknya memberikan nutrisi pada kulit sekaligus berfungsi untuk melembabkan dan mengatasi kulit kering.

  • Mengencangkan:

Akar wangi membantu kulit terlihat lebih kencang dan awet muda.

  • Melindungi Kulit

Seperti kebanyakan minyak nabati, akar wangi mengandung antioksidan yang membantu melindungi kulit dari radikal bebas dan polusi.

  • Aromanya Dapat Merileksan Kulit:

Aroma akar wangi dapat membantu meringankan pikiran. Itu adalah salah satu efek samping yang menyenangkan saat menggunakan produk perawatan kulit dari akar wangi.

  • Anti Aging:

Semua kandungan yang dimiliki menjadikan akar wangi sebagai tambahan yang sempurna untuk formula anti-penuaan, sekaligus melembabkan kulit secara maksimal.

Anda dapat memanfaatkan akar wangi menjadi produk kecantikan atau make up setelah mengubahnya menjadi bentuk yang lain. Nah, akar wangi bisa digunakan sebagai:

  • Facial Mist

Air akar wangi dapat digunakan sebagai toner untuk menyegarkan kulit Anda dalam cuaca panas dan lembab ini. Aromanya yang segar dan menenangkan membantu menenangkan kulit Anda di hari yang penuh dengan tekanan.

  • Masker Wajah

Air akar wangi memiliki sifat dingin, yang akan bekerja seperti magic pada kulit Anda, menjadikannya lembut, kenyal, dan bening. Ambil dua sendok makan bubuk cendana dan campur dengan air akar wangi. Oleskan ke seluruh wajah dan leher Anda. Biarkan selama beberapa menit dan cuci bersih.

Masker ini akan menyembuhkan jerawat Anda dan merawat kulit Anda yang rusak karena sinar matahari. Selain itu air akar wangi juga akan meremajakan sel-sel kulit Anda dan membuat kulit terasa halus.

  • Mousturizer

Kulit kita dapat mengalami dehidrasi secara amat cepat lantaran cuaca panas di luar. Akar wangi terkenal karena kapasitas penampung airnya yang tinggi. Oleh karena itu, ia bekerja sangat baik pada kulit kering dan dehidrasi. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menyemprotkan air akar wangi ketika Anda merasa kulit Anda terlihat kusam, lelah, dan dehidrasi.

  • Sebagai Exfoliator atau Scrub

Akar wangi ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagi scrub untuk meregenerasi kulit. Scrub akar wangi dapat membantu menghilangkan sel-sel kulit mati dengan mudah tanpa menyebabkan kulit kasar. Untuk memakainya, pastikan untuk merendamnya dalam air selama beberapa menit. Anda pasti akan menyukai aroma yang menyenangkan dari air akar wangi tersebut.

Bagaimana Cara Membuat Air Akar Wangi?

Nah, setelah mengetahui manfaat dan kegunaan apa saja yang bisa diandalkan dari akar wangi, kita mungkin saja mulai tertarik untuk mencoba manfaatnya. Anda bisa mulai dengan membuat air akar wangi.

Cara ini cukup sederhana, dan Anda bisa membuatnya di rumah. Yang Anda butuhkan hanyalah akar akar wangi, wadah, beberapa irisan lemon dan air.

  • Tempatkan beberapa akar wangi di bagian wadah yang telah disiapkan.
  • Isi setengah dari wadah tersebut dengan air matang dan sisanya dengan air dingin.
  • Biarkan selama beberapa jam.
  • Kemudian, tambahkan beberapa irisan lemon ke dalam air.
  • Simpan pada botol semprot dan siap digunakan.

***

Sebagai tanaman yang memiliki manfaat bagi manusia atau biasa disebut herbal. Akar wangi, memiliki kriteria yang cukup meyakinkan. Selain begitu aman ketika digunakan, tidak beracun, tidak menyebabkan kepekaan, dan tidak menyebabkan iritasi, akar wangi seakan menjadi tanaman yang serba lengkap.

Read More

Meski Terdengar Sama, Bronkiektasis dan Bronkitis Amat Berbeda

Pelebaran dan penebalan pada bronkus (bronkiektasis) dapat mengakibatkan penyumbatan saluran napas.

Masalah yang terjadi di saluran pernapasan manusia begitu beragam. Ada banyak jenis dan macamnya. Namun, satu yang pasti hampir semuanya bisa membuat penderitanya tak dapat hidup dengan tenang. Seperti contohnya mereka yang menderita bronkiektasis dan bronkitis.

Sebenarnya apa sih bronkiektasis dan bronkitis tersebut? Mengapa bisa dikatakan orang yang mengidap penyakit tersebut amat menderita? Dan apakah keduanya sama atau justru berbeda? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dijawab di artikel ini.

  • Yang Perlu Diketahui Terkait Bronkitis

Bronkitis adalah penyakit yang terjadi ketika terdapat peradangan di saluran pernapasan, utamanya trakea (batang tenggorokan) dan bronkus. Bronkitis dimulai dengan batuk, lalu menghasilkan dahak. Sering juga penderita bronkitis merasakan sakit di dada, sesak, hingga memicu dispnea. 

Umunya, salah satu gangguan pernapasan ini terjadi hasil dari infeksi virus, terutama yang terkait dengan influenza tipe A dan B, serta rhinovirus. Ada jenis virus lain yang juga dapat menyebabkan bronkitis, termasuk parainfluenza dan coronavirus. 

Kebiasaan seperti merokok dapat meningkatkan kemungkinan terserang bronkitis karena dapat memiliki penyakit fibrosis kistik. Selain itu, memiliki beberapa jenis penyakit seperti influenza atau cystic fibrosis adalah faktor risiko untuk mendapatkan bronkitis seperti halnya para perokok

Seorang dokter dapat mendiagnosis bronkitis pada seseorang dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mencatat gejalanya. Mendengarkan dada dan melakukan rontgen dada juga membantu mendapatkan gambaran pasti mengenai kondisi seseorang.

Umumnya, kondisi ini diobati secara simtomatis dengan obat penghilang rasa sakit dan obat bronkodilator seperti albuterol yang membantu mengatasinya. Kondisi biasanya berlangsung selama lebih dari seminggu dan bahkan mungkin memakan waktu hingga 21 hari bagi seseorang untuk sembuh dari bronkitis. Bronkitis akut pada akhirnya dapat menyebabkan pneumonia jika tidak diobati.

  • Mengenal Bronkiektasis

Mungkin istilah dari salah satu penyakit pernapasan ini tidak sepopuler bronkitis. Bronkiektasis dapat dipahami sebagai kondisi di mana saluran napas yang bernama bronkus rusak. Kerusakan itu memicu pertumbuhan bakteri dan lendir yang pada tahap selanjutnya akan menyebabkan infeksi.

Penderita bronkiektasis akan merasakan batuk menerus disertai dengan dahak. Banyak penderita bronkiektasis yang juga mengalami kesulitan bernapas dan menderita demam. Penyakit ini dapat disebabkan oleh aspergillosis bronkopulmonalis alergi, fibrosis kistik, dan masalah dengan silia dan penyakit jaringan ikat. Dalam beberapa kasus bronkiektasis fokal, penyebabnya diduga pneumonia.

Kondisi ini dapat terjadi pada satu atau beberapa tempat di paru-paru, atau bahkan menyerang seluruh bagian paru-paru. Dokter biasanya akan melakukan CT Scan untuk mendapat gambaran diagnosis yang akurat.

Bronkiektasis yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kematian. Oleh karenanya, setelah mendapat diagnosis, dokter akan langsung meresepkan beberapa obat untuk membantu tubuh melawan masalah tersebut.

  • Beberapa Perbedaan antara Bronkiektasis dan Bronkitis

Terdapat sesuatu yang mencolok sehingga terlihat jelas perbedaan dari dua kondisi “kelainan” di saluran pernapasan tersebut, di antaranya:

  • Bronkitis tidak mengubah atau mempengaruhi bentuk atau struktur bronkus. Sementara bronkiektasis cenderung mengubah atau mempengaruhi bentuk atau struktur bronkus secara permanen.
  • Penyebab bronkitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus seperti yang disebabkan oleh influenza A atau B, parainfluenza, atau coronavirus. Adapun bronkiektasis disebabkan oleh infeksi bakteri seperti pneumonia atau infeksi kronis seperti cystic fibrosis, alergi bronkopulmonalis aspergillosis, dan HIV.
  • Faktor risiko bronkitis: Merokok, terserang flu, berbagai virus, dan fibrosis kistik. Faktor risiko bronkiektasis: memiliki cystic fibrosis, HIV, atau alergi bronchopulmonary aspergillosis.
  • Bronkitis bisa didiagnosis dengan pemeriksaan fisik dan rontgen dada. Bronkiektasis didiagnosis dengan melihat CT scan resolusi tinggi pada dada.

Dapat dipahami bahwa kedua gangguan pernapasan, baik bronkiektasis maupun bronkitis, itu sama-sama menyerang tabung bronkial atau biasa dikenal dengan bronkus. Meski bronkiektasis lebih berbahaya ketimbang bronkitis, tetapi dua jenis penyakit pernapasan ini sama-sama bisa diobati dengan obat penghilang rasa sakit dan obat bronkodilator.

Read More

Memahami Neurologi, Ilmu Tentang Saraf Manusia

Ketika Anda memiliki keluhan sering kesemutan atau ada bagian tubuh yang mati rasa, mungkin Anda akan dirujuk kepada dokter spesialis neurologi. Bidang ini merupakan cabang ilmu khusus yang terkait sistem saraf manusia.

Kesemutan atau mati rasa hanya beberapa gejala yang menandakan potensi adanya gangguan saraf. Sistem saraf manusia sangat kompleks dan berperan penting dalam mengatur koordinasi atau gerak tubuh.

Secara umum, sistem saraf manusia terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer. Otak dan sumsum tulang belakang merupakan bagian dari sistem saraf pusat. Sedangkan, sistem saraf perifer mencakup seluruh elemen di sekujur tubuh, termasuk di antaranya mata, telinga, kulit, dan berbagai reseptor sensorik lainnya.

Ketika ada bagian dari sistem saraf yang terganggu, maka Anda perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis neurologi atau dokter spesialis saraf, sebagian menyebutnya sebagai neurologis. Mungkin di antara Anda ada yang bertanya-tanya, penyakit seperti apa sebetulnya yang perlu dikonsultasikan kepada neurologis?

Dokter spesialis neurologi dan penyakit yang ditangani

Sesuai dengan namanya, segala hal yang terkait dengan neurologi atau sistem saraf merupakan cakupan keahlian dokter spesialis ini. Artinya, Anda dapat berkonsultasi dengan neurologis saat ada masalah dengan otak, sumsum tulang belakang, maupun saraf perifer.

Sebagai contoh, bila Anda mengalami gangguan koordinasi, kelemahan otot, merasa linglung, sering merasa kebas atau kesemutan, sering merasa sakit kepala, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis neurologi. Atau ketika Anda mengalami gangguan penglihatan, penciuman, atau peraba juga dapat berkonsultasi dengan neurologis.

Apa saja sebetulnya yang akan dilakukan oleh dokter ahli neurologi? Secara umum, dokter spesialis neurologi atau saraf akan memeriksa kekuatan dan refleks tubuh, memeriksa fungsi koordinasi tubuh, memastikan indera peraba Anda masih berfungsi, memeriksa kemampuan Anda berbicara, hingga memeriksa kondisi kesehatan mental Anda.

Selain tanda dan gejala di atas, ada beberapa penyakit lain yang secara khusus ditangani oleh dokter ahli neurologi, antara lain penyakit stroke, epilepsi, sakit kepala atau migrain yang parah, kelainan pola tidur, penyakit parkinson, penyakit alzheimer, neuropati perifer, penyakit-penyakit neuromuscular, infeksi pada sistem saraf, hingga kasus tumor atau kanker otak.

Tindakan yang identik dengan neurologi

Dalam menegakkan diagnosis, dokter ahli neurologi kadang perlu dukungan data yang diperoleh dari prosedur-prosedur medis tertentu. Tindakan atau prosedur medis yang direkomendasikan oleh dokter tentu sangat bergantung pada gejala yang dialami pasien. Satu pasien dengan pasien lainnya mungkin berbeda.

Berikut ini beberapa tindakan yang sangat berkaitan dengan neurologi:

Pungsi lumbar

Tindakan ini biasanya dilakukan untuk memeriksa cairan sumsum tulang belakang. Pungsi lumbar  merupakan prosedur neurologi yang dilakukan untuk mengambil cairan sumsum tulang belakang.

Pasien akan diberikan bius lokal terlebih dahulu, sebelum tindakan dilakukan. Pengambilan cairan sumsum tulang belakang ini dilakukan dengan menggunakan jarum khusus.

Tes tensilon

Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada pasien yang menderita miastenia gravis. Dokter ahli neurologi akan melihat reaksi otot pasien setelah disuntikkan cairan obat yang disebut Tensilon.

Elektromiografi (EMG)

EMG merupakan alat yang dapat memeriksa aktivitas kelistrikan antara sistem saraf pusat dengan sistem saraf perifer. Dengan pemeriksaan ini, kelainan neurologi secara keseluruhan dapat diperiksa.

Sebelum menjalani prosedur EMG, pasien biasanya perlu minum obat pengencer darah. Beberapa pasien merasa tidak nyaman saat menjalani pemeriksaan ini, sebab ada alat khusus yang ditusukkan ke dalam otot.

Elektroensefalografi (EEG)

Berbeda dengan EMG, pemeriksaan EEG lebih spesifik mendeteksi aktivitas kelistrikan pada otak. Ada elektroda yang ditempelkan di kepala pasien untuk mengetahui ada atau tidaknya peradangan, tumor, atau cedera otak, hingga gangguan psikiatrik serta mencari penyebab dari kejang yang sering dialami pasien.

Read More

Cara Membuat Scrub Bibir untuk Bibirmu Lebih Lembut

Cara membuat scrub bibir tidak sulit dan mudah dilakukan

Bibir merupakan bagian muka yang memiliki daya tarik tersendiri. Maka dari itu, kamu perlu melakukan scrub bibir agar bibirmu memiliki daya tarik yang kuat. Apalagi jika kamu sering memakai lipstik, bibirmu akan terlihat pecah-pecah. Kulit luar pada bibir adalah hasil produksi ulang sel di bagian luar atau bagian basal epidermis. Sel akan muncul ke lapisan luar dan menghasilkan protein yang disebut sebagai keratin, biasanya ini terjadi ketika sel sudah matang. Keratin mengeras untuk melindungi mulut dari elemen yang panas maupun dingin. Kulit bibir rentan terhadap kedua elemen tersebut karena kulit bibir tipis. Akibatnya bibir menjadi kasar, pecah-pecah dan perih.

Memberikan krim atau gel kasar yang kita sebut sebagai scrub – yang teksturnya menyerupai pasir – menjadi solusi untuk kulit bibir yang bermasalah. Fungsi scrub pada bibir sama dengan fungsi scrub pada tubuh. Krim berpasir tersebut jika digosokkan pada bibir akan mengelupaskan lapisan luar bibir kamu. Biasanya scrub bibir akan dibuat manis, agar terasa nyaman, dan tak masalah jika tertelan, karena bahan-bahan yang digunakan pun aman.

Adapun keuntungan yang didapatkan saat menggunakan scrub bibir ialah kulit mati di bibir kamu akan terangkat, sehingga lapisan keras pada bibir hilang digantikan dengan lapisan baru yang terasa lembut, halus dan kenyal. Jika kamu memakai lipstik matte, pecah-pecah pada bibir kamu akan sedikit tersamarkan, yang tertinggal hanya garis-garis halus bibir. Kosmetik bibir seperti lipstik, lip liner, dan lip gloss yang kamu pakai juga akan tahan lama. Tidak perlu khawatir bibir kamu akan terasa kering setelah melakukan scrubbing karena faktanya bibir kamu akan terasa lebih lembab, dan dapat menyerap pelembab lebih lama.

Lalu, bagaimana cara membuatnya? Berikut bahan-bahan dan langkah-langkah yang harus disiapkan untuk membuat scrub bibir.

Bahan-bahan:

  • Satu sendok makan gula pasir
  • Beberapa tetes madu (sampai gula dan madu bercampur menjadi gumpulan yang pas untuk dijadikan scrub) atau tambahkan sedikit minyak zaitun atau minyak kelapa
  • Sedikit tetes vanilla (untuk menambah rasa harum, walaupun hal ini tidak diperlukan)

Cara membuatnya:

  • Campurkan satu sendok makan gula pasir dengan madu secukupnya. kamu bisa mencobanya dulu dengan sekitar satu sendok makan madu. Tambahkan minyak zaitun atau minyak kelapa, dan vanilla kalau mau.
  • Aduk hingga gumpalan terasa menggumpal dan kasar seperti pasir, dan tidak encer.
  • Gosokkan pada bibir kamu sampai kamu merasa kulit bibir yang kasar dan keras mengelupas. Jika sudah terasa, biarkan selama satu menit. Setelah itu, keringkan bibir dengan handuk basah. Oleskan lip balm pada bibir kamu untuk meringankan rasa perihnya

Sebagai bahan tambahan, kamu juga bisa menambahkan ½ sendok makan petroleum jelly yang dapat ditemukan pada beberapa produk pelembab bibir, agar terasa lebih melembabkan. Apalagi petroleum jelly mengandung campuran parafin, lilin (wax) mikrokristalin, dan mineral oil. Petroleum jelly dapat mencegah tubuh kehilangan air melalui kulit, sehingga kulit menjadi kering, dengan kata lain menjaga kelembaban kulit. Penemunya sendiri, Robert Augustus Cheeseborough – seorang ahli kimia abad 19, menjadikan petroleum jelly sebagai ramuan alami untuk lecet-lecet pada kulit.

Untuk melakukan scrub bibir, bias kamu lakukan sekali dalam seminggu. Sebaiknya kamu melakukannya saat menjalani rutinitas menggosok gigi pada malam hari sebab setelah memberikan scrub, kamu direkomendasikan untuk memberikan pelembab bibir agar terasa nyaman dan meringankan rasa perih pada bibir kamu.

Demikian info mengenai scrub bibir. Semoga menambah wawasanmu.

Read More

Operasi Sinus Mungkin Tidak Selalu Dibutuhkan

Sinus adalah salah satu bagian dalam serangkaian anatomi hidung manusia. Ia semacam rongga pada tulang wajah yang terdapat di area hidung. Ada satu kondisi kesehatan yang mengakibatkan terjadinya peradangan di sinus, itu disebut sinusitis. Kondisi itu kadang memaksa penderitanya harus melakukan prosedur operasi sinus.

Kondisi sinusitis menyebabkan mukosa yang melapisi sinus membengkak sehingga menghambat pengaliran lendir ke hidung dan tenggorok, akhirnya menimbulkan hidung tersumbat. Sinusitis akan membuat penderitanya amat terganggu lantaran kondisi itu membuat fungsi sinus tak maksimal. Pasalnya, sinus berfungsi untuk menghangatkan atau melembabkan udara yang dihirup, membantu pengaturan tekanan intranasal, berperan dalam pertahanan tubuh, meringankan tengkorak, hingga memberikan resonansi suara.

Gangguan yang dirasakan menjadi pendorong yang kuat bagi seseorang untuk memutuskan menjalani operasi sinus. Padahal, tak semua sinusitis harus diselesaikan melalui jalan operasi. Sinusitis umumnya dapat diobati dengan pemberian antibiotik (bila disebabkan oleh infeksi bakteri) dan pelega napas (dekongestan). Pada beberapa kasus dapat pula diberikan steroid sebagai antiradang dan juga obat-obatan antinyeri lainnya. Selain itu, rutin melakukan cuci hidung menggunakan larutan air garam juga membantu mengatasi sinusitis.

Kriteria Seseorang Harus Melakukan Operasi Sinus

Bila sinusitis tidak mengalami perbaikan setelah pemberian obat yang memadai dan rutin melakukan cuci hidung, barulah operasi bisa menjadi pilihan terapi. Selain itu, operasi sinus baru benar-benar dibutuhkan oleh mereka yang telah sampai pada tahap:

  • Sinusitis kronis yang tidak membaik setelah terapi yang memadai;
  • Sinusitis kronis disertai kelainan struktur, contoh septum deviasi (tulang hidung bengkok);
  • Sudah cukup parah dan menyebabkan komplikasi ke mata (kebutaan), otak (abses otak atau penumpukan nanah di otak), telinga (radang telinga), tenggorokan dan bronchitis;
  • Adanya polip hidung;
  • Adanya komplikasi sinusitis, seperti meningitis, abses otak, atau infeksi ke tulang di sekitar sinus;
  • Pada sinusitis kronik yang menimbulkan kista;
  • Sinusitis yang disebabkan oleh jamur.

Adapun operasi sinus pada kenyataannya tidak dapat dijadikan patokan untuk seseorang terbebas dari masalah sinusitis. Sebab, sinusitis merupakan kondisi kesehatan kambuhan atau bisa kembali sewaktu-waktu bila faktor-faktor terjadinya tercukupi.

Penyebab Kegagalan Operasi Sinus

Seseorang biasanya akan menemui “kegagalan” dari prosedur operasi sinus yang telah dilewatinya lantaran hal-hal seperti:

  • Tidak adanya perawatan pasca-operasi;
  • Pengobatan pada penderita alergi yang kurang baik;
  • Kembali terpapar oleh faktor-faktor penyebab, seperti debu di ruangan dan kain atau ruangan yang dingin.

Jika sudah demikian, artinya orang yang menjalani operasi sinus akan mendapatkan bermacam kerugian, mulai dari tenaga, materi, hingga waktu yang dimilikinya. Belum lagi jika ditengok dari risiko yang mungkin didapat sepanjang melakoni prosedur operasi sinus tersebut.

Risiko di Balik Prosedur Operasi Sinus

Meski jarang terjadi, tetapi kemungkinan akan risiko yang didapat pasien tetap ada. Risiko-risiko tersebut antara lain:

  • Perdarahan: Pendarahan adalah salah satu risiko paling umum dari sebuah prosedur operasi, termasuk operasi sinus. Oleh karena itu, pastikan Anda menjalankan prosedur tersebut di tempat dan/atau dengan tenaga ahli yang kompeten di bidangnya.
  • Gangguan penglihatan: Pernah ada laporan bahwa seseorang mengalami gangguan penglihatan setelah operasi sinus. Kemungkinan itu tentu amat mengerikan jika menimpa diri kita.
  • Kehilangan kemampuan penciuman: Kehilangan kemampuan penciuman sementara maupun permanen bisa saja terjadi setelah operasi sinus.
  • Kebocoran cairan otak (CSF leak): Semua jenis operasi sinus berpeluang untuk menimbulkan terjadinya kebocoran cairan yang mengelilingi otak (CSF). Kebocoran CSF dapat mengakibatkan terjadinya infeksi di otak hingga terjadi meningitis (radang otak).
  • Risiko lain: Pasien bisa pula mengalami mati rasa atau merasa tidak nyaman pada gigi untuk jangka waktu tertentu. Pembengkakan, memar, atau mati rasa sementara pada bibir dan perubahan suara juga dapat terjadi.

***

Dengan kenyataan tersebut menjadi amat penting bagi seorang penderita sinusitis untuk mengetahui secara menyeluruh terkait kondisi yang dialaminya sebelum membuat keputusan melakukan operasi sinus. Konsultasi dengan dokter terkait (THT) menjadi prosedur wajib sebelum operasi dilakukan.

Read More