Memahami Neurologi, Ilmu Tentang Saraf Manusia

Ketika Anda memiliki keluhan sering kesemutan atau ada bagian tubuh yang mati rasa, mungkin Anda akan dirujuk kepada dokter spesialis neurologi. Bidang ini merupakan cabang ilmu khusus yang terkait sistem saraf manusia.

Kesemutan atau mati rasa hanya beberapa gejala yang menandakan potensi adanya gangguan saraf. Sistem saraf manusia sangat kompleks dan berperan penting dalam mengatur koordinasi atau gerak tubuh.

Secara umum, sistem saraf manusia terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer. Otak dan sumsum tulang belakang merupakan bagian dari sistem saraf pusat. Sedangkan, sistem saraf perifer mencakup seluruh elemen di sekujur tubuh, termasuk di antaranya mata, telinga, kulit, dan berbagai reseptor sensorik lainnya.

Ketika ada bagian dari sistem saraf yang terganggu, maka Anda perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis neurologi atau dokter spesialis saraf, sebagian menyebutnya sebagai neurologis. Mungkin di antara Anda ada yang bertanya-tanya, penyakit seperti apa sebetulnya yang perlu dikonsultasikan kepada neurologis?

Dokter spesialis neurologi dan penyakit yang ditangani

Sesuai dengan namanya, segala hal yang terkait dengan neurologi atau sistem saraf merupakan cakupan keahlian dokter spesialis ini. Artinya, Anda dapat berkonsultasi dengan neurologis saat ada masalah dengan otak, sumsum tulang belakang, maupun saraf perifer.

Sebagai contoh, bila Anda mengalami gangguan koordinasi, kelemahan otot, merasa linglung, sering merasa kebas atau kesemutan, sering merasa sakit kepala, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis neurologi. Atau ketika Anda mengalami gangguan penglihatan, penciuman, atau peraba juga dapat berkonsultasi dengan neurologis.

Apa saja sebetulnya yang akan dilakukan oleh dokter ahli neurologi? Secara umum, dokter spesialis neurologi atau saraf akan memeriksa kekuatan dan refleks tubuh, memeriksa fungsi koordinasi tubuh, memastikan indera peraba Anda masih berfungsi, memeriksa kemampuan Anda berbicara, hingga memeriksa kondisi kesehatan mental Anda.

Selain tanda dan gejala di atas, ada beberapa penyakit lain yang secara khusus ditangani oleh dokter ahli neurologi, antara lain penyakit stroke, epilepsi, sakit kepala atau migrain yang parah, kelainan pola tidur, penyakit parkinson, penyakit alzheimer, neuropati perifer, penyakit-penyakit neuromuscular, infeksi pada sistem saraf, hingga kasus tumor atau kanker otak.

Tindakan yang identik dengan neurologi

Dalam menegakkan diagnosis, dokter ahli neurologi kadang perlu dukungan data yang diperoleh dari prosedur-prosedur medis tertentu. Tindakan atau prosedur medis yang direkomendasikan oleh dokter tentu sangat bergantung pada gejala yang dialami pasien. Satu pasien dengan pasien lainnya mungkin berbeda.

Berikut ini beberapa tindakan yang sangat berkaitan dengan neurologi:

Pungsi lumbar

Tindakan ini biasanya dilakukan untuk memeriksa cairan sumsum tulang belakang. Pungsi lumbar  merupakan prosedur neurologi yang dilakukan untuk mengambil cairan sumsum tulang belakang.

Pasien akan diberikan bius lokal terlebih dahulu, sebelum tindakan dilakukan. Pengambilan cairan sumsum tulang belakang ini dilakukan dengan menggunakan jarum khusus.

Tes tensilon

Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada pasien yang menderita miastenia gravis. Dokter ahli neurologi akan melihat reaksi otot pasien setelah disuntikkan cairan obat yang disebut Tensilon.

Elektromiografi (EMG)

EMG merupakan alat yang dapat memeriksa aktivitas kelistrikan antara sistem saraf pusat dengan sistem saraf perifer. Dengan pemeriksaan ini, kelainan neurologi secara keseluruhan dapat diperiksa.

Sebelum menjalani prosedur EMG, pasien biasanya perlu minum obat pengencer darah. Beberapa pasien merasa tidak nyaman saat menjalani pemeriksaan ini, sebab ada alat khusus yang ditusukkan ke dalam otot.

Elektroensefalografi (EEG)

Berbeda dengan EMG, pemeriksaan EEG lebih spesifik mendeteksi aktivitas kelistrikan pada otak. Ada elektroda yang ditempelkan di kepala pasien untuk mengetahui ada atau tidaknya peradangan, tumor, atau cedera otak, hingga gangguan psikiatrik serta mencari penyebab dari kejang yang sering dialami pasien.

Read More

Cara Membuat Scrub Bibir untuk Bibirmu Lebih Lembut

Cara membuat scrub bibir tidak sulit dan mudah dilakukan

Bibir merupakan bagian muka yang memiliki daya tarik tersendiri. Maka dari itu, kamu perlu melakukan scrub bibir agar bibirmu memiliki daya tarik yang kuat. Apalagi jika kamu sering memakai lipstik, bibirmu akan terlihat pecah-pecah. Kulit luar pada bibir adalah hasil produksi ulang sel di bagian luar atau bagian basal epidermis. Sel akan muncul ke lapisan luar dan menghasilkan protein yang disebut sebagai keratin, biasanya ini terjadi ketika sel sudah matang. Keratin mengeras untuk melindungi mulut dari elemen yang panas maupun dingin. Kulit bibir rentan terhadap kedua elemen tersebut karena kulit bibir tipis. Akibatnya bibir menjadi kasar, pecah-pecah dan perih.

Memberikan krim atau gel kasar yang kita sebut sebagai scrub – yang teksturnya menyerupai pasir – menjadi solusi untuk kulit bibir yang bermasalah. Fungsi scrub pada bibir sama dengan fungsi scrub pada tubuh. Krim berpasir tersebut jika digosokkan pada bibir akan mengelupaskan lapisan luar bibir kamu. Biasanya scrub bibir akan dibuat manis, agar terasa nyaman, dan tak masalah jika tertelan, karena bahan-bahan yang digunakan pun aman.

Adapun keuntungan yang didapatkan saat menggunakan scrub bibir ialah kulit mati di bibir kamu akan terangkat, sehingga lapisan keras pada bibir hilang digantikan dengan lapisan baru yang terasa lembut, halus dan kenyal. Jika kamu memakai lipstik matte, pecah-pecah pada bibir kamu akan sedikit tersamarkan, yang tertinggal hanya garis-garis halus bibir. Kosmetik bibir seperti lipstik, lip liner, dan lip gloss yang kamu pakai juga akan tahan lama. Tidak perlu khawatir bibir kamu akan terasa kering setelah melakukan scrubbing karena faktanya bibir kamu akan terasa lebih lembab, dan dapat menyerap pelembab lebih lama.

Lalu, bagaimana cara membuatnya? Berikut bahan-bahan dan langkah-langkah yang harus disiapkan untuk membuat scrub bibir.

Bahan-bahan:

  • Satu sendok makan gula pasir
  • Beberapa tetes madu (sampai gula dan madu bercampur menjadi gumpulan yang pas untuk dijadikan scrub) atau tambahkan sedikit minyak zaitun atau minyak kelapa
  • Sedikit tetes vanilla (untuk menambah rasa harum, walaupun hal ini tidak diperlukan)

Cara membuatnya:

  • Campurkan satu sendok makan gula pasir dengan madu secukupnya. kamu bisa mencobanya dulu dengan sekitar satu sendok makan madu. Tambahkan minyak zaitun atau minyak kelapa, dan vanilla kalau mau.
  • Aduk hingga gumpalan terasa menggumpal dan kasar seperti pasir, dan tidak encer.
  • Gosokkan pada bibir kamu sampai kamu merasa kulit bibir yang kasar dan keras mengelupas. Jika sudah terasa, biarkan selama satu menit. Setelah itu, keringkan bibir dengan handuk basah. Oleskan lip balm pada bibir kamu untuk meringankan rasa perihnya

Sebagai bahan tambahan, kamu juga bisa menambahkan ½ sendok makan petroleum jelly yang dapat ditemukan pada beberapa produk pelembab bibir, agar terasa lebih melembabkan. Apalagi petroleum jelly mengandung campuran parafin, lilin (wax) mikrokristalin, dan mineral oil. Petroleum jelly dapat mencegah tubuh kehilangan air melalui kulit, sehingga kulit menjadi kering, dengan kata lain menjaga kelembaban kulit. Penemunya sendiri, Robert Augustus Cheeseborough – seorang ahli kimia abad 19, menjadikan petroleum jelly sebagai ramuan alami untuk lecet-lecet pada kulit.

Untuk melakukan scrub bibir, bias kamu lakukan sekali dalam seminggu. Sebaiknya kamu melakukannya saat menjalani rutinitas menggosok gigi pada malam hari sebab setelah memberikan scrub, kamu direkomendasikan untuk memberikan pelembab bibir agar terasa nyaman dan meringankan rasa perih pada bibir kamu.

Demikian info mengenai scrub bibir. Semoga menambah wawasanmu.

Read More

Operasi Sinus Mungkin Tidak Selalu Dibutuhkan

Sinus adalah salah satu bagian dalam serangkaian anatomi hidung manusia. Ia semacam rongga pada tulang wajah yang terdapat di area hidung. Ada satu kondisi kesehatan yang mengakibatkan terjadinya peradangan di sinus, itu disebut sinusitis. Kondisi itu kadang memaksa penderitanya harus melakukan prosedur operasi sinus.

Kondisi sinusitis menyebabkan mukosa yang melapisi sinus membengkak sehingga menghambat pengaliran lendir ke hidung dan tenggorok, akhirnya menimbulkan hidung tersumbat. Sinusitis akan membuat penderitanya amat terganggu lantaran kondisi itu membuat fungsi sinus tak maksimal. Pasalnya, sinus berfungsi untuk menghangatkan atau melembabkan udara yang dihirup, membantu pengaturan tekanan intranasal, berperan dalam pertahanan tubuh, meringankan tengkorak, hingga memberikan resonansi suara.

Gangguan yang dirasakan menjadi pendorong yang kuat bagi seseorang untuk memutuskan menjalani operasi sinus. Padahal, tak semua sinusitis harus diselesaikan melalui jalan operasi. Sinusitis umumnya dapat diobati dengan pemberian antibiotik (bila disebabkan oleh infeksi bakteri) dan pelega napas (dekongestan). Pada beberapa kasus dapat pula diberikan steroid sebagai antiradang dan juga obat-obatan antinyeri lainnya. Selain itu, rutin melakukan cuci hidung menggunakan larutan air garam juga membantu mengatasi sinusitis.

Kriteria Seseorang Harus Melakukan Operasi Sinus

Bila sinusitis tidak mengalami perbaikan setelah pemberian obat yang memadai dan rutin melakukan cuci hidung, barulah operasi bisa menjadi pilihan terapi. Selain itu, operasi sinus baru benar-benar dibutuhkan oleh mereka yang telah sampai pada tahap:

  • Sinusitis kronis yang tidak membaik setelah terapi yang memadai;
  • Sinusitis kronis disertai kelainan struktur, contoh septum deviasi (tulang hidung bengkok);
  • Sudah cukup parah dan menyebabkan komplikasi ke mata (kebutaan), otak (abses otak atau penumpukan nanah di otak), telinga (radang telinga), tenggorokan dan bronchitis;
  • Adanya polip hidung;
  • Adanya komplikasi sinusitis, seperti meningitis, abses otak, atau infeksi ke tulang di sekitar sinus;
  • Pada sinusitis kronik yang menimbulkan kista;
  • Sinusitis yang disebabkan oleh jamur.

Adapun operasi sinus pada kenyataannya tidak dapat dijadikan patokan untuk seseorang terbebas dari masalah sinusitis. Sebab, sinusitis merupakan kondisi kesehatan kambuhan atau bisa kembali sewaktu-waktu bila faktor-faktor terjadinya tercukupi.

Penyebab Kegagalan Operasi Sinus

Seseorang biasanya akan menemui “kegagalan” dari prosedur operasi sinus yang telah dilewatinya lantaran hal-hal seperti:

  • Tidak adanya perawatan pasca-operasi;
  • Pengobatan pada penderita alergi yang kurang baik;
  • Kembali terpapar oleh faktor-faktor penyebab, seperti debu di ruangan dan kain atau ruangan yang dingin.

Jika sudah demikian, artinya orang yang menjalani operasi sinus akan mendapatkan bermacam kerugian, mulai dari tenaga, materi, hingga waktu yang dimilikinya. Belum lagi jika ditengok dari risiko yang mungkin didapat sepanjang melakoni prosedur operasi sinus tersebut.

Risiko di Balik Prosedur Operasi Sinus

Meski jarang terjadi, tetapi kemungkinan akan risiko yang didapat pasien tetap ada. Risiko-risiko tersebut antara lain:

  • Perdarahan: Pendarahan adalah salah satu risiko paling umum dari sebuah prosedur operasi, termasuk operasi sinus. Oleh karena itu, pastikan Anda menjalankan prosedur tersebut di tempat dan/atau dengan tenaga ahli yang kompeten di bidangnya.
  • Gangguan penglihatan: Pernah ada laporan bahwa seseorang mengalami gangguan penglihatan setelah operasi sinus. Kemungkinan itu tentu amat mengerikan jika menimpa diri kita.
  • Kehilangan kemampuan penciuman: Kehilangan kemampuan penciuman sementara maupun permanen bisa saja terjadi setelah operasi sinus.
  • Kebocoran cairan otak (CSF leak): Semua jenis operasi sinus berpeluang untuk menimbulkan terjadinya kebocoran cairan yang mengelilingi otak (CSF). Kebocoran CSF dapat mengakibatkan terjadinya infeksi di otak hingga terjadi meningitis (radang otak).
  • Risiko lain: Pasien bisa pula mengalami mati rasa atau merasa tidak nyaman pada gigi untuk jangka waktu tertentu. Pembengkakan, memar, atau mati rasa sementara pada bibir dan perubahan suara juga dapat terjadi.

***

Dengan kenyataan tersebut menjadi amat penting bagi seorang penderita sinusitis untuk mengetahui secara menyeluruh terkait kondisi yang dialaminya sebelum membuat keputusan melakukan operasi sinus. Konsultasi dengan dokter terkait (THT) menjadi prosedur wajib sebelum operasi dilakukan.

Read More

Manfaat Sehat Latihan Kardio Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Latihan kardio, atau biasa disebut dengan istilah latihan aerobik, merupakan aktivitas fisik yang akan membuat darah memompa dan grup otot besar bekerja. Beberapa contoh latihan kardio yang bisa Anda lakukan seperti berlari, bersepeda, bermain sepak bola, berenang, dan bahkan membersihkan rumah atau berkebun. Para ahli merekomendasikan setiap orang untuk mendapatkan setidaknya 150 menit latihan kardio sedang (berjalan atau berenang) setiap minggunya, atau 75 menit setiap minggu untuk latihan kardio keras (berlari atau bersepeda). Namun, apa sesungguhnya manfaat latihan kardio bagi kesehatan dan mengapa latihan jenis ini sangat direkomendasikan. Artikel ini akan membahas hal tersebut dengan lebih mendalam.

Dalam latihan kardio, tubuh akan menggerakkan semua otot besar di lengan, kaki, dan pinggang. Detak jantung akan meningkat, dan Anda akan bernapas dengan lebih dalam dan cepat. Hal ini akan memaksimalkan jumlah oksigen yang ada di darah dan membantu tubuh menggunakan oksigen dengan lebih efisien. Apabila Anda adalah seorang pemula dalam latihan kardio, mulailah dengan latihan sedang yang pelan sehingga Anda bisa melakukannya dalam waktu yang lama untuk mendapatkan manfaat kesehatan seperti:

  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Para peneliti dari Universitas Negeri Pennsylvania memeriksa wanita aktif dan jarang berolahraga dan dampak latihan kardio dengan sistem kekebalan tubuh mereka. Dalam penelitian tersebut, terbagi 3 grup: satu grup berlatih menggunakan treadmill selama 30 menit, satu grup lain berlatih dengan intensitas tinggi selama 30 detik, dan grup terakhir tidak melakukan latihan apapun. Semua wanita diambil darahnya sebelum, setelah, dan pada interval yang berbeda-beda pada hari-hari sesi latihan tersebut berlangsung dan berminggu-minggu setelahnya. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa latihan kardio sedang dan teratur dapat meningkatkan beberapa antibodi khusus di dalam darah yang disebut immunoglobulin. Antibodi inilah yang memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sementara itu, grup wanita yang tidak melakukan olahraga tidak menunjukkan adanya tanda-tanda peningkatan sistem kekebalan tubuh dan kadar kortisol mereka lebih tinggi dibandingkan dengan grup yang aktif dan melakukan olahraga.

  • Mengurangi gejala penyakit asthma

Latihan kardio dapat membantu orang-orang dengan asthma mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan serangan asthma. Akan tetapi, Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu sebelum memulai rutinitas latihan baru apabila menderita asthma. Dokter mungkin akan merekomendasikan aktivitas khusus atau tindakan pencegahan untuk membantu Anda tetap aman saat beraktivitas dan berolahraga.

  • Mengurangi rasa sakit kronis

Apabila Anda memiliki sakit punggung kronis, latihan kardo, terutama aktivitas yang ringan seperti berenang atau aerobik air, dapat membantu Anda mengembalikan ketahanan dan fungsi otot. Latihan kardio juga dapat membantu Anda mengurangi berat badan, yang mana dapat membantu mengurangi sakit punggung kronis.

  • Membantu meningkatkan kualitas tidur

Apabila Anda memiliki masalah gangguan tidur pada malam hari, cobalah melakukan latihan kardio pada pagi atau sore hari. Sebuah studi pada individu yang memiliki gangguan tidur kronis menunjukkan bahwa program latihan yang rutin ditunjang oleh pendidikan kehigienisan tidur merupakan sebuah bentuk perawatan insomnia yang efektif. Para peserta diajak untuk berlatih latihan kardio selama 16 minggu untuk kemudian diminta mengisi questionnaires tentang tidur dan mood umum mereka. Grup yang mengikuti latihan melaporkan mereka mendapatkan waktu dan kualitas tidur yang lebih baik, sekaligus adanya kemajuan vitalitas di siang hari.

Namun, perlu diketahui untuk menghindari latihan kardio menjelang waktu tidur, karena dapat membuat Anda kesulitan tidur. Pastikan Anda sudah berhenti berlatih kardio maksimal 2 jam sebelum waktu tidur.

Read More

Lakukan Hal Ini Untuk Memancarkan Inner Beauty Anda

Berbicara tentang kecantikan, tidak hanya soal fisik belaka. Pada titik tertentu, kecantikan fisik akan memudar, sedang cantik yang berasal dari dalam atau inner beauty akan bertahan.

Apa pun jenis kelaminnya, pria maupun wanita, dapat memiliki inner beauty. Namun, tidak semua orang dapat membuatnya terpancar.

Mengenal inner beauty

Perihal inner beauty ini pernah dibahas oleh banyak filsuf. Menurut Plato, inner beauty berarti kecantikan seseorang karena moralnya baik.

Sementara Reid dan Gaut, menerjemahkan inner beauty secara lebih kompleks dan menyeluruh. Menurut mereka, inner beauty tidak hanya soal moral yang baik, tapi berhubungan dengan kecerdasan, selera humor, juga optimisme yang dimiliki oleh seseorang.

Schmarlzried memiliki pandangan yang lain lagi terkait inner beuaty. Filsuf yang satu ini sepakat bahwa inner beauty berkaitan dengan moral. Akan tetapi, menurutnya niat di balik kebaikan moral tersebut merupakan variabel yang penting.

Hal tersebut senada dengan yang disampaikan Immanuel Kant, seorang filsuf Jerman, yaitu bila seseorang memiliki moral yang baik karena ingin terlihat cantik, maka orang tersebut bukan orang yang memiliki inner beauty.

Masalah kecantikan ini sifatnya memang sangat subjektif. Banyak sekali parameter yang digunakan, tergantung dari mana orang ingin memandangnya. Sangat wajar sekali, bila para filsuf tersebut memiliki pemahaman yang berbeda-beda terkait inner beauty.

Saat ini, definisi inner beauty terbebas dari moral, tapi lebih mengedepankan terkait citra diri yang positif serta kecerdasan.

Hal-hal yang dapat memancarkan inner beauty

Meski disebut sebagai kecantikan dari dalam, tentu tetap dibutuhkan tindakan nyata sebagai perwujudan inner beauty tersebut. Langkah-langkah di bawah ini dapat membantu untuk memancarkan inner beauty yang Anda miliki.

1. Mengenal diri sendiri

Dalam proses mengenal diri sendiri, Anda dapat mencoba mulai fokus pada kualitas yang ada di dalam diri Anda. Orang kadang memang lebih mudah menyebutkan kekurangan dirinya daripada memaparkan kelebihan atau kualitas dirinya.

Bila hal tersebut juga Anda alami, tak ada salahnya berkaca dari orang lain yang Anda kagumi. Ingat kembali orang-orang yang kepribadiannya membekas dalam benak Anda, terlepas dari tampilan fisik mereka. Anda dapat mulai dengan menuliskan sifat dan perilaku mereka.

Lalu, lakukan refleksi, apakah kualitas pribadi tersebut juga ada pada diri Anda?

2. Berpandangan positif tentang kepribadian Anda

Berpikir positif tidaklah mudah, namun manfaatnya banyak sekali. Untuk melatih diri Anda agar memiliki pandangan positif, cobalah menuliskan tiga hal yang Anda sukai dari diri Anda, tapi tidak ada kaitannya dengan penampilan fisik.

Kemudian, di depan cermin, tersenyum dan pujilah diri Anda tentang hal-hal baik tersebut. Terimalah bahwa ada perilaku atau kepribadian baik yang Anda miliki.

Pikiran positif dapat mengubah cara kerja saraf otak. Dengan demikian, Anda akan memandang diri dengan cara yang berbeda.

3. Menjadi diri sendiri

Perlu dipahami, memiliki inner beauty bukan berarti menjadi sempurna. Banyak sekali orang yang memiliki inner beauty sangat jauh dari kata sempurna. Kuncinya terletak pada merasa nyaman dengan diri sendiri, sambil terus berusaha memperbaiki diri.

Kecantikan dari dalam atau inner beauty akan memancar saat tindakan Anda selaras dengan tujuan hidup dan Anda menjalaninya dengan menjadi diri sendiri. Dengan menjadi diri sendiri, orang lain akan lebih menerima kita. Begitu pula diri kita, hidup akan terasa lebih mudah ketika kita jujur pada diri sendiri.

Read More

Menilik Fungsi Rontgen dalam Trisula Pengecakan Virus Corona

Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) masih melanda seluruh dunia. Per Selasa, 14 April 2020, sudah hampir dua juta orang di 210 negara. Di Indonesia sendiri sudah tekonfirmasi 4500-an kasus, angka ini diyakini masih akan terus bertambah seiring dengan pelaksanaan protokol pemeriksaan yang dilaksanakan oleh pihak terkait. Salah satu pemeriksaannya, jika dibutuhkan, menggunakan prosedur rontgen dada atau thorax.

Namun, prosedur pemeriksaan yang paling mendasar untuk mengetahui terinfeksi atau tidaknya seseorang adalah dengan test swab atau pengambilan sampel cairan tenggorokan atau rongga hidung.

Rontgen dan test swab akan menjadi “trisula” prosedur pemeriksaan Covid-19 yang sudah ditetapkan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dengan tambahan cek darah. Hal itu disampaikan langsung oleh Agus Susanto selaku ketua perhimpunan tersebut.

Mulanya, seseorang yang sudah terindikasi terpapar virus corona, baik itu melalui riwayat ataupun gejala yang ditunjukkan, akan diwawancarai serta diobservasi untuk menggali kemungkinan-kemungkinan akan itu. Jika dugaan semakin kuat, seseorang itu bakal langsung dilakukan cek darah, rontgen, baru kemudian swab.

Cek darah berdasarkan pemeriksaan laboratorium bertujuan untuk mengetahui fungsi organ, mendeteksi racun, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Namun, cek darah tidak dapat mengetahui keberadaan virus corona pada tubuh.

  • Fungsi Rontgen dalam Prosedur Pemeriksaan Virus Corona

Rontgen merupakan prosedur tes yang ditujukan untuk mendiagnosis seseorang menggunakan radiasi gelombang elektromagnetik atau sinar-x. Hasil dari rontgen akan menampilkan citra atau gambar bagian dalam, termasuk organ, tubuh seseorang.

Dalam kaitannya dengan pemeriksaan virus corona, rontgen dada atau thorax akan memberikan gambaran kondisi paru-paru dan saluran pernapasan seseorang yang diduga telah terpapar virus penyebab covid-19 tersebut. Pencitraan sinar-x itu memungkinkan dokter mengetahui apakah di paru-paru dan saluran pernapasan orang itu terjadi infeksi atau peradangan atau tidak. Hasil itu akan menentukan langkah dokter dalam mengambil tindakan lanjutan bagi yang bersangkutan.

Akan tetapi, sama seperti cek darah, rontgen dada sama sekali tidak dapat memastikan apakah ia benar-benar telah terinfeksi atau tidak. Sebab, hasil rontgen itu hanya bisa mencitrakan kondisi terkini terkait “sasaran” dari virus corona tersebut.

“Cek darah dan rontgen untuk memastikan apakah ada indikasi infeksi atau radang di saluran pernapasan. Tidak bisa melihat atau menyatakan positif corona,” kata Agus, belum lama ini.

  • Hasil Rontgen Paru-Paru Pasien Positif Corona

Baru-baru ini jagad maya dihebohkan oleh hasil rontgen dada atau thorax pasien positif corona. Hasil pencitraan organ pernapasan itu menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 dapat membuat paru-paru dan saluran pernapasan lain “tidak berdaya”. Bahkan, mereka yang mengidap covid-19 cukup parah harus rela paru-parunya rusak lantaran “digerogoti” virus yang sampai saat ini disepakati dibawa oleh kelelawar tersebut.

Jika pada orang normal, paru-paru yang dicitrakan oleh sinar-x akan berwarna gelap, mereka yang paru-parunya dirusak oleh virus corona akan berwarna atau tedapat bercak putih. Biasanya, temuan itu terdapat di sudut-sudut bawah paru-paru. Menurut para tenaga medis terkait, pencitraan itu menunjukkan apa yang disebut ground glass opacity atau pengisian parsial ruang udara.

Hasil pemindaian yang dirilis oleh Radiological Society of North America menunjukkan bagaimana cairan dalam ruang paru-paru pasien corona tersebut menjadi lebih jelas dari waktu ke waktu. Hal itu terbukti ketika membandingkan dari satu gambar ke gambar lainnya yang diambil dalam jangka waktu tertentu.

Dari hasil rontgen tersebut, dokter menjelaskan bahwa sang pasien telah menderita radang paru-paru parah, pneumonia, dan sindrom gangguan pernapasan akut. Apa yang ia derita tak lagi tertangguhkan, beberapa waktu setelah penemuan itu, pasien tersebut menambah daftar korban jiwa yang disebabkan oleh pandemi ini.

Read More

Potong Rambut Sendiri? Ikuti 6 Langkah Berikut

Kondisi dunia saat ini yang masih diselimuti wabah corona virus membuat berdiam di rumah menjadi anjuran agar penyebaran virus bisa diminimalkan. Walaupun memang dengan kebijakan untuk tinggal di rumah saja membuat banyak kegiatan yang mengalami kendala. Tidak melulu kegiatan besar seperti urusan bisnis dan sekolah, kegiatan yang biasanya mungkin Anda anggap sepele, seperti menggunting rambut di salon juga menjadi sangat sulit dilakukan.

Padahal dengan terus berdiam di rumah, rambut Anda terus bertumbuh dan tak jarang membuat Anda kurang nyaman dengan kondisinya. Jika sudah demikian, Anda bisa mencoba opsi untuk potong rambut sendiri.

Sejujurnya, potong rambut bisa dilakukan oleh siapapun, tidak harus dilakukan oleh penata rambut profesional. Dengan bermodalkan alat yang tepat dan langkah yang benar, acara potong rambut sendiri di rumah sangat mungkin membuat Anda ketagihan karena ternyata hasilnya tidak buruk. Berikut ini adalah langkah-langkahnya.

Pakai gunting yang sesuai

Gunting menjadi alat utama untuk potong rambut sendiri di rumah. Namun, tidak semua gunting cocok dijadikan alat untuk memotong rambut. Baiknya Anda memilih rambut dengan bilah pendek, yang panjangnya berkisar 6,3—7,6 sentimeter. Bilah gunting yang pendek akan membuat Anda lebih mudah memotong rambut sendiri karena Anda lebih gampang mengontrol apa yang digunting.

Sediakan dua cermin

Selain gunting, Anda juga perlu menyiapkan dua cermin ketika potong rambut sendiri. Satu gunting diletakkan di hadapan muka untuk bisa melihat hasil langsung potongan rambut Anda. Satu cermin lainnya diletakkan di belakang posisi Anda. Tujuannya agar Anda bisa melihat apakah tingkat kerapian potongan rambut tersebut sudah rata dari depan hingga ke belakang.

Pertimbangkan gaya rambut

Sebagai tukang potong rambut amatir, Anda memang sulit untuk membuat potongan gaya rambut yang beragam. Namun setidaknya, Anda bisa mempertimbangkan gaya rambut dari segi panjang dan tampilan poni. Pertimbangan ini perlu dilakukan di awal agar Anda tidak menyesal ketika memotong rambut. Jangan sampai Anda kependekan memotong rambut. Atau bisa juga sebaliknya, potongan rambut Anda masih terlalu panjang hingga terpaksa membuat Anda mesti mengulang proses potong rambut sendiri lagi.

Pastikan rambut lembap

Memotong rambut yang terlalu basah akan membuat hasil potong rambut Anda tidak bisa terlihat langsung setelah dipotong. Sebaliknya ketika memotong rambut terlalu kering, Anda akan kesulitan mengukur panjang sebenarnya rambut yang sudah Anda potong. Biasanya, ada jarak sekitar 5 sentimeter dari hasil rambut setelah dipotong dengan kondisi sebenarnya jika Anda melakukan potong rambut dengan keadaan kering. Berbeda jika rambut Anda lembap, hasil potong rambut akan langsung terlihat dan panjang setelah dipotong sesuai dengan panjang sebenarnya.

Belah tengah rambut

Supaya hasil rambut Anda terlihat rata, mulailah memotong secara simetris. Untuk memotong demikian, mula-mula Anda harus membelah tengah rambut Anda sehingga bagian kanan dan kiri menjadi sama panjang. Tidak berhenti sampai di sana, setelah rambut simetris sisirlah rambut Anda secara keseluruhan ke arah belakang. Barulah setelah itu Anda bisa mulai memotong rambut sesuai dengan pertimbangan yang sudah Anda putuskan sebelumnya.

Ikat rambut untuk potong simpel

Kalau Anda masih takut-takut potong rambut sendiri meskipun sudah mengikuti langkah-langkah di atas, cobalah tips ini. Ikat rambut yang sudah dibuat simetris dengan karet. Ikatan rambut diletakkan di bagian panjang rambut yang hendak Anda potong. Setelah itu, Anda hanya tinggal menggunting rambut yang berada di bawah ikatan karet rambut untuk memperoleh potongan rambut yang lurus.

*** Tidak sulit bukan sebenarnya potong rambut sendiri di rumah? Memang hasilnya tidak bisa sesempurna penata rambut profesional, tapi setidaknya bisa membuat Anda lebih nyaman beraktivitas di rumah.

Read More

Bagaimana Cara Mengurus Jenazah Pasien Corona?

Virus Corona atau Covid-19 terjadi sejak 31 Desember 2019 dan telah menyebar ke setiap negara dimana terdapat lebih dari 1 juta kasus dan mengakibatkan lebih dari 55.000 orang meninggal dunia, namun lebih dari 222.000 orang dinyatakan sembuh. Orang-orang yang meninggal akibat Corona perlu dikubur, namun jenazah pasien Corona harus diurus dengan hati-hati.

Jenazah pasien Corona perlu diurus sesuai ketentuan yang diterapkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. Prosedur untuk mengurus jenazah pasien Corona harus dilakukan dengan hati-hari untuk mencegah penyebaran virus Corona. Prosedur mengurus jenazah pasien Corona dimulai dari memandikannya hingga menguburnya.

Proses penguburan jenazah pasien Corona harus dilakukan oleh petugas kesehatan pihak rumah sakit yang telah dipilih oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia dimana nantinya mereka akan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan dan masker.

Mencuci Jenazah Pasien Corona

Selain melengkapi diri dengan APD, petugas-petugas jenazah perlu melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Tidak makan, minum, merokok, atau menyentuh wajah selama berada di dalam ruangan jenazah.
  • Ketika memandikan jenazah, petugas jangan melakukan kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh jenazah.
  • Setelah memandikan jenazah, petugas perlu cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol.

Jika petugas terkena darah atau cairan dari tubuh jenazah, maka mereka perlu lakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Segera membersihkan bagian tubuh yang terkena luka dengan air bersih.
  • Jika petugas menemukan atau mengalami insiden ketika memandikan jenazah, maka petugas diharapkan untuk segera melaporkan kepada pengawas.

Hal lain yang perlu petugas jenazah lakukan adalah menyemprotkan klorin pada jenazah pasien Corona dan petugas jenazah yang terlibat dalam proses penguburan jenazah.

Mengubur Jenazah Pasien Corona

Setelah petugas jenazah memandikan jenazah pasien Corona, mereka dapat mengubur jenazah. Namun, petugas-petugas jenazah tidak boleh mengubur jenazah sembarangan, karena mereka harus mematuhi protokol untuk mencegah penyebaran virus melalui tanah.

Menurut Kemenag, petugas perlu mengubur jenazah dengan tata cara sebagai berikut:

  • Tergantung pada kondisi jenazah, jenazah dari pasien penyakit menular dapat dikuburkan atau dikremasi.
  • Jika jenazah pasien Corona perlu dikubur, maka jenazah tersebut harus dikubur di lokasi pemakaman dimana jaraknya harus berada setidaknya 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan sebagai sumber air minum penduduk. Selain itu, lokasi penguburannya harus berjarak setidaknya 500 meter dari pemukiman.
  • Jenazah pasien Corona juga harus dikubur setidaknya sedalam 1,5 meter.
  • Liang kubur ditutup setidaknya setinggi 1 meter dengan tanah.
  • Petugas jenazah perlu mengubur jenazah pasien Corona dengan hati-hati, karena jika ada jenazah lain yang dikuburkan, maka perlu dikubur secara terpisah.

Jika pihak keluarga setuju untuk mengkremasi jenazah pasien Corona, maka jenazah tersebut perlu dikremasi dalam jarak 500 meter dari pemukiman terdekat. Walaupun demikian, Kemenag tidak menyarankan jenazah dikremasi supaya mengurangi polusi asap.

Setelah petugas jenazah selesai mengubur atau mengkremasi jenazah pasien Corona, mereka perlu buang benda-benda yang digunakan dalam proses pengurusan jenazah secepatnya. Selain itu, petugas perlu menyemprot klorin lagi tubuh dan pakaian pelindungnya.

Hal-Hal Yang Perlu Dilakukan Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona

Untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Corona, Anda juga dihimbau untuk melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Tetap berada di rumah untuk melakukan aktivitas sesuai kebutuhan.
  • Anda hanya diperbolehkan keluar rumah jika ada keperluan mendesak seperti membeli obat.
  • Selama Anda berada di luar rumah, Anda sebaiknya gunakan masker untuk melindungi diri dari paparan virus Corona melalui udara.
  • Anda juga sebaiknya bawa tisu dan hand sanitizer jika Anda menyentuh benda yang terkontaminasi virus Corona seperti pegangan pintu.
  • Jangan melakukan kontak fisik dengan orang lain. Anda perlu jaga jarak dari orang lain setidaknya 1 meter.
  • Anda perlu cuci tangan secara rutin dengan sabun setidaknya 20 detik.
  • Konsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan dan sayuran.
  • Masaklah makanan dengan matang.
  • Berolahraga secara teratur di rumah.

Selain itu, Anda sebaiknya ikuti perkembangan yang terjadi melalui berita dan berdoa supaya tenaga medis dapat melakukan upaya maksimal untuk menyembuhkan pasien yang terkena virus Corona, dan supaya mereka dapat mengurus jenazah pasien Corona dengan baik.

Read More

Inilah 3 Cara Menumbuhkan Alis yang Alami

Bagi sebagian orang, alis yang tebal merupakan suatu kelebihan. Bahkan beberapa wanita merasa lebih percaya diri jika memiliki alis yang tebal. Wajar saja, bila beragam cara menumbuhkan alis dilakukan, termasuk cara-cara yang memanfaatkan bahan alami.

Umumnya, cara menumbuhkan alis alami dilakukan bagi orang dengan alis tipis atau mereka yang mengalami kerontokan alis. Bila Anda termasuk orang dengan masalah tersebut, cara menumbuhkan alis alami di bawah ini dapat Anda coba.

1. Tea tree oil

Tea tree oil sebetulnya telah lama dikenal sebagai bahan alami untuk merawat luka gores pada kulit, karena khasiat antibakteri dan antijamur yang dimilikinya. Itu sebabnya, tea tree oil juga banyak dimanfaatkan untuk mengatasi jerawat. Khasiat tersebut telah dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH).

Ternyata, selain untuk merawat luka atau jerawat, tea tree oil juga merupakan bahan yang dapat digunakan untuk membantu menumbuhkan alis. Anda bisa mengoleskan minyak ini pada alis dan membiarkannya semalaman. Namun, disarankan untuk mengoleskannya pada bagian tubuh lain terlebih dahulu, sebab beberapa orang alergi terhadap tea tree oil.

2. Minyak kelapa

Secara empiris, minyak kelapa dipercaya memberikan banyak manfaat bagi kesehatan kulit dan rambut. Oleh sebab itu, orang kadang memanfaatkannya untuk menumbuhkan alis. Meskipun, cara menumbuhkan alis dengan menggunakan minyak kelapa belum pernah dibuktikan dalam penelitian. Tapi, tak ada salahnya dicoba, bukan? Bahan ini relatif aman dan mudah didapatkan.

Apabila ingin mencoba, Anda cukup menuangkan minyak kelapa di telapak tangan, kemudian oleskan pada alis. Gunakanlah minyak kelapa ini pada malam hari.

Penggunaannya boleh Anda biarkan semalaman dan baru dibilas ketika bangun keesokan harinya. Atau Anda dapat langsung membilasnya saat menjelang tidur.

3. Minyak lavender

Berbicara mengenai minyak lavender, orang pasti teringat aromanya yang sangat menenangkan. Kemampuan menenangkan tersebut memang terbukti secara ilmiah. Terdapat sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa minyak lavender dapat menurunkan stres.

Tak hanya aromatik, bila dioleskan pada rambut, minyak ini juga ternyata diyakini mampu mengatasi rambut rontok. Dilaporkan pada sebuah penelitian, bila digunakan secara teratur selama 7 bulan, minyak lavender dapat menumbuhkan rambut sebanyak 44%.

Penelitian lain yang menggunakan hewan uji pun menunjukkan data serupa. Tikus yang punggungnya diolesi minyak lavender selama 4 minggu, menunjukkan peningkatan pertumbuhan rambut.

Hal tersebut sepertinya yang menjadi dasar orang memanfaatkan minyak lavender untuk menumbuhkan alis. Meskipun penelitian secara langsung terkait bisa atau tidaknya minyak ini digunakan sebagai cara menumbuhkan alis, belum pernah dilakukan.

Cara penggunaannya, oleskan minyak lavender pada alis setiap hari. Tentu saja Anda akan mendapat bonus aroma yang menenangkan setiap kali menggunakan minyak yang satu ini.

Perlu diingat, tidak disarankan mengonsumsi minyak lavender. Sebab dapat beracun bila terminum. Untuk mengantisipasi reaksi alergi, sebelum mengoleskannya pada alis, Anda juga disarankan untuk mengoleskan minyak lavender pada bagian tubuh lain terlebih dahulu.

Cara menumbuhkan alis dengan memanfaatkan ketiga bahan di atas mungkin belum tentu cocok bagi semua orang. Penelitian terkait manfaat tersebut pun masih sangat terbatas. Akan tetapi, bahan-bahan tersebut terbilang sangat aman, sehingga tak ada salahnya bila Anda ingin mencoba.

Jika Anda ingin memperoleh solusi yang lebih pasti, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Read More

Mengenal Lebih Jauh Pemeriksaan HBA1C

Apakah Anda tahu tentang pemeriksaan HBA1C? Tes HBA1C atau tes hemoglobin A1C adalah tes yang mengukur jumlah hemoglobin di darah yang memiliki glukosa yang menempel di dalamnya. Hemoglobin merupakan sebuah protein yang ditemukan di sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Sel-sel hemoglobin akan terus menerus mati dan beregenerasi dengan masa hidup kurang lebih 3 bulan. Apabila terdapat terlalu banyak glukosa di sel-sel hemoglobin, ini tandanya Anda memiliki A1C yang tinggi. Apabila jumlah glukosa normal, berarti Anda juga akan memiliki A1C yang normal.

Tes kontrol diabetes

Dahulu kala, orang-orang dengan penyakit diaebetes hanya akan mengandalkan tes urin untuk mengukur kadar gula darah. Walaupun tes ini akurat, namun hanya sementara mengingat keterbatasan dalam pengukuran kontrol gula darah. Hal ini disebabkan karena kadar gula darah akan berbeda-beda tergantung dengan waktu, kadar aktivitas seseorang, dan perubahan-perubahan hormonal. Beberapa orang bahkan mungkin akan memiliki kadar gula darah yang tinggi pada pukul 3 pagi tanpa menyadari hal ini. Pada tahun 1980, pemeriksaan HBA1C menjadi tersedia secara umum dan dengan cepat berubah menjadi sebuah alat pengawasan pengaturan diabetes yang penting. Pemeriksaan HBA1C mengukur glukosa darah rata-rata dalam 2 hingga 3 bulan. Sehingga, meskipun Anda memiliki gula darah puasa yang tinggi, gula darah keseluruhan Anda mungkin normal ataupun sebaliknya.

Meskipun demikian, gula darah puasa yang normal bukan berarti Anda tidak akan memiliki risiko diabetes tipe 2. Karena sebab inilah pemeriksaan HBA1C digunakan untuk diagnosa dan pemeriksaan prediabetes dan diabetes. Karena dalam pemeriksaan ini seseorang tidak perlu melakukan puasa sebelum diperiksa, pemeriksaan dapat dilakukan kapan pun.

Pembacaan hasil pemeriksaan HBA1C

Seseorang tanpa penyakit diabetes akan memiliki sekitar 5 persen hemoglobin terglikasi. Kadar A1C normal adalah kurang dari 5.6 persen, menurut Institut Penyakit Diabetes, Pencernaan, dan Ginjal Nasional. Sementara itu, kadar 5.7 hingga 6.4 persen mengindikasikan prediabetes, dan angka kadar A1C 6.5 persen ke atas menunjukkan diabetes. Untuk memantau kontrol glukosa secara keseluruhan, orang-orang dengan diabetes harus mendapatkan pemeriksaan HBA1C setidaknya dua kali dalam setahun. Pengukuran yang lebih sering (setidaknya setiap 3 bulan sekali) perlu dilakukan apabila Anda memiliki penyakit diabetes tipe 1, apabila perawatan sedang disesuaikan, dan apabila Anda ataupun dokter Anda memiliki target gula darah tertentu, ataupun apabila Anda sedang hamil.

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pemeriksaan HBA1C

Dulu, berbagai jenis pemeriksaan HBA1C dapat memberikan hasil yang berbeda-beda tergantung laboratorium yang menganalisanya. Namun, sekarang, Program Standarisasi Glycohemoglobin Nasional telah membantu meningkatkan keakurasian dari pemeriksaan jenis ini. Pabrik-pabrik tes A1C harus membuktikan bahwa alat tes mereka memberikan hasil yang konsisten dan sama dengan apa yang digunakan di studi atau penelitian diabetes. Selain itu, alat pemeriksaan rumahan yang akurat juga sekarang sudah tersedia di pasaran.

Namun, keakurasian sangat relatif ketika kita membicarakan pemeriksaan glukosa darah ataupun HBA1C. Hasil pemeriksaan HBA1C dapat setengah persen lebih tinggi ataupun lebih rendah dari persentase sesungguhnya. Hal ini berarti apabila A1C Anda adalah 6, hasil ini mengindikasikan bahwa rentang hasil tes adalah antara 5.5 hingga 6.5. Beberapa orang mungkin akan memiliki hasil pemeriksaan glukosa darah yang mengindikasikan bahwa mereka menderita diabetes namun memiliki A1C yang normal ataupun sebaliknya. Untuk itu, sebelum mengkonfirmasi diagnosa diabetes, dokter harus melakukan pemeriksaan HBA1C beberapa kali. Namun, hal ini tentunya tidak perlu dilakukan terutama apabila gejala diabetes sudah terlihat, seperti rasa haus yang meningkat, sering buang air kecil, dan turunnya berat badan.

Read More