Meski Terdengar Sama, Bronkiektasis dan Bronkitis Amat Berbeda

Pelebaran dan penebalan pada bronkus (bronkiektasis) dapat mengakibatkan penyumbatan saluran napas.

Masalah yang terjadi di saluran pernapasan manusia begitu beragam. Ada banyak jenis dan macamnya. Namun, satu yang pasti hampir semuanya bisa membuat penderitanya tak dapat hidup dengan tenang. Seperti contohnya mereka yang menderita bronkiektasis dan bronkitis.

Sebenarnya apa sih bronkiektasis dan bronkitis tersebut? Mengapa bisa dikatakan orang yang mengidap penyakit tersebut amat menderita? Dan apakah keduanya sama atau justru berbeda? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dijawab di artikel ini.

  • Yang Perlu Diketahui Terkait Bronkitis

Bronkitis adalah penyakit yang terjadi ketika terdapat peradangan di saluran pernapasan, utamanya trakea (batang tenggorokan) dan bronkus. Bronkitis dimulai dengan batuk, lalu menghasilkan dahak. Sering juga penderita bronkitis merasakan sakit di dada, sesak, hingga memicu dispnea. 

Umunya, salah satu gangguan pernapasan ini terjadi hasil dari infeksi virus, terutama yang terkait dengan influenza tipe A dan B, serta rhinovirus. Ada jenis virus lain yang juga dapat menyebabkan bronkitis, termasuk parainfluenza dan coronavirus. 

Kebiasaan seperti merokok dapat meningkatkan kemungkinan terserang bronkitis karena dapat memiliki penyakit fibrosis kistik. Selain itu, memiliki beberapa jenis penyakit seperti influenza atau cystic fibrosis adalah faktor risiko untuk mendapatkan bronkitis seperti halnya para perokok

Seorang dokter dapat mendiagnosis bronkitis pada seseorang dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mencatat gejalanya. Mendengarkan dada dan melakukan rontgen dada juga membantu mendapatkan gambaran pasti mengenai kondisi seseorang.

Umumnya, kondisi ini diobati secara simtomatis dengan obat penghilang rasa sakit dan obat bronkodilator seperti albuterol yang membantu mengatasinya. Kondisi biasanya berlangsung selama lebih dari seminggu dan bahkan mungkin memakan waktu hingga 21 hari bagi seseorang untuk sembuh dari bronkitis. Bronkitis akut pada akhirnya dapat menyebabkan pneumonia jika tidak diobati.

  • Mengenal Bronkiektasis

Mungkin istilah dari salah satu penyakit pernapasan ini tidak sepopuler bronkitis. Bronkiektasis dapat dipahami sebagai kondisi di mana saluran napas yang bernama bronkus rusak. Kerusakan itu memicu pertumbuhan bakteri dan lendir yang pada tahap selanjutnya akan menyebabkan infeksi.

Penderita bronkiektasis akan merasakan batuk menerus disertai dengan dahak. Banyak penderita bronkiektasis yang juga mengalami kesulitan bernapas dan menderita demam. Penyakit ini dapat disebabkan oleh aspergillosis bronkopulmonalis alergi, fibrosis kistik, dan masalah dengan silia dan penyakit jaringan ikat. Dalam beberapa kasus bronkiektasis fokal, penyebabnya diduga pneumonia.

Kondisi ini dapat terjadi pada satu atau beberapa tempat di paru-paru, atau bahkan menyerang seluruh bagian paru-paru. Dokter biasanya akan melakukan CT Scan untuk mendapat gambaran diagnosis yang akurat.

Bronkiektasis yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kematian. Oleh karenanya, setelah mendapat diagnosis, dokter akan langsung meresepkan beberapa obat untuk membantu tubuh melawan masalah tersebut.

  • Beberapa Perbedaan antara Bronkiektasis dan Bronkitis

Terdapat sesuatu yang mencolok sehingga terlihat jelas perbedaan dari dua kondisi “kelainan” di saluran pernapasan tersebut, di antaranya:

  • Bronkitis tidak mengubah atau mempengaruhi bentuk atau struktur bronkus. Sementara bronkiektasis cenderung mengubah atau mempengaruhi bentuk atau struktur bronkus secara permanen.
  • Penyebab bronkitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus seperti yang disebabkan oleh influenza A atau B, parainfluenza, atau coronavirus. Adapun bronkiektasis disebabkan oleh infeksi bakteri seperti pneumonia atau infeksi kronis seperti cystic fibrosis, alergi bronkopulmonalis aspergillosis, dan HIV.
  • Faktor risiko bronkitis: Merokok, terserang flu, berbagai virus, dan fibrosis kistik. Faktor risiko bronkiektasis: memiliki cystic fibrosis, HIV, atau alergi bronchopulmonary aspergillosis.
  • Bronkitis bisa didiagnosis dengan pemeriksaan fisik dan rontgen dada. Bronkiektasis didiagnosis dengan melihat CT scan resolusi tinggi pada dada.

Dapat dipahami bahwa kedua gangguan pernapasan, baik bronkiektasis maupun bronkitis, itu sama-sama menyerang tabung bronkial atau biasa dikenal dengan bronkus. Meski bronkiektasis lebih berbahaya ketimbang bronkitis, tetapi dua jenis penyakit pernapasan ini sama-sama bisa diobati dengan obat penghilang rasa sakit dan obat bronkodilator.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>