Memahami Neurologi, Ilmu Tentang Saraf Manusia

Ketika Anda memiliki keluhan sering kesemutan atau ada bagian tubuh yang mati rasa, mungkin Anda akan dirujuk kepada dokter spesialis neurologi. Bidang ini merupakan cabang ilmu khusus yang terkait sistem saraf manusia.

Kesemutan atau mati rasa hanya beberapa gejala yang menandakan potensi adanya gangguan saraf. Sistem saraf manusia sangat kompleks dan berperan penting dalam mengatur koordinasi atau gerak tubuh.

Secara umum, sistem saraf manusia terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer. Otak dan sumsum tulang belakang merupakan bagian dari sistem saraf pusat. Sedangkan, sistem saraf perifer mencakup seluruh elemen di sekujur tubuh, termasuk di antaranya mata, telinga, kulit, dan berbagai reseptor sensorik lainnya.

Ketika ada bagian dari sistem saraf yang terganggu, maka Anda perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis neurologi atau dokter spesialis saraf, sebagian menyebutnya sebagai neurologis. Mungkin di antara Anda ada yang bertanya-tanya, penyakit seperti apa sebetulnya yang perlu dikonsultasikan kepada neurologis?

Dokter spesialis neurologi dan penyakit yang ditangani

Sesuai dengan namanya, segala hal yang terkait dengan neurologi atau sistem saraf merupakan cakupan keahlian dokter spesialis ini. Artinya, Anda dapat berkonsultasi dengan neurologis saat ada masalah dengan otak, sumsum tulang belakang, maupun saraf perifer.

Sebagai contoh, bila Anda mengalami gangguan koordinasi, kelemahan otot, merasa linglung, sering merasa kebas atau kesemutan, sering merasa sakit kepala, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis neurologi. Atau ketika Anda mengalami gangguan penglihatan, penciuman, atau peraba juga dapat berkonsultasi dengan neurologis.

Apa saja sebetulnya yang akan dilakukan oleh dokter ahli neurologi? Secara umum, dokter spesialis neurologi atau saraf akan memeriksa kekuatan dan refleks tubuh, memeriksa fungsi koordinasi tubuh, memastikan indera peraba Anda masih berfungsi, memeriksa kemampuan Anda berbicara, hingga memeriksa kondisi kesehatan mental Anda.

Selain tanda dan gejala di atas, ada beberapa penyakit lain yang secara khusus ditangani oleh dokter ahli neurologi, antara lain penyakit stroke, epilepsi, sakit kepala atau migrain yang parah, kelainan pola tidur, penyakit parkinson, penyakit alzheimer, neuropati perifer, penyakit-penyakit neuromuscular, infeksi pada sistem saraf, hingga kasus tumor atau kanker otak.

Tindakan yang identik dengan neurologi

Dalam menegakkan diagnosis, dokter ahli neurologi kadang perlu dukungan data yang diperoleh dari prosedur-prosedur medis tertentu. Tindakan atau prosedur medis yang direkomendasikan oleh dokter tentu sangat bergantung pada gejala yang dialami pasien. Satu pasien dengan pasien lainnya mungkin berbeda.

Berikut ini beberapa tindakan yang sangat berkaitan dengan neurologi:

Pungsi lumbar

Tindakan ini biasanya dilakukan untuk memeriksa cairan sumsum tulang belakang. Pungsi lumbar  merupakan prosedur neurologi yang dilakukan untuk mengambil cairan sumsum tulang belakang.

Pasien akan diberikan bius lokal terlebih dahulu, sebelum tindakan dilakukan. Pengambilan cairan sumsum tulang belakang ini dilakukan dengan menggunakan jarum khusus.

Tes tensilon

Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada pasien yang menderita miastenia gravis. Dokter ahli neurologi akan melihat reaksi otot pasien setelah disuntikkan cairan obat yang disebut Tensilon.

Elektromiografi (EMG)

EMG merupakan alat yang dapat memeriksa aktivitas kelistrikan antara sistem saraf pusat dengan sistem saraf perifer. Dengan pemeriksaan ini, kelainan neurologi secara keseluruhan dapat diperiksa.

Sebelum menjalani prosedur EMG, pasien biasanya perlu minum obat pengencer darah. Beberapa pasien merasa tidak nyaman saat menjalani pemeriksaan ini, sebab ada alat khusus yang ditusukkan ke dalam otot.

Elektroensefalografi (EEG)

Berbeda dengan EMG, pemeriksaan EEG lebih spesifik mendeteksi aktivitas kelistrikan pada otak. Ada elektroda yang ditempelkan di kepala pasien untuk mengetahui ada atau tidaknya peradangan, tumor, atau cedera otak, hingga gangguan psikiatrik serta mencari penyebab dari kejang yang sering dialami pasien.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>