Category Hidup Sehat

Penerimaan Diri Penting Untuk Kesehatan Emosional

penerimaan diri kesehatan mental

Penerimaan diri didefinisikan sebagai penerimaan segala artibut yang ada pada diri kita, baik yang positif maupun yang negatif. Termasuk juga penerimaan terhadap tubuh kita, perlindungan diri terhadap kritik negatif, dan memiliki kepercayaan terhadap kapasitas diri.

Banyak orang di dunia yang memiliki kepercayaan diri rendah dan hal ini didasari oleh berbagai alas an. Ada satu teori yang bisa menjelaskan mengapa kita butuh untuk diterima. Yaitu karena kita membangun kepercayaan diri kita dari dari rasa dihargai dari orang lain.

Orang-orang yang memiliki level penerimaan diri yang rendah mungkin memiliki orang tua yang kurang memberikan empati selama masa kecil mereka. Konsekuensi yang dimiliki, ketika mereka dewasa , mereka jadi membutuhkan pengakuan yang lebih besar dari orang lain ketimbang orang pada umumnya. Kata lainnya, penerimaan yang “normal” tidak memberikan mereka rasa percaya diri.

Beberapa orang yang sudak memiliki rasa percaya diri biasanya mencoba untuk meningkatkan rasa pede tersebut dengan cara mengerjakan sesuatu yang hebat. Tetapi hal ini hanya berlangsung sementara karena sulit untuk membuat mereka percaya dengan kepedulian yang tulus. Jadi ketika hal tersebut mendatangi mereka, mereka akan curiga dan sulit mempercayainya.

Tentunya, kurangnya penerimaan diri tidak datang dengan tiba-tiba. Hal tersebut memiliki efek yang mendalam pada kesehatan dan psikologis seseorang. Oleh karena itu, penting untuk mengerti efek apa saja yang muncul dan bagaimana cara mengatasainya

Konsekuensi fisik dan emosional dari penerimaan diri yang rendah

Tanpa penerimaan diri, keadaan psikologis Anda bisa dalam keadaan tidak baik dan biasanya bantuan yang bermanfaat akan menjadi percuma, dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki penerimaan diri yang lebih baik.

Contohnya, melatih meditasi mindfulness (konsep kesadaran diri) bisa membantu banyak orang mengatasi dampak stres. Tetapi, ketika Anda tidak bisa menerima diri Anda sendiri, hal ini menjadi tidak efektif. Selain itu, jika Anda memiliki penyakit fisik, akan membuat Anda merasa lebih khawatir dengan diri Anda sendiri. Dalam konteks ini, secara otomatis pikiran negatif akan muncul dan bertambah dengan sendirinya.

Cara meningkatkan penerimaan diri

Berikut tiga cara untuk meningkatkan penerimaan diri, diantaranya:

  1. self-regulation (regulasi diri)
  2. self-awareness (kesadaran diri)
  3. self-transcendence (transendensi diri)

Regulasi diri termasuk menekan emosi negatif yang bisa membuat seseorang membenci diri sendiri dengan cara fokus terhadap bagian positif dalam diri Anda, dan membingkai ulang situasi negatif yang pernah terjadi.

Meditasi sebagai bagian dari penerimaan diri

Penerimaan diri bisa juga dicapai dengan dua jenis meditasi, yaitu mindfulness (meditasi kesadaran diri) dan loving-kindness (meditasi cinta kasih).

Kesadaran diri fokus pada observasi emosi kita ketika sedang memuncak. Hal ini bisa menurunkan respon emosional pada otak terhadap kecemasan dan tekanan. Hal ini efektif untuk menenangkan diri Anda.

Memiliki lebih banyak kasih sayang pada diri sendiri bisa membantu Anda dalam meningkatkan penerimaan diri. Meditasi bisa membantu Anda dalam mencapai tahap ini dengan mengganti aktivitas pada beberapa bagian otak yang memproses dan merasakan emosi. Hal ini dikarenakan kurangnya penerimaan diri diasosiasikan pada terlalu banyaknya aktivitas otak kanan. Meditasi yang seringkali mengedepankan cinta diri, dapat menyediakan cara untuk menangani ketidakseimbangan ini.

Temukan cara penerimaan diri yang cocok untuk Anda

Tidak semua metode yang sudah disebutkan diatas bisa cocok untuk seseorang. Setiap individu memiliki keunikan masing-masing. Jadi, penting untuk mengetahui apa yang cocok dan yang tidak. Penerimaan diri adalah kunci kesehatan emosional dan psikologis. Cobalah pelajari dari sekarang.

Read More

Kenali Tanda-Tandanya! Hibur diri Anda saat Duka Cita Melanda

duka cita melanda

Rasa duka cita sering diasosiasikan dengan meninggalnya orang terdekat atau orang yang disayangi. Namun, tahukah Anda kalau sebenarnya perasaan duka cita juga dapat dirasakan saat Anda berpisah dengan pasangan, saat Anda dipecat dari pekerjaan, ataupun saat Anda pindah ke kota lain.

Perasaan duka cita terjadi saat seseorang kehilangan sesuatu atau seseorang yang berharga. Setiap orang mengekspresikan kesedihan mendalam dengan caranya sendiri tetapi kerap kali perasaan duka cita tidak disadari dan ditangani dengan benar. Anda bisa saja sedang merasakan duka cita tanpa Anda sadari.

Tahapan Duka Cita

  1. Penolakan: Saat pertama kali kehilangan seseorang atau sesuatu yang berharga, Anda bisa saja merasa terkejut atau kebas. Anda mulai menolak kenyataan atas kehilangan tersebut dan mulai meyakinkan diri Anda bahwa hal tersebut tidak terjadi kepada Anda.

  2. Kemarahan: Saat diperhadapkan dengan kehilangan tersebut, Anda mulai merasakan rasa sakit, frustrasi, dan tidak berdaya yang berubah menjadi kemarahan yang Anda tujukan kepada lingkungan sekitar Anda.

  3. Tawar-Menawar: Pemikiran seperti “seandainya saja”  mulai muncul di kepala Anda. Anda mulai memikirkan berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kehilangan tersebut.

  4. Depresi: Beberapa tanda-tanda depresi yang dirasakan dapat berupa menurunnya nafsu makan, frekuensi menangis yang meningkat, serta kesulitan untuk tidur. Perasaan kesepian dan penuh penyesalan adalah sesuatu yang bisa saja Anda alami.

  5. Penerimaan: Anda mulai bisa menerima kenyataan bahwa kehilangan yang Anda alami tidak dapat Anda ubah. Anda akhirnya mulai memutuskan untuk melanjutkan hidup Anda, meskipun Anda masih merasakan kesedihan mendalam atas kehilangan tersebut.

Jika Anda telah menyadari bahwa ternyata Anda berada dalam salah satu tahapan berduka, maka Anda harus menerima keadaan bahwa Anda sedang berduka.

Rasa duka cita adalah sesuatu yang normal dirasakan saat kita kehilangan sesuatu atau seseorang yang berharga. Namun, Anda tidak boleh berdiam dalam rasa duka cita Anda. Anda bisa melakukan beberapa hal di bawah ini untuk menghadapi rasa duka Anda.

Cara Mengatasi Kesedihan

1. Berikan diri Anda waktu

Perasaan duka cita adalah hal yang normal, berikan diri Anda waktu untuk bisa menerima dan memahami kehilangan yang Anda rasakan dan alami. Janganlah membuat keputusan yang tergesa-gesa saat Anda sedang berduka. Anda harus menyadari bahwa rasa duka cita adalah suatu proses yang membutuhkan waktu.

2. Bersosialisasi

Keluarlah dari kamar Anda dan mulai menjalin koneksi dengan orang-orang terdekat Anda. Anda dapat bercerita mengenai rasa sedih dan sakit Anda kepada teman ataupun keluarga Anda. Dukungan dari orang-orang terdekat Anda akan membantu Anda untuk menghadapi rasa duka cita yang Anda alami. Anda juga bisa mencari komunitas-komunitas yang dapat terdiri dari orang-orang yang pernah mengalami kehilangan yang serupa untuk mencari dukungan.

3. Benahi diri Anda

Saat Anda sedang berduka, sering kali Anda tidak memperhatikan diri Anda. Oleh  karenanya, penting untuk mulai menjaga kesehatan Anda. Anda bisa mulai dengan mengatur pola makan dan tidur Anda serta berolahraga secara teratur. Anda juga dapat menjalani hobi ataupun aktivitas-aktivitas lainnya yang membuat Anda merasa senang, seperti menggambar ataupun menonton film di bioskop.

Read More

Hati-Hati, Ini Dia 9 Makanan Terburuk yang Harus Dihindari saat Konstipasi

makanan yang harus dihindari gorengan

Konstipasi merupakan masalah pencernaan yang terjadi akibat pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Berikut ini adalah beberapa jenis makanan terburuk yang dapat memperparah konstipasi. Pastikan untuk sementara menghindari makanan-makanan ini agar pencernaan kembali pulih.

1. Susu
Jika konstipasi atau sembelit sering Anda alami, cobalah untuk mengevaluasi gaya hidup dan asupan makan harian Anda. Hal pertama yang paling sering menyebabkan konstipasi adalah terlalu banyak keju dan susu. Namun, bukan berarti Anda harus berhenti mengonsumsi susu dan produk olahannya. Sebaliknya, Anda hanya perlu mengurangi asupannya menjadi lebih sedikit. Selain itu, cobalah untuk mengonsumsi yogurt dengan probiotik yang mengandung bakteri hidup baik untuk sistem pencernaan. Asupan ini dapat membantu meringankan sembelit.

2. Makanan Cepat Saji
Gaya hidup modern yang identik dengan segala hal yang praktis dan cepat terkadang membawa dampak buruk bagi kesehatan. Sebut saja kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji yang rendah serat dan berminyak. Jangan heran jika terlalu sering mengonsumsi asupan cepat saji akan membuat pencernaan Anda menjadi bermasalah.

3. Gorengan
Gorengan sangat identik sebagai camilan sore yang lezat dan teman beraktivitas di kala hujan. Apalagi jika ditemani dengan cabai rawit atau sambal kacang yang hangat. Namun, perhatikan juga kadar asupannya agar tidak mengganggu kesehatan pencernaan Anda. Pasalnya, makanan berminyak ini sangat rendah serat dan menghambat pencernaan dalam bekerja. Selain itu, makanan berminyak ini juga membuat tinja menjadi keras dan kering sehingga Anda mengalami sembelit.

4. Telur
Sebagai makanan yang tinggi protein tetapi rendah serat, telur menjadi pilihan makanan yang cukup menimbulkan dilema. Namun, Anda tidak perlu menghapusnya dari menu asupan harian. Cukup tambahkan saja makanan tinggi serat ke dalam campuran telur seperti dengan membuat telur dadar yang dilengkapi bayam segar dan tomat.

5. Daging
Daging memang merupakan asupan yang kaya akan protein dan lemak. Sayangnya makanan ini memiliki kandungan serat yang kurang. Jika Anda mengalami sembelit atau konstipasi, pastikan untuk mengombinasikan sajian daging dengan sayur-sayuran dan buah.


6. Kue Manis

Beragam pilihan kue, baik itu cookies, biskuit, cupcakes, dan beragam kue-kuean lainnya memang dianjurkan untuk tidak dikonsumsi setiap hari. Kandungan gula yang tinggi disertai kurangnya nutrisi serat dan cairan berisiko membuat pencernaan Anda terganggu. Jangan heran jika terlalu sering makan kue akan membuat Anda sembelit. Namun, Anda dapat mencoba kombinasi dengan memakannya bersama yogurt untuk meminimalisir dampak terhadap konstipasi.

7. Roti Tawar
Terlalu banyak mengonsumsi roti tawar dapat berisiko membuat feses menjadi keras dan kering. Pasalnya, roti tawar dibuat dari tepung rendah serat yang akan menghambat kerja pencernaan. Sebagai gantinya, pilihlah roti panggang gandum yang dapat memperlancar pencernaan.

8. Kafein
Beberapa cangkir kopi memang kerap memicu gejolak perut dan membuat sebagian orang buang air. Namun, sebagian orang lain malah mendapatkan efek samping yang bertolak belakang di mana kopi malah membuat tubuh menyerap air lebih banyak dan membuat feses menjadi kering. Akibatnya feses menjadi kering berisiko memperparah konstipasi.

9. Alkohol
Sama halnya dengan kopi, asupan alkohol dapat mengakibatkan terjadinya dehidrasi internal. Alhasil, cairan internal perut yang diproduksi tubuh akan mengalami pengurangan secara drastis. Itulah sebabnya feses akan menjadi keras dan dapat mengakibatkan konstipasi.

Read More