Category Pemeriksaan

Mengenal Lebih Jauh Pemeriksaan HBA1C

Apakah Anda tahu tentang pemeriksaan HBA1C? Tes HBA1C atau tes hemoglobin A1C adalah tes yang mengukur jumlah hemoglobin di darah yang memiliki glukosa yang menempel di dalamnya. Hemoglobin merupakan sebuah protein yang ditemukan di sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Sel-sel hemoglobin akan terus menerus mati dan beregenerasi dengan masa hidup kurang lebih 3 bulan. Apabila terdapat terlalu banyak glukosa di sel-sel hemoglobin, ini tandanya Anda memiliki A1C yang tinggi. Apabila jumlah glukosa normal, berarti Anda juga akan memiliki A1C yang normal.

Tes kontrol diabetes

Dahulu kala, orang-orang dengan penyakit diaebetes hanya akan mengandalkan tes urin untuk mengukur kadar gula darah. Walaupun tes ini akurat, namun hanya sementara mengingat keterbatasan dalam pengukuran kontrol gula darah. Hal ini disebabkan karena kadar gula darah akan berbeda-beda tergantung dengan waktu, kadar aktivitas seseorang, dan perubahan-perubahan hormonal. Beberapa orang bahkan mungkin akan memiliki kadar gula darah yang tinggi pada pukul 3 pagi tanpa menyadari hal ini. Pada tahun 1980, pemeriksaan HBA1C menjadi tersedia secara umum dan dengan cepat berubah menjadi sebuah alat pengawasan pengaturan diabetes yang penting. Pemeriksaan HBA1C mengukur glukosa darah rata-rata dalam 2 hingga 3 bulan. Sehingga, meskipun Anda memiliki gula darah puasa yang tinggi, gula darah keseluruhan Anda mungkin normal ataupun sebaliknya.

Meskipun demikian, gula darah puasa yang normal bukan berarti Anda tidak akan memiliki risiko diabetes tipe 2. Karena sebab inilah pemeriksaan HBA1C digunakan untuk diagnosa dan pemeriksaan prediabetes dan diabetes. Karena dalam pemeriksaan ini seseorang tidak perlu melakukan puasa sebelum diperiksa, pemeriksaan dapat dilakukan kapan pun.

Pembacaan hasil pemeriksaan HBA1C

Seseorang tanpa penyakit diabetes akan memiliki sekitar 5 persen hemoglobin terglikasi. Kadar A1C normal adalah kurang dari 5.6 persen, menurut Institut Penyakit Diabetes, Pencernaan, dan Ginjal Nasional. Sementara itu, kadar 5.7 hingga 6.4 persen mengindikasikan prediabetes, dan angka kadar A1C 6.5 persen ke atas menunjukkan diabetes. Untuk memantau kontrol glukosa secara keseluruhan, orang-orang dengan diabetes harus mendapatkan pemeriksaan HBA1C setidaknya dua kali dalam setahun. Pengukuran yang lebih sering (setidaknya setiap 3 bulan sekali) perlu dilakukan apabila Anda memiliki penyakit diabetes tipe 1, apabila perawatan sedang disesuaikan, dan apabila Anda ataupun dokter Anda memiliki target gula darah tertentu, ataupun apabila Anda sedang hamil.

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pemeriksaan HBA1C

Dulu, berbagai jenis pemeriksaan HBA1C dapat memberikan hasil yang berbeda-beda tergantung laboratorium yang menganalisanya. Namun, sekarang, Program Standarisasi Glycohemoglobin Nasional telah membantu meningkatkan keakurasian dari pemeriksaan jenis ini. Pabrik-pabrik tes A1C harus membuktikan bahwa alat tes mereka memberikan hasil yang konsisten dan sama dengan apa yang digunakan di studi atau penelitian diabetes. Selain itu, alat pemeriksaan rumahan yang akurat juga sekarang sudah tersedia di pasaran.

Namun, keakurasian sangat relatif ketika kita membicarakan pemeriksaan glukosa darah ataupun HBA1C. Hasil pemeriksaan HBA1C dapat setengah persen lebih tinggi ataupun lebih rendah dari persentase sesungguhnya. Hal ini berarti apabila A1C Anda adalah 6, hasil ini mengindikasikan bahwa rentang hasil tes adalah antara 5.5 hingga 6.5. Beberapa orang mungkin akan memiliki hasil pemeriksaan glukosa darah yang mengindikasikan bahwa mereka menderita diabetes namun memiliki A1C yang normal ataupun sebaliknya. Untuk itu, sebelum mengkonfirmasi diagnosa diabetes, dokter harus melakukan pemeriksaan HBA1C beberapa kali. Namun, hal ini tentunya tidak perlu dilakukan terutama apabila gejala diabetes sudah terlihat, seperti rasa haus yang meningkat, sering buang air kecil, dan turunnya berat badan.

Read More