Penyebab Jerawat di Hidung yang Perlu Diketahui

Hidung merupakan salah satu area wajah yang kerap kali menjadi tempat munculnya jerawat, jika seseorang mengalami kondisi ini terutama di bagian dalam bisa menjadi pertanda adanya infeksi pada indera penciuman seseorang. Sementara itu, penyebab jerawat di hidung ada beberapa macam dan cara pengobatannya pun beragam.

jerawat di hidung

Jerawat yang muncul di hidung atau sekitar wajah bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu penampilan. Walaupun tidak terlihat di bagian wajah lain, jerawat pada hidung bagian dalam juga harus diatasi dengan tepat.  Pasalnya, apabila tidak segera diobati atau bahkan tidak diobati maka kuman di hidung dapat menyebar ke otak.

Penyebab Jerawat di Hidung

Berbagai jerawat yang muncul dan apa pun jenisnya dihasilkan dari terumbatnya pori-pori oleh minyak berlebih, kotoran dan sel-sel kulit mati. Penyumbatan yang muncul kemudian menjadi komedo, apabila bakteri masuk ke dalam kulit komedo akan meradang dan menjadi papula atau jerawat kemerahan, berikut beberapa penyebab jerawat muncul di hidung.

  • Pori-pori Tersumbat

Area hidung pada umumnya punya pori-pori yang lebih lebar dan memproduksi lebih banyak minyak, ini membuat hidung menjadi area acne prone atau rawan muncul jerawat. Kondisi ini terjadi karena produksi minyak berlebih dan masuknya bakteri ke dalam pori-pori yang tersumbat, inilah yang menghasilkan komedo dan jerawat.

  • Rambut Tumbuh ke Dalam

Aktivitas waxing atau mencabut bulu di area wajah juga bisa menjadi penyebab tumbuhnya jerawat di hidung. Keadaan ini muncul karena rambut atau bulu di area hidung tumbuh kembali ke dalam lapisan kulit.

  • Nasal Vestibulitis

Vestibulitis hidung merupakan suatu kondisi di mana terjadinya infeksi akibat bakteri pada area hidung bagian depan atau bagian depan rongga hidung. Kondisi ini bisa terjadi ketika seseorang mengupil, mengeluarkan napas secara berlebih atau melakukan tindik kuping. Bakteri Staphylococcus atau stap menyebabkan benjolan di dalam hidung.

  • Nasal Furuncles

Furunkel pada hidung merupakan infeksi bakteri yang terjadi pada bagian dalam rongga hidung, keadaan kini terkadang dapat menyebabkan seluitis, atau infeksi kulit yang bisa menyebar ke aliran darah, tentunya kondisi ini bisa membahayakan jika tidak segera ditangani.

Cara Mengatasi Jerawat di Hidung

  • Perhatikan Tipe Jerawat

Apabila jerawat yang muncul di hidung adalah tipe acne vulgaris, terdapa beberapa langkah mudah untuk bisa mengatasi kondisi tersebut. Gunakan air hangat dan handuk bersih untuk membilas wajah dan menghilangkan minyak berlebih, lalu gunakan es batu untuk mengurangi peradangan, bisa oleskan salep atau acne patch.

  • Eksfoliasi

Cara ini dipakai untuk membantu proses regenerasi kulit, ketika jerawat di hidung muncul pilih bahan eksfoliasi yang lebih gentle seperti asam salisilat, asam laktat atau asam glikolat. Beberapa bahan ini digunakan untuk mengatasi jerawat secara bertahap dan lembut untuk membuka pori-pori.

  • Skincare Bahan Retinol

Memakai serum atau produk kecantikan berbahan retinol di malam hari dapat sangat membantu mengatasi berbagai masalah kulit. Termasuk jerawat, retinol bisa mempercepat pergantian sel kulit dan membantu mengembalikan siklus kulit yang sehat dan mengurangi jumlah kulit mati di permukaan dan mengatasi penyebab jerawat di hidung.

Kondisi inilah yang secara bertahap mampu mengurangi kemungkinan pori-pori tersumbat, apabila dikombinasikan dengan obat oral maka perawatan ini diklaim mampu memberikan hasil yang fantasis. Termasuk penggunaan tetrasiklin karena sifat anti-inflamasi, sprionolakton untuk jerawat siklis dan sebagai anti-androgen.

Read More

Begini Caranya Merawat Gigi Anak Agar Tetap Sehat

Begini Caranya Merawat Gigi Anak Agar Tetap Sehat

Anak-anak adalah usia di mana mereka sangat suka dengan makanan atau minuman yang manis, seperti es krim, permen, gula-gula, cokelat, dan sejenisnya. Bila gigi anak tidak dirawat atau dibersihkan secara teratur, maka dapat menyebabkan kerusakan gigi. Nah, seberapa penting sih kesehatan gigi anak? Lalu, bagaimana cara merawat gigi anak agar tetap sehat dan tidak mengalami kerusakan? Berikut penjelasannya. 

Memahami pertumbuhan gigi anak

Gigi anak pertama kali tumbuh (gigi susu) biasanya saat berusia 6 bulan. Namun, jangan khawatir jika ternyata anak Anda mengalami kecepatan (paling cepat 3 bulan) atau terlambat (paling lambat 12 bulan) tumbuh gigi. Setiap anak tentunya berbeda-beda, kebanyakan akan tumbuh gigi sulung sebanyak 20 buah pada saat berusia 3 tahun. Ketika anak masuk usia 5 atau 6 tahun, satu persatu gigi sulung akan lepas dan diganti dengan gigi permanen. 

Pentingnya kesehatan gigi anak

Gigi sulung berperan penting dalam membentuk wajah anak Anda, membantu mengarahkan gigi permanen ke posisi yang tepat, serta membantu anak untuk belajar makan dan berbicara. Oleh sebab itu, penting sekali untuk merawat gigi anak dengan baik.

Gigi sulung memiliki struktur luar yang lebih tipis dibandingkan dengan gigi permanen, sehingga berisiko mengalami kerusakan gigi anak usia dini, bahkan dapat dimulai sebelum gigi pertama muncul. Pembusukan disebabkan oleh bakteri dan lebih mudah terjadi apabila gigi sering terpapar dengan cairan manis, seperti susu formula, jus, dan bahkan ASI (karena ada kandungan gulanya), dan tidak dibersihkan secara teratur. 

Selain itu, sisa makanan di sela-sela gigi juga dapat memicu kerusakan gigi anak. Sisa makanan yang tidak dibersihkan dari gigi akan menjadi sumber yang baik untuk pertumbuhan bakteri di mulut. Tidak hanya memengaruhi bau napas, kondisi ini pun membuat gigi anak jadi lebih cepat rusak.

Jika anak Anda mengalami sakit gigi, maka anak akan sulit tidur, makan, atau berbicara. Sakit gigi juga memengaruhi kemampuan anak berkonsentrasi saat belajar. Oleh sebab itu, penting sekali untuk merawat gigi anak agar tetap sehat dan terhindar dari risiko sakit gigi. 

Tips merawat gigi anak agar tetap sehat

Rutin membersihkan gigi sangat penting untuk kesehatan gigi yang baik. Berikut ada beberapa tips yang dapat membantu Anda merawat gigi anak-anak agar terbebas dari kerusakan.

Cara menyikat gigi yang benar

Hal utama yang harus diperhatikan dalam menyikat gigi adalah menggunakan pasta gigi berfluorida, karena ini dapat mencegah atau mengurangi risiko kerusakan gigi.

Anak-anak sampai usia 6 tahun:

  • Mulailah menyikat gigi anak Anda segera setelah gigi susu pertama lepas (sekitar 6 bulan, bisa lebih awal atau lebih lambat) dan ini harus diawasi.
  • Sikat gigi dua kali sehari selama sekitar 2 menit dengan pasta gigi berfluorida.
  • Sikat gigi sebelum tidur di malam hari.
  • Gunakan pasta gigi berfluorida. Pada anak-anak, kandungannya tidak kurang dari 1.000 ppm fluorida atau pasta gigi keluarga, kandungannya 1.350 – 1.500 ppm fluorida.
  • Pastikan anak-anak tidak makan atau menjilat pasta gigi.
  • Ludahkan busa setelah menyikat dan jangan dibilas dengan berkumur-kumur. Jika Anda melakukan hal demikian, fluoride tidak akan bekerja dengan baik untuk gigi.

Langkah-langkah tersebut juga berlaku sama saat anak-anak berusia 7 tahun ke atas. Hanya saja, di usia ini, anak Anda mungkin sudah bisa menyikat giginya sendiri tanpa perlu diawasi. Walaupun begitu, Anda tetap perlu memastikan mereka telah menyikat giginya dengan benar.

Cara mencegah gigi anak berlubang

Beberapa cara ini dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi anak, yaitu:

  1. Batasi konsumsi permen, makanan manis, atau camilan. 
  2. Sikat gigi anak Anda setelah makan.
  3. Pastikan sikat gigi anak Anda setelah minum obat sirup, seperti obat batuk sirup yang mengandung gula dan membuat mulut menghasilkan asam, karena ini dapat merusak lapisan atas pelindung gigi.
  4. Bantu dan bimbing anak Anda untuk mengembangkan kebiasaan makan yang baik. Pastikan untuk memasukkan sumber kalsium yang baik untuk kesehatan gigi dan tulang, seperti susu, brokoli, dan yogurt.
  5. Hindari memberikan minuman manis kepada anak, seperti minuman soda. Soda mengandung banyak gula yang dapat menyebabkan gigi berlubang.

Inilah beberapa cara untuk merawat gigi anak yang dapat Anda lakukan. Anda juga bisa melakukan pemeriksaan gigi anak ke dokter gigi secara teratur untuk membantu mencegah masalah gigi muncul.

Read More

Peran Ruang Inap HCU Terhadap Penanganan Pasien di Rumah Sakit

Peran Ruang Inap HCU Terhadap Penanganan Pasien di Rumah Sakit

Ruang ICU atau Intensive Care Unit, tentu Anda sudah pernah mendengarnya. Namun, bagaimana dengan ruang inap HCU di rumah sakit? HCU adalah High Care Unit yang merupakan salah satu unit perawatan rawat inap untuk pasien dengan kondisi sadar dan stabil, namun masih membutuhkan pengobatan dan pengawasan secara ketat. 

Sebenarnya, kondisi pasien tidak tergolong terlalu gawat hingga perlu dirawat di ICU, namun pasien tersebut juga dikategorikan belum cukup sehat untuk dipindahkan ke ruang rawat inap biasa. 

Apa saja spesifikasi ruang rawat inap HCU?

Tujuan mengapa pasien ditempatkan di ruang rawat inap HCU agar ia lebih mudah untuk dipindahkan ke ruang ICU jika sewaktu-waktu kondisinya memburuk. Ketika di ruang HCU, pasien juga lebih mudah untuk dipantau perkembangan kesehatannya. Jika kondisi telah membaik, pasien dapat dipindahkan ke ruang rawat inap biasa. 

Spesifikasi ruang inap HCU ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal BIna Upaya Kesehatan Nomor HK.03.05/I.2063/11, yang membagi HCU menjadi tiga jenis:

  1. HCU terpisah (separated/conventional/freestanding), merupakan HCU dengan ruangan yang terpisah dari ICU
  2. HCU terintegrasi (integrated) adalah ruangan HCU yang menjadi satu dengan ICU.
  3. HCU paralel adalah HCU yang letaknya bersebalahan maupun berdekatan dengan ICU.

Siapa saja yang dirawat di ruang inap HCU?

Tidak semua pasien dirawat di HCU. Di bawah ini, terdapat beberapa jenis kondisi pasien yang membutuhkan perawatan di HCU:

  • Mengalami penyakit pernapasan (gagal napas)
  • Masalah saluran pencernaan
  • Masalah pada kelenjar buntu (endokrin)
  • Masalah sistem saraf, seperti cedera pada kepala maupun sumsum tulang belakang
  • Penyakit kardiovaskular, seperti jantung
  • Pasien yang baru saja menjalani pembedahan, seperti ibu hamil yang melahirkan secara Caesar dan membutuhkan resusitasi cairan
  • Masalah kebidanan, seperti pre-eklampsia pada ibu hamil

Pelayanan apa saja yang ada dalam ruangan HCU?

Pasien yang dirawat di HCU perlu untuk terus selalu diawasi secara ketat dan diberikan tindakan medis yang dibutuhkan. Tim medis sewajarnya melakukan pengawasan terhadap kondisi pasien, seperti melakukan pengecekan berkala, terhadap:

  • Keseimbangan cairan dengan interval waktu pengawasan pasien minimal 8 jam *dapat disesuaikan dengan kondisi pasien
  • Tingkat kesadaran
  • Fungsi pernapasan dan sirkulasi dengan interval waktu pemantauan seminimalnya berkisar 4 jam

Apakah BPJS menanggung biaya perawatan di ruang inap HCU?

HCU adalah salah satu fasilitas kesehatan yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Hal tersebut berarti, jika Anda mengikuti program Jaminan Kesehatan dan Anda perlu dirawat di HCU, maka pembayaran akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan, sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk mendapatkan pelayanan ini.

Meski begitu, pastikan bahwa Anda telah memenuhi persyaratan di bawah ini jika ingin mendapatkan pelayanan di ruang inap HCU secara gratis:

  • Status kepesertaan aktif
  • Telah melunasi iuran BPJS Kesehatan )termasuk JKN-KIS
  • Melengkapi persyaratan administrasi, seperti rujukan dari fasilitas kesehatan sebelumnya
  • Membawa kartu BPJS tiap kali melakukan proses administrasi
  • Telah melalui pemeriksaan instalasi gawat darurat (IGD), klinik rawat jalan, kamar operasi, maupun ruang rawat inap.
  • Mendapatkan persetujuan dari dokter penanggung jawab pasien (DPJP).

Pasien yang dirawat di HCU dapat dijenguk sekali dalam sehari. Namun, dikarenakan situasi adanya pandemi COVID-19, beberapa rumah sakit menutup jam besuk bagi pengunjung.

Read More

Apa Itu Hipoalbuminemia dan Apa Penyebabnya?

Hipoalbuminemia terjadi ketika Anda tidak memiliki cukup protein albumin di dalam aliran darah. Albumin merupakan sebuah protein yang dibuat di dalam hati. Albumin merupakan sebuah protein yang penting di plasma darah. Tergantung usia Anda, tubuh membutuhkan albumin sebesar 3,5 hingga 5,9 gram per decilitre. Tanpa cukup albumin, tubuh tidak dapat menjaga cairan agar tidak bocor keluar dari pembuluh darah. Tidak memiliki cukup albumin juga dapat mempersulit pergerakan zat-zat penting di seluruh tubuh.

Gejala

Albumin digunakan di seluruh tubuh. Hipoalbuminemia memiliki gejala seperti edema (penumpukan cairan) di kaki atau wajah, kulit yang terasa kasar dan kering dibandingkan dengan biasanya, rambut yang menipis, jaundice (kulit tanpak kuning), kesulitan bernapas, merasa lemah atau lelah, detak jantung yang tidak teratur, pertambahan berat badan yang tidak normal, tidak memiliki nafsu makan, diare, mual, dan muntah.

Gejala yang Anda rasakan akan sangat bergantung pada apa yang menyebabkan kondisi tersebut. Misalnya, apabila hipoalbuminemia disebabkan karena diet yang buruk, gejala akan muncul perlahan seiring berjalannya waktu. Di sisi lain, apabila hipoalbuminemia disebabkan karena luka bakar serius, gejala dapat dirasakan langsung. Kunjungi dokter apabila Anda mulai merasa lelah dan memiliki kesulitan bernapas tanpa ada peringatan apapun. Hipoalbuminemia juga dapat menunda pertumbuhan anak. Apabila Anda menyadari anak tidak tumbuh dan berkembang seperti anak lain seusianya, konsultasi dengan dokter dan memastikan apakah ia perlu mendapatkan pemeriksaan untuk hipoalbuminemia atau tidak.

Penyebab

Level albumin di bawah 3,4 gram per decilitre (g/dL) dianggap level yang rendah. Ada banyak gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan hipoalbuminemia. Menentukan apa yang menyebabkan hipoalbuminemia sangat penting untuk menemukan perawatan yang efektif untuk kondisi Anda. Adapun beberapa penyebab hipoalbuminemia di antaranya adalah:

  • Kegagalan hati. Hati memproduksi albumin. Sehingga tes albumin biasanya merupakan bagian dari pemeriksaan fungsi hati. Banyak penyakit dapat menyebabkan kegagalan hati, seperti sirosis, kanker hati, hepatitis, penyakit hati yang berhubungan dengan alkohol, dan penyakit hati berlemak.
  • Gagal jantung. Beberapa orang dengan gagal jantung akut dapat memiliki level albumin yang rendah, meskipun alasan mengapa hal ini terjadi masih belum diketahui.
  • Kerusakan ginjal. Adanya masalah dengan ginjal dapat menyebabkan ginjal membuang protein dalam jumlah besar melalui urin. Albumin akan diambil dari darah, untuk kemudian menyebabkan hipoalbuminemia.
  • Enteropathy kehilangan protein. Beberapa kondisi gangguan lambung dan gastrointestinal, seperti penyakit seliak dan penyakit radang usus, dapat menyebabkan sistem pencernaan kehilangan banyak protein. Kondisi ini menyebabkan sebuah sindrom yang bernama enteropathy kehilangan protein yang dapat menyebabkan rendahnya level albumin.
  • Malnutrisi. Seseorang dapat menderita hipoalbuminemia ketika mereka tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, atau memiliki kondisi medis yang membuat tubuh kesulitan dalam menyerap nutrisi. Selain itu, beberapa orang yang sedang mendapatkan chemotherapy dapat kekurangan nutrisi.

Selain itu, meskipun jarang terjadi, seseorang dapat menderita hipoalbuminemia sebagai hasil akibat luka bakar serius, infeksi darah yang disebut dengan istilah sepsis, reaksi alergi, lupus, hypothyroidism, dan diabetes.

Apabila tidak diobati, hipoalbuminemia dapat memperburuk efek dari penyakit lain. Menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2015, ditemukan bahwa penyakit paru obstruktif kronis (COPD) dan hipoalbuminemia dapat meningkatkan risiko kegagalan pernapasan. Komplikasi lain di antaranya adalah penumpukan cairan di paru-paru dan lambung, pneumonia, dan kerusakan otot. hipoalbuminemia juga dapat menurunkan keefektifan beberapa obat-obatan yang dapat mengikat albumin.

Read More

Mengenal Glukoneogenesis

Glukoneogenesis adalah suatu proses yang terjadi di hati dan ginjal Anda.

Glukoneogenesis adalah suatu proses yang terjadi di hati dan ginjal Anda. Glukoneogenesis memasok kebutuhan glukosa plasma di antara waktu makan.  

Glukoneogenesis secara harfiah diterjemahkan sebagai ‘produksi glukosa baru’. Hal ini adalah jalur metabolik yang menghasilkan pembentukan glukosa dari substrat karbon non-karbohidrat seperti laktat, gliserol, dan asam amino glukogenik. 

Glukoneogenesis terjadi setelah sekitar 8 jam puasa ketika simpanan glikogen hati Anda mulai menipis dan sumber glukosa alternatif diperlukan. Proses ini terjadi terutama di hati dan ginjal.

Glukoneogenesis adalah salah satu kontributor utama hiperglikemia yang terlihat pada pasien diabetes sebagai sel yang ‘merasa’ kekurangan nutrisi sehingga mengirimkan sinyal hormonal untuk meningkatkan kadar glukosa dalam darah melalui glukoneogenesis.

Glukoneogenesis “berakhir” pada produksi molekul yang dikenal sebagai glukosa 6-fosfat. Glukosa 6-fosfat kemudian dapat disimpan tubuh Anda sebagai glikogen, atau dipecah dalam satu langkah terakhir menjadi glukosa bebas, sebuah reaksi yang dikatalisis oleh enzim yang dikenal sebagai glukosa 6-fosfatase yang ada di retikulum endoplasma mitokondria

Mekanisme glukoneogenesis digunakan untuk membersihkan produk metabolisme jaringan lain dari darah, misalnya: Laktat, diproduksi oleh otot dan eritrosit serta gliserol, yang secara terus menerus diproduksi oleh jaringan adiposa.

Sebenarnya, glukoneogenesis tidak berbahaya, dan sebenarnya merupakan proses yang diperlukan yang memungkinkan tubuh Anda membuat bahan bakar sendiri untuk menjaga proses tubuh tetap berjalan.

Read More

Mengenal Gangguan Pendengaran Auditory Processing Disorder

Mengenal Gangguan Pendengaran Auditory Processing Disorder

Auditory processing disorder, atau disingkat APD, merupakan kondisi pendengaran di mana otak mengalami kesulitan dalam memproses suara. Hal ini akan memengaruhi bagaimana Anda memahami percakapan atau suara lain di sekitar Anda. Misalnya, pertanyaan “apa warna sofa?” dapat terdengar seperti “apa karena soda?”. Meskipun APD dapat terjadi pada siapa saja dan usia berapapun, gejala biasanya akan berawal pada masa kanak-kanak. Anak mungkin akan terlihat dapat mendengar dengan “normal”, namun kenyataannya mereka memiliki kesulitan dalam menafsirkan dan menggunakan suara dengan benar. Artikel ini akan membahas tentang hal-hal seputar auditory processing disorder yang perlu Anda ketahui. 

Mengapa auditory processing disorder terjadi?

Mendengar merupakan sebuah proses yang kompleks. Gelombang suara dari lingkungan di sekitar kita masuk ke dalam telinga di mana gelombang tersebut diubah menjadi getaran di dalam telinga tengah. Ketika getaran mencapai telinga dalam, beragam sel sensorik menciptakan sinyal listrik yang berjalan melalui saraf auditori ke otak. Di otak, sinyal tersebut dianalisis dan diproses menjadi sebuah suara yang Anda kenal. 

Orang-orang dengan auditory processing disorder memiliki masalah dengan langkah pemrosesan tersebut. Oleh karena hal tersebut, mereka memiliki kesulitan dalam memahami dan merespon suara yang ada di lingkungan sekitar mereka. Penting untuk diketahui bahwa APD merupakan sebuah gangguan pendengaran. Kondisi ini bukanlah hasil komplikasi dari kondisi lain yang mungkin dapat memengaruhi pemahaman dan perhatian Anda, misalnya gangguan spektrum autisme (ASD) atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD). Namun, dalam kasus-kasus tertentu, APD dapat terjadi berbarengan dengan salah satu atau kedua kondisi tersebut. 

Gejala yang patut diwaspadai

Gejala-gejala auditory processing disorder yang patut diperhatikan di antaranya adalah kesulitan memahami percakapan (terutama di lingkungan yang bising atau ada lebih dari satu orang yang sedang berbicara), sering meminta orang lain mengulang apa yang mereka katakan, salah memahami apa yang telah dikatakan, membutuhkan waktu respon yang lebih lama saat berbicara, kesulitan mengetahui dari mana suara berasal, kesulitan membedakan suara yang mirip, kesulitan berkonsentrasi dan memberi perhatian, kesulitan mengikuti pembicaraan yang cepat dan arahan yang rumit, dan kesulitan belajar dan menikmati musik. 

Oleh karena gejala tersebut, mereka yang memiliki APD terlihat memiliki kesulitan dalam mendengar. Akan tetapi, karena gangguan ini melibatkan pemrosesan suara, tes sering menunjukkan kemampuan mendengar mereka terlihat normal. Karena orang-orang dengan APD memiliki masalah dalam memproses dan memahami suara, orang-orang dengan APD sering memiliki masalah dalam aktivitas pembelajaran, terutama jenis pembelajaran yang dipaparkan secara verbal. 

APD dan dyslexia, apa bedanya?

Dyslexia merupakan salah satu gangguan pembelajaran yang dikarakterisasikan dengan memiliki kesulitan dalam membaca. Gangguan tersebut umumnya berupa kesulitan dalam mengidentifikasi kata, memasangkan bunyi suatu kata dengan huruf atau kata yang tepat, memahami apa yang sedang dibaca, dan mengutarakan kata dan kalimat tertulis. Dyslexia mirip dengan auditory processing disorder dalam bentuk orang-orang dengan dyslexia memiliki kesulitan dalam memproses informasi. Namun, alih-alih memengaruhi bagian otak yang memproses suara, dyslexia memengaruhi bagian otak yang memproses bahasa. Sama halnya dengan APD, orang-orang dengan dyslexia juga memiliki kesulitan dalam aktivitas pembelajaran, terutama aktivitas yang melibatkan membaca, menulis, dan mengeja. 

Belum jelas diketahui apa yang menyebabkan auditory processing disorder. Namun, beberapa faktor seperti gangguan perkembangan, kerusakan saraf, dan genetik diidentifikasi memainkan peran dalam kondisi tersebut.

Read More

Pentingnya Mengetahui Jenis Makanan Bayi dan Usia Konsumsinya

Makanan bagi bayi dan orang dewasa tentu berbeda. Bagi tubuh, kebutuhan nutrisi didapatkan salah satunya melalui makan dan minum. Makanan bayi sumber nutrisi utama adalah Air Susu Ibu (ASI). Pemberian ASI sebaiknya baru dihentikan setelah usia minimal 20 bulan. Selain ASI, terdapat Makanan Pendamping ASI (MPASI). MPASI adalah makanan padat yang dikonsumsi oleh bayi. Pemberian MPASI disarankan setelah bayi memasuki usia 6 bulan. 

Makanan bayi berusia 0-6 bulan

Untuk bayi berusia 0 hingga 6 bulan, dokter menyarankan untuk memberikan ASI secara ekslusif. Pemberian makanan padat berupa MPASI sebaiknya dihindari sebelum bayi menginjak usia 6 bulan. Mengapa demikian? Bayi yang belum berusia 6 bulan masih memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna. Dengan demikian, jika Anda memberi makanan padat selain ASI, pencernaan bayi masih belum bisa memprosesnya. Meski demikian, pada beberapa kasus, MPASI bisa dimulai sejak bayi berusia 4 atau 5 bulan. Akan tetapi, Anda harus memastikan bahwa bayi sudah siap menerima MPASI. Beberapa tanda yang muncul yaitu dapat menahan kepalanya, dapat duduk tegak, pemabahan berat badan signifikan, mulut membuka dan menutup ketika sendok didekatkan, dan memberikan sinyal lapar dengan berusaha meraih makanan. Selain itu, beberapa tanda yang tidak kalah pentingnya yaitu bayi bisa menelan makanan, dapat memindahkan makanan dari sendok ke mulut, dan berat badan minimal 6,5 kg. Tanda-tanda tersebut biasanya baru muncul setelah usia 6 bulan, meski demikian beberapa bayi memang bisa menerima MPASI lebih cepat yaitu usia 4 atau 5 bulan. 

Makanan bayi berusia 6-9 bulan

Saat bayi memasuki usia 6 bulan, Anda bisa mulai memberikan MPASI. Untuk sebulan pertama, Anda dapat memberikan puree dan bubur sereal. Puree adalah makanan yang dilembutkan. Untuk memastikan puree lembut, Anda juga bisa menyaringnya. Umumnya, puree MPASI untuk 6-9 bulan berbahan buah-buahan seperti pisang, pepaya, dan ubi. Selama pemberian MPASI, Anda juga tetap harus memberikan ASI untuk penunjang nutrisi pada bayi. Sesuai anjuran World Health Organization (WHO), tekstur puree sebaiknya dibuat tidak terlalu kental maupun terlalu cair. Pada usia 6-9 bulan, MPASI dapat diberikan 2 sampai 3 kali dalam sehari. 

Makanan bayi berusia 9-12 bulan

Saat bayi memasuki usia 9 bulan, pemberian MPASI dapat ditingkatkan sebanyak 3 sampai 4 kali sehari. Jenis MPASI yang diberikan juga bisa lebih beragam tergantung kesukaan bayi dan kebutuhan nutrisinya. Tekstur yang Anda buat pun bisa lebih kasar sebab pada usia ini, pencernaan bayi sudah bisa makan MPASI yang dicincang halus. Akan tetapi, pastikan Anda selalu memberi bayi porsi sedikit terlebih dahulu setiap memperkenalkan jenis makanan yang baru. Hal tersebut bertujuan untuk mengecek apakah bayi memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu atau enggak. Pada usia 9-12 bulan, bayi juga masih membutuhkan nutrisi tambahan berupa ASI meski tidak sebanyak pada rentang usia sebelum 9 bulan. 

Ketika telah memasuki usia MPASI, tidak semua bayi bersemangat untuk makan. Terdapat beberapa bayi yang tidak menyukai MPASI sehingga sering menolak ketika disuapi. Jika hal tersebut terjadi, jangan memaksa bayi untuk makan sebab bisa membuatnya semakin tidak suka MPASI dan dapat berakibat tersedak. Anda dapat memberikan MPASI sedikit demi sedikit saja, namun intensitas ditambah. Anda juga sebaiknya tidak memberi makanan terlalu banyak sebab dapat menyebabkan berat badan berlebih. Berikan MPASI secukupnya sesuai kebutuhan nutrisi harian bayi. 

Read More

Cek Masa Aktif Kartu BPJS Kesehatan Anda dengan Cara Berikut

Kartu BPJS Kesehatan? Sudah aktif belum, ya? Mungkin itu yang ada di benak Anda ketika melihat berita seputar keanggotaan kartu BPJS Kesehatan. Anda tentu akan merugi jika ternyata secara mendadak sakit dan tidak ada bantuan keringanan pembayaran, karena keanggotaan BPJS Kesehatan Anda belum aktif. Tenang saja, cara pengecekan status aktif kartu BPJS Kesehatan semakin mudah dan beragam. Simak informasinya berikut ini.

bpjs kesehatan

Cek masa aktif kartu BPJS Kesehatan

Terdapat beberapa jenis cara untuk mengecek masa aktif kartu BPJS Kesehatan. Pilihlah cara yang sesuai dengan kemampuan Anda.

  1. Melalui website

Kartu BPJS Kesehatan akan aktif dalam 14 hari setelah Anda melakukan pendaftaran. Berikut cara untuk mengecek status keanggotaan BPJS Kesehatan melalui website.

  • Akses laman https://daftar.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs-checking/
  • Masukkan nomor kartu BPJS, tanggal lahir, dan isi angka validasi. Selanjutnya, klik cek untuk melihat informasi status kartu keanggotaan Anda.
  • Akan muncul informasi mengenai akun Anda, seperti nama, nomor peserta, status keanggotaan, dan jumlah anggota keluarga.
  1.  Melalui pesan singkat atau SMS

Jika Anda lebih menyukai cara mengecek kartu BPJS Kesehatan melalui pesan singkat atau SMS, beberapa langkah yang dapat dilakukan, yaitu dengan mengetik:

  • NIK<spasi>Nomor Kependudukan (NIK 354563291000xxxx)
  • NOKA<spasi>Nomor Kartu BPJS Kesehatan (NOKA 0001570979xxx)
  • NIP<spasi>Nomor Induk Pegawai (NIP 19299992349999230xxx)
  • Lalu, kirimkan SMS tadi ke nomor layanan BPJS 08777-5500-400.
  1. Melalui telepon

Jika Anda lebih memilih untuk mengecek status kartu BPJS Kesehatan melalui telepon, Anda dapat melakukan panggilan ke call center BPJS Kesehatan di nomor 1500400. Sebelum melakukan panggilan, sebaiknya Anda mempersiapkan kartu identitas dan kartu BPJS Kesehatan lebih dulu untuk kelengkapan validasi data yang akan diproses.

Lalu, bagaimana cara mengecek status iuran kartu BPJS Kesehatan?

Sebagai anggota dari BPJS Kesehatan, tentu Anda memiliki kewajiban untuk membayar iuran BPJS Kesehatan yang telah ditentukan. Jika tidak, status keanggotaan kartu BPJS Kesehatan Anda dapat tertunda, sehingga Anda tidak dapat merasakan manfaat yang ditawarkan, karena fasilitas kesehatan tidak akan memproses kartu BPJS Kesehatan yang memiliki tunggakan pembayaran.

Di bawah ini, ada beberapa cara untuk mengetahui status iuran kartu BPJS Kesehatan yang dapat Anda lakukan.

  1. SMS

Cara sederhana untuk mengetahui iuran BPJS Kesehatan Anda melalui pesan singkat atau SMS yaitu dengan mengirimkan pesan menggunakan format TAGIHAN<spasi>Nomor Kartu BPJS Kesehatan, lalu kirim ke 087775500400 (Contoh: TAGIHAN 0001260945809). Jika ingin mengetahui format penulisan pesan, Anda dapat meminta bantuan dengan mengirimkan SMS HELP dan kirim ke 087775500400.

  1. Melalui aplikasi Mobile JKN

Jika Anda memiliki smartphone, Anda dapat mengunduh aplikasi Mobile JKN untuk memantau status iuran BPJS Kesehatan Anda. Caranya antara lain:

  • Unduh (download) dan instal aplikasi Mobile JKN
  • Buka aplikasi dan proses akun Anda dengan memasukkan data yang diminta.
  • Setelah masuk pada laman aplikasi, klik menu Tagihan.
  • Lihat rincian informasi tagihan pada menu Premi.
  1. Website

Cara terakhir untuk mengetahui status iuran kartu BPJS Kesehatan Anda yaitu dengan mengunjungi situs resmi BPJS https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/ dan melakukan langkah berikut:

  • Kunjungi laman BPJS Kesehatan, pilih menu Cek Iuran
  • Masukkan data yang diminta (nomor kartu, tanggal lahir, dan angka validasi) dan lanjutkan klik menu Cek.
  • Rincian pembayaran akan muncul pada layar.
Read More

Beberapa Fungsi Rambut yang Tumbuh Pada Tubuh

Semua bagian pada tubuh manusia memiliki fungsi masing-masing, termasuk rambut yang tumbuh. Akan tetapi, Anda boleh mencukur rambut hingga habis jika memang menginginkannya. Hannya saja hal tersebut bisa membuat kulit rentan terhadap gesekan. Selain itu, rambut yang tumbuh pada masing-masing orang bisa berbeda dari segi warna, bentuk, ketebalan, serta kondisinya. Fungsi rambut adalah untuk melindungi kulit dari bakteri. Selain itu, masih terdapat banyak fungsi rambut lainnya sesuai dengan tempat tumbuhnya di tubuh. Berikut beberapa fungsi rambut yang sebaiknya Anda ketahui.

  • Fungsi rambut di kepala

Rambut di kepala merupakan jenis rambut yang paling sering diperhatikan daripada rambut di tempat lain. Hal ini dikarenakan fungsi rambut di kepala juga sebagai alat mempercantik diri. Fungsi lainnya adalah untuuk melindungi kulit kepala dari hawa dingin dan sengatan matahari.

  • Fungsi rambut di area mata

Selain di kepala, rambut di area mata juga sering diperhatikan terutama bagi para wanita. Rambut pada area mata meliputi alis dan bulu mata. Keduanya berfungsi untuk menahan keringat dadn air hujan agar tidak masuk ke dalam mata.

  • Fungsi rambut di perut, dada, kumis, dan janggut

Rambut bisa tumbuh pada bagian perut dan dada, meski tidak dialami oleh semua orang. Umumnya yang memiliki rambut di area ini adalah laki-laki. Selain itu, terdapat pula kumis dan jenggot. Pada perempuan, kumis dan jenggot bisa tumbuh namun jarang bisa selebat pada kulit laki-laki. Rambut di berbagai bagian kulit tersebut berfungsi sebagai penanda bahwa laki-laki telah dewasa. Selain itu, rambut tersebut juga bisa menjadi pembeda antara laki-laki dan perempuan secara biologis.

  • Fungsi rambut di ketiak

Fungsi rambut manusia ada banyak, termasuk rambut di ketiak. Fungsi rambut diketiak adalah untuk mengurangi gesekan yang terjadi. Selain itu, rambut di ketiak dapat melepaskan aroma yang mengandung feromon seehingga membuat seseorang lebih atraktif secara seksual.

  • Fungsi rambut hidung

Tentunya Anda menyadari bahwa terdapat rambut di dalam hidung. Rambut di hidung berfungsi sebagai penyaring alami. Dengan begitu, debu dan bakteri tidak mudah masuk sebab terhambat rambut pada hidung.

  • Fungsi rambut pada kulit kaki dan tangan

Rambut pada kulit tangan dan kaki disebut dengan bulu tangan dan bulu kaki dan memiliki fungsi tertentu. Fungsi pertama yaitu sebagai pengatur suhu tubuh. Bulu tangan dan kaki memiliki peran dalam pengendalian temperatur badan. Rambut di permukaan kulit akan membantu mendinginkan tubuh ketika Anda sedang beraktivitas. Fungsi kedua yaitu sebagai sensor tubuh. Dengan adanya rambut di kulit maka Anda dapat merasakan sakit, sentuhan, serta temperatur benda yang tersentuh. Hal ini berguna untuk menentukan respon seseorang terhadap sesuatu yang bersinggungan dengan kulitnya.

  • Fungsi rambut kemaluan

Rambut di kemaluan juga memiliki fungsi untuk mengurangi gesekan seperti rambut di ketiak. Fungsi lainnya adalah dapat melindungi area kemaluan dari bakteri. Foliker rambut di kemaluan memproduksi sebum, jenis minyak yang mencegah bakteri berkembang. Rambut di kemaluann juga berperan dalam melindungi area selangkangan dari infeksi.

                Agar fungsi rambut maksimal, Anda perlu melakukan perawatan. Pemberian nutrisi yang seimbang dapat membuat rambut di kulit menjadi lebih sehat dan bermanfaat. Selain itu, jaga kebersihan secara teratur agar terhindar dari kuman dan bakteri. Jika rambut di tubuh Anda sulit tumbuh dan Anda menginginkannya, berikan sampo atau minyak khusus penumbuh rambut. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk meminimalisir reaksi alergi dan iritasi.

Read More

5 Cara Alami untuk Membasmi Jerawat di Bibir

Tahukah Anda bahwa jerawat tidak hanya muncul di wajah? Jerawat bisa muncul di kulit kepala, punggung, dan juga bibir. Penyebabnya bisa berbeda-beda. Jerawat di bibir biasanya hanya muncul satu atau dua saja, tidak sebanyak di punggung atau muka. Meski demikian, jerawat di bibir bisa sangat mengganggu aktivitas seperti makan dan berbicara.

Penyebab jerawat di bibir

Jerawat yang muncul di bibir terkadang bisa terasa sangat perih. Penyebabnya berbeda dengan jerawat yang muncul di area kulit lain. Berikut penyebab munculnya jerawat di bibir.

  1. Iritasi kosmetik

Penyebab munculnya jerawat di bibir yang paling sering adalah iritasi kosmetik. Kandungan di dalam kosmetik yang digunakan tidak cocok dengan kulit Anda sehingga menimbulkan reaksi berupa munculnya jerawat di bibir.

  • Perubahan hormon tubuh

Perubahan hormon bisa menyebabkan munculnya jerawat pada bibir. Perubahan hormon bisa terjadi saat masa kehamilan, menopause, pubertas, siklus menstruasi, atau kondisi medis badan ketika mengonsumsi obat tertentu.

  • Penggunaan lip balm yang berulang

Menggunakan lip balm berulag-ulang juga merupakan penyebab jerawat di bibir. Jika cuaca sedang panas, kadang Anda tidak sadar menggunakan lip balm berulang-ulang. Menumpuk lip balm di bibir bisa menimbulkan jerawat karena bibir mengalami peradangan.

Cara alami mengatasi jerawat di bibir

Berbeda dengan obat dokter, menggunakan bahan alami membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyembuhkan jerawat di bibir. Penggunaannya pun harus lebih sering dan rutin. Umumnya penggunaan bahan alami diulang 3 kali sehari secara rutin dalam waktu seminggu untuk mengatasi jerawat di bibir hingga tuntas. Berikut ini 5 cara alami untuk mengatasi jerawat di bibir yang bisa Anda coba.

  1. Kompres dengan air hangat

Cara paling mudah untuk mengatasi jerawat di bibir adalah dengan mengompresnya. Gunakan kapas yang dibasahi air hangat kemudia tempelkan pada jerawat di bibir. Hal ini berguna untuk mengurangi nyeri, mengeringkan nanah, serta membantu mengeluarkan minyak yang menyumbat pori-pori. Meski terlihat sangat sederhana, menompres jerwat di bibir dengan air hangat cukup efektif untuk dilakukan.

  • Gunakan Madu

Anda bisa menggunakan bahan alami seperti madu untuk mengatasi jerawat di bibir. Kandungan antibakterinya membantu mengobati kondisi kulit yang memburuk. Oleskan madu pada jerawat di bibir. Diamkan beberapa menit kemudian bilas. Lakukan berulang kali agar efek maksimal.

  • Tea tree oil bisa membantu

Minyak esensial andalan kulit adalah tea tree oil. Fungsinya cukup banyak termasuk membantu mengatasi jerawat pada bibir. Jika Anda tidak memiliki alergi terhadap tea tree oil, Anda bisa langsung mengoleskannya pada jerawat di bibir. Akan tetapi, alangkah baiknya tes terlebih dahulu dengan cara mengoleskan tea tree oil di lengan. Tunggu reaksinya hingga 24 jam. Beberapa kulit sensitif bisa menunjukkan gejala alergi setelah 24 jam.

  • Gunakan tomat

Menggunakan tomat juga bisa jadi cara ampuh membasmi jerawat di bibir. Caranya cukup sederhana. Oleskan tomat yang sudah dihaluskan pada jerawat di bibir. Diamkan selama 10 hingga 15 menit. Setelahnya bilas menggunakan air hangat.

  • Membuat adonan kunyit

Cara alami terakhir yang bisa Anda coba yaitu dengan adonan kunyit. Anda bisa membuat adonan kunyit menggunakan bubuk kunyit yang dicampurkan dengan beberapa tetes air. Aduk rata hingga membentuk pasta. Oleskan pada jerawat di bibir dan diamkan hingga mengering. Setelah kering, bilas dengan air hangat. Adonan kunyit cukup efektif membasmi jerawat di bibir sebab terdapat kandungan antioksidan dan antiradang di dalamnya.

Meski menggunakan bahan alami terbukti ampuh menghilangakan jerawat di bibir, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Kondisi masing-masing kulit berbeda, sehingga bahan alami yang digunakan pun belum tentu cocok. Jerawat di bibir juga bisa dicegah dengan memastikan produk kosmetik yang digunakan aman bagi bibir. Selain itu, gunakan petrolium jelly dan lip balm secukupnya saja agar tidak membuat iritasi dan menimbulkan jerawat di bibir. 

Read More